Flexing

0
47 views
Pamer by Faultable

Rabu, 19 Juni 2024

2Raj 2:1.6-14;
Mzm 31:20.21.24;
Mat 6:1-6.16-18.

FENOMENA flexing menjadi sebuah fenomena sosial. Media sosial, memberi kebebasan untuk mengekspresikan diri, menampilkan foto dari berbagai angle, dan menampilkan gaya hidup mewah serta perilaku saleh.

Media sosial menjadi media untuk meraih pengakuan dan pujian dari orang lain. Semakin banyak like dan komentar afirmatif membuat seseorang merasa diakui dan dihargai.

Banyak orang yang dengan sukacita berbagi aktivitasnya kepada orang lain. Setiap hari ada orang yang seakan wajib membagikan kegiatan-kegiatan atau tindakan mereka di media sosial supaya dilihat oleh orang banyak.

Bahkan, ada yang mengirim fotonya yang sedang berdoa supaya dilihat orang lain. Ada yang hanya main-main, tetapi ada yang suka supaya orang lain tahu apa yang sedang ia perbuat. Terkesan bahwa orang mencari perhatian dari orang lain dan mungkin pula pujian.

“Inilah kecenderungan manusiawi yakni lebih mudah membuat perhitungan untung dan rugi dan besarnya hasil dari sebuah tindakan daripada memilih untuk melakukan kebaikan itu dengan diam-diam, tulus, dan rendah hati,” kata seorang sahabat.

“Ketika saya melihat seseorang gemar memamerkan kemewahan atau perilaku saleh, timbul pertanyaan dalam hatiku, mengapa seseorang itu melakukannya dan mengapa sampai melakukan hal tersebut.

Biasanya mereka berpikir akan menemukan kenyamanan dengan cara memperlihatkan gaya hidup mewah dan perilaku salehnya kepada orang lain. Pamer materi dan perilaku luhur serta saleh di media sosial menjadi cara yang ia pikirkan untuk meraih pujian dan pengakuan dari orang lain,” paparnya

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian, “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga.”

Yesus menghendaki supaya kita melakukan perbuatan kasih seperti memberi, berdoa dan berpuasa tanpa maksud mencari kemuliaan diri kita. Tetapi semua itu dilakukan demi kemulian Allah Bapa yang di surga. Dia sendiri akan memberikan kemulian itu kepada kita.

Lewat bacaan Injil diajarkan supaya memberi bantuan kepada orang lain dengan sepenuh hati tanpa ada perhitungan dan tidak perlu supaya orang lain harus mengetahui perbuatan itu. Karena, Bapamu yang di surga telah melihat perbuatanmu yang tersembunyi itu dan akan membalasnya.

Yesus mengingatkan supaya kalau berdoa jangan seperti orang munafik yang memperlihatkan kepada orang lain supaya orang mengetahui bahwa dia adalah seorang pendoa. Doa bukan untuk disombongkan tapi doa dimaksudkan untuk membangun relasi yang intim dengan Allah Bapa sehingga, tidak perlu diupload dan diperlihatkan kepada orang lain.

Berpuasalah dengan wajah yang ceria bukan dengan muka yang suram supaya orang lain mengetahuinya. Untuk itu Yesus mengatakan kepada muridnya supaya kalau berpuasa minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku melakukan hidup keagamaanku secara tersembunyi atau aku mencari pujian manusiawi?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here