Film “Extraction”: Nihilisme Tercampakkan, Tentara Bayaran tak Kenal Takut

1
229 views
Film thriller-action "Extraction" penuh adegan perang kota dengan aktor pemeran utama Chris Hemsworth yang memerankan sosok Thor dalam film serial Marvel (Ist)

KEMATIAN anak perempuan satu-satunya selalu menghantui Tyler Rake (Chris Hemsworth). Di situ rasa kehilangan selalu mengisi batinnya. Kosong. Tanpa makna. Dan penderitaan batin ini semakin menyanyat, setiap kali sekelebat bayangan anaknya lewat di mata batinnya.

Untuk mengisi kekosongan hatinya inilah, Tyler melakoni hidupnya dengan selalu menantang maut. Hidupnya juga diwarnai oleh satu hal: tidak ada rasa takut.

Sekali waktu, ia nekad terjun dari sebuah ketinggian. Dan kali ini, dia kembali menyanggupi tawaran penuh risiko. Misinya adalah menyelamatkan Ovi Mahajan Jr (Rudhraksh Jaiswal).

Remaja ini adalah anak tokoh gembong narkoba India. Kali ini, Ovi sudah berada di tangan raja narkoba di Bangladesh bernama Amir Asif (Priyanshu Painyuli), penculiknya yang super kejam.

Memperebutkan Ovi

Nyawa Ovi dan keselamatannya bernilai jutaan dolar.

Persis karena demi uang besar inilah, Tyler lalu berangkat ke Dhaka ditemani Nik Khan (Golshifteh Farahani), tukang kepruk perempuan, temannya sesama anggota pasukan tentara bayaran.

Tyler sendiri adalah mantan anggota Australian Special Air Service, pasukan komando Negeri Kangguru.

Juga demi segepok ini pula, Saju Rav (Randeep Hooda) juga berangkat ke Dhaka. Tujuannya, untuk menyelamatkan Ovi sekaligus memastikan uang tebusan jutaan dolar itu jatuh tak salah alamat.

Justru karena “saling merebutkan” Ovi inilah, Saju dan Tyler jadi berseberangan. Sama-sama mantan anggota pasukan komando ini lalu tanpa henti selalu terlibat dalam duel mematikan. Adegan saling intai diselingi dar-der-dor terus mengisi jalannya Extraction, film super gres yang baru dirilis awal April 2020.

Memaknai kekerasan secara “positif”

Nihilisme yang sempat mengisi hati Tyler perlahan hilang. Kini, dia mulai memaknai secara berbeda atas misinya. Bukan lagi semata-mata uang. Ia terlanjur ”sayang” sama Ovi, justru karena nyawa anak gembong narkoba India kini saling “diperebutkan” oleh tiga pihak berbeda. Masing-masing membawa nilainya sendiri-sendiri.

  • Saju berburu Ovi demi uang dan bisa menyelamatkan keluarganya.
  • Gembong narkoba Dhaka bernama Asif bermotif pemerasan dan persaingan jadi bandar narkoba.
  • Tyler Rake dulu berburu uang. Kini, secara naïf kita katakan: berburu keutamaan.

Kehadirian Ovi menjadikan hidup Tyler kini punya nilai. Karena itu, misi penyelamatan dan “penjemputan” (extraction) ini sekarang berbalut purpose berbeda. Bukan lagi uang, tapi hidup penuh makna.

Karena itu, Extraction ini bukan lagi soal bunuh-membunuh, tembakan beruntun, melainkan bagaimana Ovi harus bisa selamat. Kembali ke India ke pangkuan ayahnya, walaupun dalam kisah ini masih meringkuk dalam penjara. Juga, gara-gara kasus narkoba.

Film “Extraction” by ist

Film perang tanpa henti

Exctraction sudah barang tentu masuk kategori film action tanpa henti. Mulai dari awal sampai akhirnya isinya hanya duel, gelut sampai berdarah-darah, dan tembak-menembak jarak pendek.

Mirip perang kota di mana musuh itu ada di depan, kanan-kirinya. Maka kecepatan menarik pelatuk pistol, senapan mesin otomatis, menyayat pisau komando kepada tubuh lawan adalah kunci utama agar bisa selamat.

Kalau mesti dibandingkan dengan film jenis action-thriller dengan paparan adegan demi adegan layaknya kisah perang kota sungguhan yang tanpa henti, maka film Extraction ini sejajar serunya dengan Blackhawk Down. Tiada menit tanpa pistol atau senapan serbu langsung menyalak galak dan timah panas terbang menerjang tubuh lawan.

Kalau harus menyebut kisah sedih di Extraction ini adalah kesetiaan pada gang preman narkoba itu mahal harganya. Seorang pemuda Dhaka harus rela menyayat putus jarinya sebagai tanda setiap kepada sang bos.

Tyler pun mesti duel dengan Gaspar (David Harbour), sohibnya dulu sebagai sesama anggota pasukan khusus di Australian Air Service. Lagi-lagi, karena Tyler punya komitmen untuk menegakkan purpose-nya. Sementara Gaspar pun juga punya purpose-nya sendiri: ingin bisa hidup kaya, nyaman.

Persahabatan dua teman karib itu akhirnya berakhir tragis. Gaspar mati di tangan Ovi.

Di sisi lain, karena demi purpose yang sama, kini baik Tyler dan Saju menjadi satu “perahu”. Sayangnya, Saju mati tertembak oleh sniper saat terjadi perang kota di sebuah jembatan penghubung Bangladesh dan India.

Sedangkan Tyler tertembak oleh remaja pembunuh yang dulu pernah dia “ampuni” karena tak tega hati membantai anak-anak meski mereka pegang AK-47, badik, dan pedang.

Hampir mati konyol dengan luka parah di jembatan strategis itulah kisah akhir Extraction. Di sini nihilsme lenyap. Sementara hidup dengan tujuan itu juga sudah berhasil diraih oleh Tyler.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here