Film “The Operative”, Agen Mossad Dilarang Jatuh Cinta dengan Orang Iran

0
225 views
Film "The Operative"

DALAM dunia spy, mengumpankan agen intelijen perempuan itu sudah biasa. Juga sudah jamak, agen perempuan sampai terlibat urusan cinta dan ranjang.

Namun, dalam film The Operative (2019), urusan cinta dan ranjang benar-benar menjadi pantangan. Apalagi kalau medan operasi intelijen ini berlokasi di wilayah musuh dengan risiko kematian.

Namun, larangan keras ini gugur di tangan Rachel (Diane Kruger. Demi mendapatkan sumber informasi penting, ia hanyut dalam dekapan Farhad (Cas Anvar).

Kisah cinta berbalut ranjang ini menjadikan urusan intelijen menjadi sangat pelik. Terutama karena yang berkepentingan dengan upaya mengulik data rahasia Iran adalah Mossad, dinas intelijen Israel.

Dengan berbagai cara, Mossad berhasil menyelundupkan Rachel ke Teheran guna menelisik rahasia program nuklir Iran. Salah satu akses menuju ke sana adalah melalui Farhad, pengusaha bisnis elektronik.

Namun, pucuk dicinta ulam tiba. Rachel dan Farhad terlibat dalam urusan cinta. Meski demikian, Rachel juga cukup tega mengeksekusi seorang penjaga pabrik dengan sianida, lantaran bapak tua ini mengenali wajahnya ketika ia berhasil mencuri data rahasia bisnis Farhad. Sebuah adegan yang menyayat hati.

Tentu saja, Tel Aviv menjadi sangat-sangat gusar dan marah.

Dilemma bagi handler-nya

Kegusaran inilah yang menghantar Thomas (Martin Freeman) untuk kembali meletakkan Rachel di jalur yang benar. Thomas merasa serba salah.

Sebagai handler-nya, Rachel layak dilindungi. Termasuk ketika harus melakukan aborsi diam-diam, lantaran rahimnya terlanjur berisi janin hasil hubungannya dengan Farhad.

Begitu pula, ketika Mossad sampai kepada keputusan harus mengeliminasi Rachel. Salah satu alasannya adalah karena Rachel lebih “membela” hubungannya dengan Farhad daripada meneruskan tugasnya sebagai spy untuk Mossad.

Rachel, agen Mossad yang dikirim ke Teheran, Iran, oleh handler-nya yang bernama Thomas. (ist)

Bukan dari kisah nyata

The Operative digarap sutradara Yuval Adler berdasarkan novel berbahasa Hibrani The English Teacher (המורה לאנגלית) karya Yiftach Reicher-Atir, seorang mantan agen Mossad.

Sama seperti kisah-kisah film spy dengan fokus sepak-terjang Mossad, detil-detil operasi intelijen Rachel dalam The Operative ini juga digarap dengan teliti.

Yang membedakan kali ini adalah hanya ada satu tembakan saja. Selebihnya, suspense itu dibangun dari ketegangan batin antara “ya” dan “tidak” yang selalu menggelayuti batin Rachel.

Antara ya dan tidak

Ketegangan psike yang dibangun dalam film panjang The Operative ini tidak dengan banyak tembakan. Melainkan dengan sekuel-sekuel pertentangan batin yang menggelayuti Rachel.

Di sepanjang tugasnya mengintai Teheran itulah, Rachel hidup dalam dua “dunia” saling kontradiktif.

Membunuh janin dengan aborsi atau tidak. Mengeksekusi satpam tua baik hati yang telah memberinya rokok atau tidak. Melanjutkan cintanya dengan Farhad atau tidak.

Nah, persis di Leipzig inilah ketegangan psike itu memuncak di hati terdalam Rachel.

Ia tidak terima, ketika Farhad yang tengah berkunjung ke Jerman tiba-tiba saja dijebak oleh agen-agen Mossad.

Rachel memberontak dan bicara tegas kepada handler-nya: “I am out now”. Saat itu pula, Rachel memutuskan keluar dari Mossad.

Di ujung sana, sudah ada moncong senjata laras panjang. Seorang sniper telah mengintai kepala Rachel, agen Mossad yang kini membelot dengan tetap mencintai “musuhnya”, orang Iran.

Padahal kita tahu, sampai saat ini Iran dan Israel saling mengintai dan terlibat dalam sejarah permusuhan sangat panjang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here