Etika Kontemporer, Seri Pengajaran STF Driyarkara

0
89 views
Seri Pengajaran STF Driyarkara

ETIKA.

Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos” dan “ethikos”.

Pengertian etika secara etimologis dari kata “ethos” memiliki arti sifat, watak, adat, kebiasaan yang baik.

Etika merupakan keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah, atau tindakan yang baik dan yang buruk,yang mempengaruhi hal lainnya.

Ilmu etika

Maka, sebagai disiplin keilmuan, Etika merupakan cabang filsafat yang mempelajari tentang bagaimana kita manusia ini sudah selayaknya harus baik, menjalani hidup secara baik dan bermoral. Karenanya, etika bicara tentang tabiat, konsep tata nilai sosial yang baik, juga yang buruk. Bicara mana dan apa yang boleh dianggap sebagai benar-salah dan sebagainya.

Juga bicara tentang prinsip-prinsip umum yang membenarkan “cara hidup” kita untuk mengaplikasikannya atas apa yang kita yakini sebagai baik, benar, dan bermoral.

Secara konvensional, ada tiga pendekatan yang diajarkan para filsuf zaman dulu sampai sekarang: Deontologi, Teleologi dan Etika Keutamaan.

Ketiga pendekatan tersebut merupakan urutan kemunculannya. Yang berikutnya merupakan perkembangan yang mencoba memperbaiki keterbatasan pemikiran sebelumnya.

Setelah itu, etika masih terus berkembang termasuk memasukkan unsur pekerja aktif seperti para buruh, para karyawan, pegawai negeri dan sejenisnya sebagai subjek utama; tidak hanya unsur pelengkap seperti pandangan filsuf Yunani kuno.

Pembangunan fisik teknologi dan ilmu pengetahuan tentunya mempengaruhi perkembangan pandangan filsafat pula. Walau ada sebagian pihak yang merasa ilmu filsafat terlihat gamang dan tertatih mengejar kecepatan perubahan teknologi.

Masalah-masalah baru bermunculan terkait dengan isu-isu yang ditimbulkan oleh perubahan baik revolusi maupun evolusi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Maka dibutuhkan etika yang bisa menanggapi isu-isu tersebut. Dibutuhkan etika kontemporer.

Etika kontemporer

Menurut KBBI, kontemporer berarti pada waktu yang sama; semasa; sewaktu; pada masa kini; dewasa ini. Atau kalau dalam istilah sekarang ‘kekinian’.

Maka dalam Etika Kontemporer kita diajak melihat isu-isu terkini yang sedang terjadi, yang “happening“.

Di antaranya, etika teknologi, etika kecerdasan buatan, etika terkait korupsi, LGBT, eco-feminisme.

Isu-isu marak ini perlu diteropong dengan ilmu etika.

Kita perlu belajar bagaimana mengambil sikap. Mana dan apa tindakan yang benar? Apa posisi yang perlu didukung terkait hal-hal tersebut?

Untuk itu , kita bisa belajar pada kelas ekstensi STF Driyarkara yang kali ini menawari prpgram belajar Etika Kontemporer sebagai kursus filsafat semester ganjil 2022-2023.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here