Evangelisasi di Dunia Maya

0
205 views
Evangelisasi di dunia maya.

Bacaan 1: 1Kor 9:16-19. 22-23
Injil: Mrk 16:15 – 20

SEORANG budak dipilih untuk menyampaikan kabar gembira kepada raja mengenai kemenangan didalam suatu peperangan. Budak ini oleh raja dianugerahi kebebasan sebagai orang “merdeka”.

Lalu bersukacitalah ia, menari-nari gembira, karena tugas tadi ternyata membawa kebebasan baginya.

Itulah sejarah singkat “evangelisasi”.

Orang Katolik punya tugas pokok bermisi, menjadi misionaris. Menyampaikan kabar gembira “Rencana Keselamatan Allah” seperti yang ditugaskan sendiri oleh Tuhan Yesus Kristus.

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”

Demikian sabda-Nya.

Sabda ini tentu tidak hanya berlaku bagi para rasul saja, namun juga bagi seluruh pengikut Kristus hingga saat ini di zaman modern.

Orang Katolik wajib mewartakan injil, tentu saja dengan cara yang berbeda-beda.

Bahkan dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus berkata,

“Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”

Gereja Katolik mendefinisikan, kaum awam melaksanakan tugasnya sebagai nabi juga melalui penginjilan, yakni pewartaan Kristus, yang disampaikan dengan kesaksian hidup dan kata-kata. (LG 35).

Dalam pandangan banyak orang, menjadi pewarta itu adalah seorang tua, kemana-mana bawa buku Kitab Suci dan mengajar Kitab Suci.

Menurut saya, pandangan itu sudah ketinggalan zaman.

Sekarang adalah zaman modern, semua serba digital.

Maka Evangelisasi juga harus menyesuaikan diri. Bahkan banyak anak muda zaman sekarang sudah ikut menjadi pewarta dan evangelis di media sosial, sesuai dengan zamannya.

Menulis di medsos, posting video tentang orang-orang kudus, menulis renungan atau hanya sekedar posting atau syer bacaan liturgi hari itu adalah bagian dari evangelisasi, penginjilan atau pewartaan di zaman modern.

Hari ini, Gereja Katolik merayakan pesta nama Santo Fransiskus Xaverius, misionaris Portugis yang bermisi hingga ke Indonesia di Makassar hingga Kepulauan Ambon. Sebagai cikal bakal agama katolik masuk ke Indonesia (1545–1547).

Gereja Katolik menganggap dia telah mengkristenkan lebih banyak orang dibanding siapapun, semenjak Santo Paulus.

Pesan hari ini

Evangelisasi di dunia maya, sebagai wujud melaksanakan perintah Kristus.

Gunakan media sosial untuk ikut terlibat dalam “Rencana Keselamatan Allah”.

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil.”

Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here