Doa Rosario Bersama Anak Panti Asuhan “Bunda Serayu” Banyumas

0
208 views
Doa Rosario oleh penghuni Panti Asuhan Bunda Serayu di Banyumas

Pembukaan Bulan Maria di Paroki Banyumas

“Sangat istimewa, karena hari ini kita merayakan Ekaristi, “ demikian kata Romo Nikolaus Ola OMI dalam pengantar Misa Pembukaan Bulan Maria beberapa pekan lalu, di awal Mei 2020 lalu.

“Selain mengawali devosi Bunda Maria pada bulan Mei, Gereja juga merayakan Santo Yosef Pekerja, pelindung Kaum Buruh Sedunia dan setiap Jumat pertama kita mendedikasikan kepada Hati Kudus  Yesus. Dan secara khusus  dalam adorasi Sakramen Mahakudus,“ ungkap Pastor Paroki Santa Maria Imakulata Banyumas.

Memang misa dilaksanakan dalam gereja dan secara live streaming. Setelah misa dan adorasi, ada Doa Rosario.

Doa Rosario dipimpin oleh Ella, anak Panti Asuhan “Bunda Serayu”.

Kemudian dilanjutkan dengan perarakan patung Bunda Maria Serayu oleh anak anak panti menuju Panti Semadi Nderek Dewi Maria, yang ada di belakang Gereja.

Social distance

Katanya social distance? Mengapa paroki Banyumas malah melaksanakan misa dan Doa Rasario secara live streaming dengan ada umat yang ikut?

Sejak diberlakukan misa tanpa umat dan kegiatan paroki tidak dilaksanakan mengingat virus corana, komunitas pastoran dan panti ssuhan tetap merayakan misa harian dan mingguan. Bahkan setiap sore pukul 18.00 berkumpul di Panti Semadi Nderek Dewi Maria Banyumas untuk Doa Rosario.

Ya, memang hal ini melanggar ketentuan Keuskupan dan Pemerintah daerah. Kok berani ya?

Tentu ada alasan

Ada alasan yang disampaikan oleh Romo Nikolaus Ola OMI, Pastor Paroki Banyumas, sebagai berikut :

  • Kami adalah satu keluarga dalam satu lokasi gereja. Kompleks gereja terdiri dari pastoran (2 romo) dan keluarga koster (3), dan panti asuhan (2 suster, 32 anak dan 3 karyawan paruh waktu). Setiap hari berjumpa berinteraksi di lokasi hereja, tanpa ada orang luar yang datang. Kami tetap menjalan himbauan: ”tinggal di rumah saja.”
  • Dalam rapat di kecamatan, Romo Nikolaus Ola OMI menjelaskan hal ini. Aparat Kecamatan dan Polsek bisa menerima dan  memahami situasi internal di lingkungan Gereja Katolik.

Doa Rosario setiap sore

Doa Rosario sungguh merupakan suatu doa yang mempunyai keistimewaan dan kekuatan yang luar biasa. Sebelum wafat di kayu salib, Yesus berkata kepada Bunda Maria: “Ibu, itulah anakmu”. Dan kepada Santo Yohanes dikatakan-Nya: “Itulah ibumu.”

Sabda Yesus ini menjadi dasar yang sangat kuat dan sekaligus perintah kepada para pengikutnya untuk menghormati Bunda-Nya yang adalah juga bunda kita.

Dan dengan menjadi anak Maria, kita pun menjadi saudara Yesus.

Santo Grignon de Montfort mempunyai motto: “To Jesus through Mary (Menuju Yesus melalui Maria) yang juga telah dipraktikkan dengan sangat baik oleh para paus kita khususnya Santo Paus Johannes Paulus II, dan tentu saja penerus beliau Paus Benedictus XVI dan sekarang ini Paus Fransikus.

Peran Maria dalam Gereja

Campur tangan Maria dalam Gereja sangat dibutuhkan, demikian juga dalam setiap inti gereja yakni Umat Katolik. Karena persatuan di dalam Bunda Maria, maka kita pun dipersatukan sebagaimana seorang ibu mempersatukan anak-anaknya.

Di luar Maria Bunda kita, maka kita akan tercerai-berai.

Bunda Maria Serayu di Panti Semadi Nderek Dewi Maria Banyumas ini telah menjadi hal menarik bagi komunitas Pastoran dan Panti Asuhan. Mereka berminat untuk selalu datang kepada Bunda Maria Serayu: berdoa dan berdoa.

Mereka percaya Bunda Maria Serayu tetap menyertai dan mengayomi komunitas Pastoran dan Panti Asuhan.

“Keberanian untuk melaksanakan  misa dan Doa  Rosario setiap hari selama ini, khususnya di masa virus corona adalah buah kerohanian yang kami terima dari Tuhan dan Bunda Maria Serayu,“ ungkap Sr. Agnes SJMJ, pembina panti ssuhan yang setia menemani anak anak berdoa Rosario setiap sore

Pengalaman berdoa Rosario

Kegiatan Doa Rosario mendidik kita semua untuk disiplin waktu.

Lebih lanjut, Sr Agnes SJMJ mengatakan: ”Doa Rosario dilaksanakan rutin tiap sore dan pasti membosankan bagi anak anak panti, tetapi saya bangga mereka tetap juga semangat , bertahan dan disiplin waktu, ini termasuk pembelajaran bagi anak-anak kami. “

Maria sudah enam tahun lamanya tinggal di Panti Asuhan Bunda Serayu, ketika itu dia  kelas 1 SMP.  Ia mengungkapan demikian:

“Selama tinggal di rumah saja karena virus corona, saya dan teman teman Panti Asuhan Bunda Serayu , setiap pukul 18.00 sore, mengadakan Doa Rosario di Panti Semadi Nderek Dewi Maria Paroki Banyumas. Doa Bersama itulah yang dapat kami persembahkan kepada dunia, masyarakat dan kita semua yang kena musibah virus corona.”

