Doa yang Kering

0
157 views
Ilustrasi - Berdoa sendirian. (Ist)

ADA seorang teman mengeluh: “Aku rindu berdoa dengan khusyuk. Sering kali ketika aku mau mulai berdoa, tetapi sulit aku bertekun dan perasaanku cepat bosan. Ada apakah gerangan dengan diriku?”

Cukup lama kami berdua berbincang dan kami menemukan sebab utamanya.

Dari leher ke atas

Penyebab utamanya adalah doa yang kita panjatkan sering kali hanya doa dari leher ke atas.

Doa semacam ini disebut doa yang terlalu cerebral (ungkapan pikiran) sehingga doa menjadi kurang menyentuh hati.

Karena tidak melalui hati atau senses (panca indera) kita.

Meskipun demikian, pikiran tidak bisa diartikan sebagai “pengganggu doa”.

Namun jika perana dari pikiran kita yang lebih terlalu dominan, maka itulah penyebab doa kita akan menjadi terasa kering, hambar dan membosankan.

Seorang pengamat kejiwaan, Ignatius Errasquin berkata: “You are what you feel. To be aware of one’s own feeling is the right step to compose oneself”.

Jika dibandingkan dengan pikiran, sebenarnya perasaan kita lebih mewarnai kehidupan kita sehari-hari.

Ada pepatah Cina mengatakan: “Bila mata tidak terhambat, orang akan dapat melihat”.

“Bila hati tidak terhambat, orang dapat menjadi bijaksana, gembira dan merdeka.”

Bertahan dan ingat sabda Tuhan yang berkesan bagimu.

Serahkan kekhawatiran, ketakutan kegelisahan dan kegembiraan kita kepada-Nya.

Tuhan, kuserahkan kegelisahanku, ketakutanku, kekhawatiranku dan kegembiraanku kepada-Mu.

Bukankah Tuhan Yesus bersabda, percayalah kepada Allah dan kepadaKu juga. Amin

Romo Alex Dirdja SJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here