Doa Minta Tindakan dan Belas kasihan Allah

0
185 views
Perumpamaan tentang Anak Hilang - Pengampunan dan pertobatan. (Ist)

Bacaan 1: Mi 7:14-15. 18-20
Injil: Luk 15:1-3. 11-32

SAAT hidup sedang terpuruk, maka biasanya orang gampang menyerah. Padahal dalam setiap keterpurukan, selalu saja ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk bangkit.

Ketahuilah bahwa tetes air hujan yang jernih dihasilkan dari awan yang gelap.

Artinya, hidup yang terpuruk bukan berarti selesai namun justru harus introspeksi dan bangkit kembali.

Saat hidup sedang terpuruk, jangan-jangan ada kesalahan yang dilakukan terhadap Allah. Kita harus datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati.

Mohon belas kasihan sehingga Tuhan menghentikan murka-Nya dan kita dipulihkan.

Inilah yang terjadi dengan si bungsu dalam kisah perumpamaan Injil hari ini. Saat ia merasa memiliki segalanya karena beroleh pembagian warisan, maka saat itu jugalah ia jatuh dalam pencobaan.

Berkat yang diberikan ayahnya tidak dipergunakan sebaik mungkin namun justru dihamburkannya.

Kesalahan inilah yang membuatnya terpuruk. Keinginannya makan dari ampas makanan babi menunjukan bahwa ia betul-betul berada pada titik nadir paling rendah.

Namun ia segera sadar, menyesali kesalahan dan bangkit. Ia menyusun sebuah doa pertobatan yang sungguh indah.

“Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.”

Dengan rendah hati, ia mau mengakui kesalahan dan berani datang kepada bapanya mohon ampun. Sebab ia percaya bahwa bapanya sungguh baik hati dan pasti menerimanya kembali.

Hal ini sama seperti doa yang disampaikan oleh Mikha:

“Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?”

Bahwa Allah Bapa itu sungguh baik hati, selalu setia dan memberi pengampunan kepada siapa saja yang mau datang kepada-Nya.

Kita diselamatkan bukan karena kita layak atau karena perbuatan baik kita, melainkan oleh karena kasih karunia dan belas kasihan Allah Bapa.

Pesan hari ini

Kamu selalu punya solusi: menyerah atau bangkit. Sesali kesalahan yang pernah dibuat, lalu bangkit datang kepada-Nya mohon ampun dengan kerendahan hati.

Tuhan dengan senang hati mengampunimu, sebab ia adalah kasih dan sungguh baik hati.

“Tanpa hari buruk, maka hidupmu tak akan jadi lebih baik. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here