Mengapa Maria disebut “Bunda Serayu”?”

Ella, sejak kelas 4 SD, tinggal di Panti Asuhan Bunda Serayu memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Mengapa Maria disebut Bunda Serayu?

“Kami anak anak tinggal bersama di rumah, di panti, jauh dari orangtua, jauh dari seorang ibu. Kepada siapa kami berlari, kepada siapa kami mengeluh, kepada siapa kami menjerit, kepada siapa kami mohon belas kasihan, kepada siapa kami merindukan belai kasih sayang seorang ibu?”

“Kalau bukan kepada Bunda Maria. Maka kami menyebut, memanggil Bunda dengan sebutan Maria Bunda Serayu.

Mengajak anak-anak Panti Asuhan Bunda Serayu berdoa Rosario by Liem Tjai.

Dekat Sungai Serayu di Banyumas

Kami ini memang tinggal di panti dekat  tepian Sungai Serayu Banyumas.

Bagaikan air Sungai Serayu yang selalu memberi kesejukan, kesegaran dan kehidupan bagi masyarakat Banyumas, demikian pula Bunda Maria juga selalu memberi berkat yang melindungi, memberikan kedamaian, kesejukan bagi kami anak anak Panti Asuhan.”

Hingga kini, Ella sudah menikmati sembilan tahun hidup dan tinggal di Panti Asuan Bunda Serayu di bawah Yayasan Wahyo Bawono Keuskupan Purwokerto

Doakan kami, ya Maria Bunda Serayu

Sambil menjaga adik adik, Maria yang sejak kelas 1 SMP tinggal di Panti, juga kemudian mensharingkan pengalamannya sebagai berikut:

“Setiap kali kami berkumpul untuk doa pagi, doa makan, doa rosario, doa malam, kami mengakhiri dengan seruan ‘Doakanlah kami, Maria Bunda Serayu’. Dengan seruan di akhir doa ini, kami merasakan ketenangan dan kepasrahan hidup kami kepada Tuhan bersama ibu kami, Maria Bunda Serayu. Kami percaya setiap detik, setiap hari dari pagi sampai malam, setiap saat kegiatan kami, hidup kami di panti asuhan aman, lancar bersama dengan Maria Bunda Serayu.”

Sambil mengusap keringat Tika (5 th), Maria masih melanjutkan sharingnya:

“Kami adalah anak anak yang senasib jauh dari orangtua. Kami diasuh oleh Suster Agnes SJMJ dan Suster Nicola SJMJ sebagai orangtua asuh kami dan enam orang ibu karyawan. Kami tidak merasa sepi. Kami tidak merasa asing. Kami tidak merasa merana atas hidup kami. Justru kami merasa senang, merasa mendapatkan penghiburan dan semangat, kami saling membantu sebagai kakak adik dalam sebuah keluarga.”

Mengapa? Kami percaya akan hal-hal berikut ini:

  • Karena Tuhan Yesus bersama Maria Bunda Serayu tinggal bersama kami di panti.
  • Karena Tuhan Yesus bersama Maria Bunda Serayu mengasihi, memperhatikan kami melalui kebaikan para donatur, keluarga keluarga dari jauh.

Apa yang kami bisa buat khusus dimasa virus corona ini?

Ella mengungkapkan dengan penuh semangat  sebagai berikut:

”Kami mengakui keterbatasan kami sebagai anak anak panti, maka yang dapat kami buat adalah berdoa lewat perantara Bunda Maria Serayu untuk:

  • Mendoakan secara khusus dalam Doa Rosario dengan intensi agar virus corona berakhir dengan damai berkat perlindungan Maria Bunda Serayu.
  • Keluarga kami pun berada, agar sehat terhindar dari dampak virus corona.
  • Saudara saudara, sahabat sahabat kami yang membutuhkan doa dari anak anak panti.
  • Para donatur dan siapa saja yang membantu dan memperhatikan kami secara tulus

Maria dan Ella baru saja lulus dari SMK Keperawatan Banyumas. Mereka berdua menjadi lulusan pertama yang berasal dari penghuni  panti.

Panti Semadi Nderek Dewi Maria Banyumas

Romo Nikolaus Ola OMI, seorang imam Misionaris Oblat Maria Imakulata, sangat kental dengan devosi kepada Bunda Maria memiliki keyakinan. 

Melalui Doa Rosario, Bunda Maria menolong kita semua untuk berdamai dan menerima virus corona menjadi bagian hidup kita sekarang ini. Jika hidup kita tenang dan damai dalam perlindungan Tuhan dan Maria Immakulata, virus corona lewat begitu saja.

Memang kita tetap dan harus menjaga diri dan tinggal di rumah bersama keluarga untuk bersatu dalam doa dan persaudaraan .

Doa adalah obat yang ampuh bagi hidup kita.

Harapan Panti Asuhan

Anak anak Panti memiliki harapan agar kita tidak jemu-jemu terus berdoa, khususnya selama Bulan Mei, Doa Rosario bersama kami di Panti Semadi Nderek Dewi Maria Banyumas setiap pukul 18.00 sore.

Maria dan Ella sangat berharap melalui Doa Rosario, virus corona cepat berlalu dan hilang dari dunia, sehingga kami semua bisa melanjutkan segala kegiatan kami, khususnya belajar di sekolah

Dari tepian Sungai Serayu, Banyumas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here