FKUB Kunjungi Gereja St. Paulus Pringgolayan di Banguntapan, Bantul, DIY

0
722 views
Kunjjungan FKUB ke Gereja St. Paulus Paroki Pringgolayan, Bantul, DIY. (Bala Seda/Paroki Pringgolayan)

Walau berbeda suku bangsa
Dan berbagai macam agama
Bagai taman Bhinneka Tunggal Ika
Tetaplah berkasih sayang di dalam kehidupan

Surga neraka urusan Tuhan
Islam cinta perdamaian
Kristen penuh kasih sayang
Hindu Buddha tak suka bertengkar

Bicara lintas agama
Di taman hati yang indah
Soko tunggal Abdurrahman Wahid

Lirik di atas adalah sedikit penggalan dari lagu Nyanyian Perdamaian, sebuah lagu yang sayup-sayup terdengar menyambut kedatangan rombongan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Banguntapan, Bantul Yogyakarta.

Pagi itu, Sabtu (8/12/2018), area sasono binuko Gereja St. Paulus Pringgolayan menjadi tempat silaturahmi antara pengurus FKUB beserta rombongan dengan perwakilan umat Gereja Pringgolayan.

 

Kunjungan FKUB Banguntapan merupakan bagian dari program kerja dan rangkaian kunjungan FKUB pada beberapa tempat ibadah di wilayah Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Sebenarnya, terlebih dahulu sudah dikenal sebuah komunitas yang disebut FPUB (Forum Persaudaraan Umat Beriman). Perlu diketahui bahwa FKUB itu lembaga yang berbeda dengan FPUB. Kita sebagai umat gereja perlu bekerja sama dan bersyukur akan keberadaan orang lain yang berkehendak baik serta berbagai forum yang mewadahi itu.

FKUB Kecamatan Banguntapan

Dilansir dari situs pkub.kemenag.go.id, disebutkan bahwa Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merupakan forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah (dalam hal ini pemerintah daerah) dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan.

Keanggotaan FKUB terdiri atas pemuka-pemuka agama, yaitu tokoh komunitas umat beragama baik yang memimpin ormas keagamaan maupun yang tidak memimpin ormas keagamaan, yang diakui dan/atau dihormati oleh masyarakat setempat sebagai panutan.

Pembentukan FKUB bertujuan untuk memelihara dan mengembangkan kerukunan umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. FKUB ada di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. FKUB dapat dibentuk di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa untuk kepentingan dinamisasi kerukunan, tetapi tidak memiliki tugas formal sebagaimana FKUB tingkat provinsi dan kabupaten/ kota.

FKUB Kecamatan Banguntapan merupakan salah satu bagian dari FKUB di wilayah Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dalam hal ini tentu saja ada kaitan dan relasi dengan Gereja St. Paulus Paroki Pringgolayan yang juga sama-sama berada dalam wilayah Kecamatan Banguntapan, Bantul.

Bingung menyapa Romo

Pentingnya upaya saling mengenal dan silaturahmi antara sesama umat beragama terlihat kala pertemuan itu.

Misalnya saja ada sebuah momen lucu saat rombongan dari FKUB bingung untuk menyapa Romo Agustinus Ariawan Pr selaku pastor paroki. Ada yang menyebut “Pak”, bahkan “Pendeta”.

Sebagai tuan rumah, Romo Ariawan yang membuka pertemuan, sebagai bentuk sapaan selamat datang kepada para tamu sekaligus apresiasinya akan keberadaan dan program FKUB serta harapan romo agar Gereja Pringgolayan bisa makin berkiprah dalam mendukung terjalinnya persaudaraan dan kebersamaan antara sesama umat beragama.

Dari perwakilan Gereja Pringgolayan, selain Romo Ariawan, juga ada sambutan dari pengurus harian dewan paroki. Beberapa di antaranya bisa dirangkum sebagai berikut.

Bpk. A. Purwono Budi Santosa, menjelaskan kepada para tamu tentang sejarah singkat perkembangan Gereja Pringgolayan serta keterbukaan gereja bagi masyarakat luar untuk memanfaatkan beberapa fasilitas umum yang ada di gereja (lapangan tenis, lahan parkir, dan sebagainya).

