Fokus pada Panggilan Pribadi

0
174 views
Yohanes, penulis Injil. (Wiki)

DALAM Injil yang dibacakan kemarin (Yohanes 21: 15-19), Yesus bertanya tentang kasih Petrus kepada-Nya. Kemudian memberinya tugas agar Petrus menggembalakan domba-domba-Nya dengan cara mengikuti-Nya (Yohanes 21: 19).

Melihat Yohanes, murid yang dikasihi Yesus berada di dekat mereka, Petrus bertanya kepada Yesus, “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” (Yohanes 21: 21).

Yesus tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Dia menjawab bahwa itu bukan urusan Petrus (Yohanes 21: 22). Lalu, kembali menegaskan bahwa tugas Petrus adalah mengikuti Dia (Yohanes 21: 22).

Jawaban itu menegaskan supays Petrus memfokuskan diri pada tanggung jawab yang dipercayakan Yesus kepadanya dan tidak perlu mencampuri urusan orang lain.

Inilah salah satu pesan penting dari injil hari ini (Yohanes 21: 20-25).

Para pengikut Kristus diingatkan untuk berkonsentrasi pada panggilan mereka, yakni mengikuti Yesus dan tidak merepotkan diri dengan perkara orang lain.

Ini amat relevan, karena kita hidup dalam masyarakat yang suka bergosip dan bicara tentang pribadi orang lain.

Mereka ini lupa mengurus dirinya sendiri. Mereka ingin mengatur dan menilai orang lain sampai tidak mempunyai waktu untuk melihat dan memperbaiki dirinya sendiri.

Tugas utama para murid Yesus adalah mendengarkan Tuhan dan melaksanakan ajaran-Nya. Jangan sampai membiarkan diri tenggelam dalam gosip yang melawan cinta kasih dan merupakan salah satu sumber dosa.

Hari ini, Yesus menegaskan kepada Petrus dan setiap pengikut-Nya agar mereka melaksanakan pesan-Nya, yakni “Ikutlah Aku!”.

Bagaimana selama ini kita mengikuti Yesus? Apakah kita fokus pada panggilan pribadi itu?

Sabtu, 27 Mei, 2023
Alherwanta, O. Carm.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here