Fitnah Merusak Kerajaan Allah

0
192 views
Ilustrasi - Tertuduh karena tidak mau ikut tradisi. (Ist)

Kamis, 29 Juli 2021

Kel. 40:16-21.34-38.
Mat. 13:47-53.

PAGI itu, saya sedang memberesi tanaman di kebun belakang. Datanglah seorang bapak dengan pakaian olahraga.

“Pastor, saya merasa lega saat ini. Segala sesuatu yang dituduhkan kepadaku tidak terbukti. Pelaku yang selama ini berbuat tidak baik sudah ketahuan dan diproses polisi,” kata bapak itu.

“Saya dituduh mengkorupsi bantuan pembangunan jembatan,” lanjutnya.

“Berita yang sangat menyejukkan di pagi hari. Akhirnya kebenaran menampilkan wajahnya,” kataku.

“Betul, Pastor. Padahal mereka sangat rapi membungkus kebatilannya,” sahutnya.

“Mereka bekerja ama dengan banyak pihak di kantor. Bahkan toko tempat mengambil material pun diajaknya,” lanjutnya.

“Keadilan yang datang dari Tuhan itu muncul ketika tim auditor pusat menemukan banyak kejangalan. Lalu ditambah adanya saksi baru,” tuturnya.

“Waktu saya mengunjungi salah satu karyawan yang sakit, di situlah saya mendengar dan menemukan bukti permainan kotor teman-temanku sendiri,” tuturnya.

“Selama ini, mereka sengaja menghembuskan fitnah bahwa saya mengkorupsi uang proyek,” katanya.

“Padahal saya telah berusaha bekerja sejujur dan sebaik mungkin. Saya beberapa kali menolak untuk ajakan mereka untuk bekerjasama untuk berlaku tidak jujur,” lanjutnya.

“Bagiku, tempat kerjaku adalah tempat merasulku. Tempat menjalankan komitmenku sebagai pengikut Yesus,” lanjutnya.

“Ketekunan dan kesabaran bapak mendapat berkat. Tuhan tidak akan mengecewakan Bapak,” selaku.

“Itulah yang memguatkan saya, ketika tuduhan dan fitnah menimpa saya,” jawabnya.

“Setelah tiga tahun saya hilir mudik ke kantor polisi, baru kini ada bukti-bukti baru yang membebaskan saya,” sambungnya.

“Selama ini, keluargaku tertekan karena dicap sebagai koruptor, makan uang haram. Orang-orang menyingkiri kami. Bahkan teman-teman Gereja. Kami benar-benar susah dan menderita lahir batin,” katanya

“Syukurlah bahwa Tuhan tidak tidur. Ia menunjukkan keadilan dan kebenaran pada saat kami tidak berdaya dan ingin menyerah,” katanya lagi.

“Tuhan sungguh hakim yang adil. ia memisahkan kebaikan dan kejahatan. ia yang membongkar kebohongan dan kepalsuan,” jawabku.

Banyak masalah yang harus kita hadapi dengan hati yang bersih manakala kita berhadapan dengan masalah kebohongan dan ketidakadilan.

Hanya dengan hati bersih, kita bisa meletakkan nasib dan masa depan kita di tangan Tuhan.

Biarlah Dia menguatkan dan melindungi kita dari orang-orang yang curang dan penipu.

Apakah aku tetap sabar pada saat difitnahkan segala yang jahat pada diriku?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here