Duniawi yang Tak Pernah Puas

0
292 views
Sia-sia

Bacaan 1: Pkh 1:2-11

Injil: Luk 9:7-9

Keinginan adalah suatu sifat yang sangat manusiawi. Namun masalahnya, manusia tidak pernah puas dengan pencapaiannya, selalu ingin lebih.

Manusia selalu haus akan keinginannya seperti, prestasi, kekayaan, percintaan dan lainnya. Rasanya tak pernah mencapai klimaksnya, selalu ingin dan ingin lagi.

Bebarapa hal yang sangat mempengaruhi adalah, kompetensi, keinginan tahu, harga diri serta kebutuhan mencari identitas dan kurang bersyukur.

Raja Herodes yang tak terpuaskan pernikahannya dengan istri pertamanya, lalu merebut istri saudara sendiri, Herodes Filipus, yaitu Herodias. Hal mana ditentang Yohanes Pembaptis dan membuatnya dipenggal kepalanya oleh Raja Herodes atas desakan Herodias.

Raja Herodes juga takut tersaingi kepopulerannya bahkan takut kehilangan takhtanya oleh kehadiran Yesus. Dia tak terpuaskan oleh informasi yang diterimanya tentang siapakah Yesus itu. Herodes sangat ingin bertemu dengan-Nya, Dia yang banyak membuat mukjizat dan disebut-sebut sebagai Mesias itu.

“Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” kata Raja Herodes.

Begitulah dunia, tak pernah terpuaskan. Oleh penulis Kitab pengkhotbah, situasi seperti itu disebut sebagai kesia-siaan.

Di dunia semua berputar seperti sebuah siklus, selalu kembali pada titik semula.

“…segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?”

Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.

Pesan hari ini

Selalu bersyukurlah atas apa yang diterima dalam hidup, sebab tidak ada yang membuatmu puas di dunia ini.

Seolah semuanya menjemukan dan sia-sia belaka, padahal itulah anugerah.

“Ketika perjalanan hidup terasa membosankan, maka Allah menyuruhmu untuk banyak bersyukur.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here