Suasana pertemuan dan para pembicara.

Kemudian, Bpk. Johanes Radjaban memberikan informasi tambahan lain seputar Gereja Pringgolayan sekaligus memperkenalkan beberapa anggota Pengurus Harian Dewan Paroki serta pengurus lain yang hadir dalam pertemuan.

Mari Bijak Sikapi Kasus Pemotongan Kayu Salib di Pemakaman di Kotagede, DIY

Sebagai sambutan penutup dari pihak gereja, Bpk. YB Jarot Budi Harjo selaku Ketua Bidang Pelayanan Masyarakat menginformasikan kepada rombongan FKUB akan beberapa bentuk pelayanan kasih Gereja Pringgolayan antara lain: layanan kesehatan, sosial ekonomi, pendidikan, bakti sosial, dan sebagainya.

Putera asli Banguntapan

Rombongan FKUB dipimpin oleh Ketua FKUB Kecamatan Banguntapan, Bpk. Ketut Santosa. Dalam sambutannya, Bpk. Ketut menyampaikan ucapan terima kasihnya atas sambutan hangat pihak Gereja Pringgolayan, sekaligus beliau menuturkan tentang beberapa program FKUB, baik yang direncanakan maupun yang sudah berjalan.

Tidak lupa, pada kesempatan itu Bpk. Ketut memperkenalkan beberapa pengurus FKUB yang ikut hadir dalam kunjungan tersebut. Puji Tuhan, salah satu pengurusnya adalah umat Gereja Pringgolayan, yakni Bpk. Y. Susanto.

Dari jajaran kepolisian turut hadir Kapolsek Banguntapan, Kompol Suhadi. Ada yang menarik dari sosok Kapolsek ini, beliau ternyata putra asli Banguntapan. Kapolsek menceritakan bahwa saat kecil dahulu sering melewati area lahan gereja, sebelum gereja dibangun. Sehingga sudah cukup familier dengan Gereja Pringgolayan.

Kompol Suhadi secara khusus memuji dan memberikan apresiasi kepada umat Gereja Pringgolayan yang pada awal tahun kemarin bisa sabar dan mengendalikan diri menghadapi riak kejadian yang sempat menghebohkan.

Dalam rombongan yang datang, juga turut hadir Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banguntapan, Bpk. Wiharno, S.Ag. Pada kesempatan memberikan sambutan, Kepala KUA menyampaikan dukungannya akan upaya mengembangkan nilai-nilai toleransi, khususnya lewat forum-forum seperti FKUB.

Melihat lingkungan sekitar gereja

Kunjungan FKUB kali ini juga menjadi kesempatan bagi rombongan untuk berkeliling dan melihat-lihat kondisi Gereja St. Paulus Pringgolayan.

Peninjauan Lingkungan Gereja.

Romo Paroki ikut Ronda RT

Gereja St. Paulus Pringgolayan merupakan bagian dari RT 1 Dusun Pringgolayan. Saat pertemuan tersebut juga turut hadir Ketua RT 1 Bpk. Tito Priyo Sutrisno.

Dalam sambutannya Bpk. Tito menyampaikan kebanggaannya akan keberadaan gereja dan umat Katolik di wilayah RT 1. Bahkan ada yang menarik, ketika sang Ketua RT menginfokan bahwa Rm Ariawan pun menyempatkan diri untuk ikut dalam kegiatan ronda malam di kampung.

Dalam kaitan dengan FKUB, Bpk. Tito mendukung adanya FKUB serta mengharapkan agar FKUB bisa menjangkau dan merangkul lebih banyak lagi wakil-wakil dari berbagai kelompok keagamaan, khususnya dari perwakilan umat Kristen Protestan di wilayah Kecamatan Banguntapan.

Akhirnya, setelah sesi tanya jawab singkat, pertemuan ini pun ditutup sambil tidak lupa para peserta melakukan foto bareng di sekitar area gereja.

Paroki Adm. Pringgolayan di Bantul: Syukuran Pesta Nama Lingkungan St. Barnabas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here