Dua Uskup Kalbar Kunjungi 29 Frater Kalimantan di Seminari Interdiosesan Giovanni XXIII Malang

0
285 views
Mgr. Agustinus Agus bersama para frater diosesan Keuskupan Agung Pontianak. (Ist)

SEMINARI Tinggi San Giovanni XXIII Interdiosesan terletak di Jl. Bendungan Sigura-gura Barat no. 2 Malang.  Kemarin sore, 4 Maret 2020, mendapat kunjungan istimewa.

Dua Uskup dari Kalbar datang berkunjung. Yakni, Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin OFMCap.

Kunjungan yang singkat namun meneguhkan ini merupakan salah satu bentuk dukungan spiritual yang membangkitkan semangat serta benih panggilan bagi para Frater Interdiosesan dari Bumi Kalimantan yang sedang menjalani masa formatio

Luapan kegembiraan sekaligus membangkitkan rasa rindu akan kampung halaman ini semakin membuncah di hati para frater khususnya para Frater dari Kalimantan, ketika Mgr. Agus berkisah tentang perkembangan karya pastoral di Keuskupan Agung Pontianak.

Ini semacam ajang “nostalgia” pengobat rindu bagi para Frater Kalimantan yang sedang menjalani formatio TOR maupun di Seminari Tinggi.

Mgr. Agus & Mgr. Samuel bersama para frater diosesan Kalimantan.

Menurut Mgr. Agus, kehadirannya bersama para uskup dari keuskupan lainnya di Seminari San Giovanni XXIII dalam rangka memenuhi undangan untuk menghadiri rapat tahunan.

“Kemarin pagi tanggal 4 Maret 2020 ,para uskup dari 12 Keuskupan yang mengirim para fraternya untuk dibina ke Seminari San Giovanni XXIII Interdiosesan Malang mengadakan pertemuan tahunan,” jelasnya.  

Adapun agenda pertemuan ini yakni untuk mengadakan evaluasi  baik untuk formation Tahun Orientasi Rohani (TOR) maupun Seminari Tinggi serta recana kerja berikunya.

“Semua Uskup Regio Kalimantan hadir, kecuali Uskup Sanggau. Beliau berhalangan hadir, namun diwakili oleh Pastor Riyadi Pr,” demikian Uskup menambahkan.  

154 frater dari 12 Keuskupan

Seminari ini kini mendidik sejumlah calon imam dari 12 keuskupan di Indonesia. Yakni dari:

  • Keuskupan Malang.
  • Keuskupan Denpasar.
  • Keuskupan Agung Pontianak.
  • Keuskupan Ketapang.
  • Keuskupan Sintang.
  • Keuskupan Sanggau.
  • Keuskupan Palangkaraya.
  • Keuskupan Banjarmasin.
  • Keuskupan Agung Samarinda.
  • Keuskupan Tanjung Selor.
  • Keuskupan Timika: untuk beberapa frater pasca sarjana, sejak tahun 2017 dan
  • Keuskupan Agung Medan: beberapa frater S-1 sejak 2018.

Seminari Tinggi ini memilih nama Giovanni XXIII, nama Italia Paus Johanes XXIII sebagai pelindungnya.

Menurut Mgr. Agus dan berdasarkan data terakhir, di seminari ini tercatat ada 154 frater yang sedang menjalani masa formatio.

“Dari Keuskupan Agung Pontianak ada 29 Frater Diosesan yang sedang menjalani masa formatio-nya,” pungkasnya. 

Mgr. Agus bersama para frater.

Tantangan ke depan

Uskup Agus mengungkapkan,hal ini salah merupakan satu upaya mempersiapkan tenaga imam yang andal. “Yang sesuai dengan harapan Gereja di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk dengan segala dinamikanya,” ungkap Uskup yang baru merayakan 20 tahun Tahbisan Episkopal tanggal 6 Februari 2020 lalu.

“Tantangan yang dihadapi seorang imam dalam melaksanakan tugasnya makin hari makin berat. Oleh karena itu saya harapkan bahwa para Frater mempersiapkan diri sebaik-baiknya, baik dalam bidang intelektual maupun spiritual.”

“Ke depan dari seorang imam dituntut untuk memiliki kepribadian yang ber tanggungjawab dan utuh tidak luntur atau tergerus arus modernisasi serta mumpuni membaca tanda-tanda zaman,” demikian harapan Mgr. Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here