Fondasi dan Akar

0
149 views
Keluarga harmoni

BAGAIMANA cara termudah merobohkan rumah? Hancurkan fondasinya.

Bagaimana membuat pohon mati sama sekali? Membongkar akar-akarnya.

Masyarakat manusia berdiri kokoh di atas fondasinya, yakni keluarga. Lembaga ini dibangun atas perintah Allah kepada manusia (Kejadian 2: 24). Tuhan menghendaki manusia tetap eksis lewat perkawinan.

Bersatunya pria dan wanita dalam pernikahan bukanlah semata-mata keinginan manusia. Ada “design” yang tinggi dan mulia di baliknya, yakni rencana ilahi (Matius 19: 4).

Karena itu, Tuhan Yesus menegaskan kembali kehendak Allah itu tatkala orang Farisi bertanya kepadanya tentang boleh tidaknya perceraian.

Pada dasarnya, perceraian bertentangan dengan rencana awal dan mulia dari Allah atas manusia (Matius 19: 5).

Rencana itu tidak bebas dari pelbagai kesulitan dan tantangan hidup perkawinan seperti perceraian. Masalah perkawinan makin kompleks seiring dengan perkembangan zaman.

Namun, modernisme dan individualisme bukanlah faktor utama perceraian. Bukankah pada zaman Perjanjian Lama sudah ada perceraian (Matius 19: 7)?

Salah satu faktornya adalah ketegaran hati (Matius 19: 8) yang meruntuhkan komitmen terhadap relasi kasih. Tanpa ikatan kasih sejati pengorbanan terasa amat berat. Sering tidak tertahankan.

Menghadapi realitas itu, orang perlu kembali ke rencana awal dari Sang Pencipta. Memohon bantuan rahmat-Nya.

Waspadalah, keluarga retak masyarakat rusak. Perceraian itu mengancam keluarga; bak membongkar fondasi dan akarnya.

Jumat, 12 Agustus 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here