Gagal Fokus

0
191 views
Ilustrasi - Medsos untuk mejeng eksis diri. (Ist)

Puncta 26.06.22
Minggu Biasa XIII
Lukas 9:51-62

APAKAH anda termasuk orang yang tidak mampu hidup tanpa smartphone atau gadget?

Hati-hati kalau anda sudah masuk kategori kecanduan gadget.

Kalau tidak pegang smartphone, HP atau gadget rasanya bingung dan gelisah. Itu adalah gejala

Kecanduan atau keterikatan yang berlebihan dengan smartphone atau gadget akan mempengaruhi kesehatan psikologis sesorang.

Anak-anak yang sudah kecanduan gadget, misalnya main game, akan berubah perilakunya.

Anak-anak jadi susah diatur. Mereka mudah marah, teriak-teriak kalau tidak diberi gadget. Bahkan mereka berani mengancam, memaksa, menyakiti orang lain.

Kecanduan membuat mereka jadi pribadi yang gagal fokus.

Pribadi yang gagal fokus itu ditandai dengan perilaku mudah gelisah, tidak tenang, emosinya meledak-ledak, sering mengganggu orang lain, tidak peka terhadap dunia sekitarnya.

Hubungan sosial menjadi terganggu.

Untuk menjadi murid Yesus, orang dituntut bisa fokus pada kehendak-Nya.

Orang ingin mengikuti Yesus, tetapi masih sibuk dengan banyak hal yang diurusi.

Ada yang minta ijin menguburkan ayahnya. Ada yang izin untuk pamit keluarganya. Aneka macam alasan.

Yesus menghendaki orang untuk total melaksanakan panggilannya.

Banyak orang punya berbagai alasan, bahkan alasan yang secara moral sangat baik, tetapi hanya untuk menghindari panggilan atau tanggungjawab.

Mudah sekali orang minta ijin atau pamit untuk meninggalkan tugas pokok yang diemban.

Orang tidak fokus pada tugas utamanya. Kita juga sering kurang fokus dalam mengikuti Yesus.

Ada banyak alasan dan urusan tidak penting jadi dasar kita meninggalkan panggilan Tuhan.

Yesus bukan tidak peduli dengan urusan orang. Tetapi Dia minta kepada kita untuk fokus pada panggilan-Nya.

“Biarlah orang mati menguburkan orang mati” atau “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Demikian kata-Nya demi totalitas.

Yesus menghendaki totalitas dalam mengikuti panggilan-Nya. Ia tidak menghendaki orang “lirik kanan lirik kiri atau menoleh ke belakang.”

Panggilan dan perutusan-Nya menuntut totalitas seluruh kehendak dan jiwa raga.

Kadang kita mengikuti Ekaristi saja, pikiran masih ke sana kemari. Badannya di gereja tetapi pikirannya penuh dengan urusan macam-macam.

Tidak bisa fokus. Apalagi sedang ekaristi masih “nyambi” terima telepon di HP, ngobrol dengan teman sebangku, sibuk balas WA dan lain urusan.

Kita diajak untuk fokus dan total dalam menjalankan tugas pengutusan atau panggilan kita.

Mari kita mengikuti Yesus dengan sepenuh hati.

Ke toko buku beli tas,
Jangan lupa bawa peniti.
Yesus menuntut totalitas,
Ikuti Dia sepenuh hati.

Cawas, mengikuti Dia…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here