Fokus pada Pengutusan Panggilan

0
161 views
Peserta live in aksi panggilan dari 23 tarekat berfoto bersama. (Ist)

Bacaan 1: 2Tim 1:1 – 8
Injil: Luk 10:1 – 9

PRESIDEN adalah orang penting yang harus dijaga keamanannya dari orang-orang tidak bertanggungjawab. Presiden memiliki pengawal pribadi yang disebut Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden).

Salah satu tugas Paspampres mendahului perjalanan dalam setiap kunjungan Presiden, baik ke daerah maupun ke luar negeri.

Mereka harus memastikan bahwa situasi di daerah tersebut mutlak aman. Mereka bekerja dengan taruhan nyawa, siap melindungi (menjadi perisai hidup) Presiden dari serangan orang tidak bertanggungjawab.

Pandai mengatur strategi dan rencana yang brilian manakala terjadi hal-hal diluar agenda Presiden.

Dalam bacaan hari ini, Tuhan Yesus membentuk kelompok murid yang lain dari dua belas rasul.

Mereka adalah kelompok tujuh puluh, yang bertugas layaknya Paspampres mendahului dalam setiap perjalanan Tuhan Yesus. Mereka harus tetap fokus pada perutusannya dengan tidak memikirkan hal-hal diluar tanggungjawabnya.

“Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.”

Ga boleh mikirin bekal, bahkan memberi salam dan mampir ngobrol pun tidak boleh. Namun demikian, mereka harus tetap rendah hati. Jika akan singgah tinggal di suatu rumah, mereka harus memberi salam.

Jika tuan rumah berkenan maka mereka tinggal dan makan disitu, keluarga itu akan terberkati.

Jika mereka menolak maka berkat itu akan kembali kepada para murid. Dengan cara demikianlah Tuhan mencukupi kebutuhan para murid itu sebab pekerja patut mendapatkan upahnya.

Mereka harus mewartakan pertobatan untuk menyambut kedatangan Kerajaan Allah yang dihadirkan oleh Tuhan Yesus.

Rasul Paulus yang saat itu sedang dipenjara memberikan peneguhan kepada anak didiknya, Timotius.

Seorang anak saleh kenal Kitab Suci sejak kecil oleh didikan neneknya Lois dan ibunya Eunike yang merupakan Yahudi Diaspora taat, namun ayah Timotius adalah orang Yunani.

Rasul Paulus berpesan agar Timotius tidak takut dan malu dalam mewartakan kabar gembira Tuhan Yesus. Sebagai orang beriman maka harus fokus dalam bekerja bagi Tuhan.

Doa Rasul Paulus senantiasa menyertai Timotius sehingga hidupnya selalu dalam lindungan Roh Kudus.

Pesan hari ini

Kita masing-masing memiliki tugas perutusan yang unik dari Tuhan. Sama seperti Paspampres, tetap fokus, tidak malu dan tidak takut dalam menjalaninya meski nyawa adalah taruhannya. Karena Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kita.

Tuhan juga senantiasa mencukupi apa yang menjadi kebutuhan hidup kita melalui orang-orang disekitar kita.

“Biarkan kehidupan terus mengalir seperti air. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here