Gereja Butuh Banyak “Ritchie”, Sosok Bocah Inspiratif

0
380 views
Prrogam doa bersama Romo Markus Solo SVD dari Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Agama (PCID) di mana diikuti bocah berumur 9 tahun bernama Gregorius Agung Ritchie Gabriel Siladjaja. (Dok. Keluarga)

KEMARIN, hari Minggu malam tanggal 26 Juli 2021, mulai pukul 19.30-20.45 WIB, saya memberi program katekese lewat webinar untuk sebuah wilayah di Jakarta.

Diawali dengan Doa Rosario dan Devosi Hati Kudus Yesus.

Banyak sekali partisipan yang hadir.

Di Eropa, partisipan kegiatan macam begini dijamin hanya bisa dihitung dengan jari. Ini kehebatan umat Katolik di Indonesia.

Tak lupa saya memuji dan memotiviasi mereka. Baik orang dewasa maupun anak muda. Bahkan anak kecil.

Supaya meneruskan dan meningkatkan semangat iman yang bagus ini.

Masih anak kecil

Tema Katekese saya “Pengikut Kristus dan Menjadi Orang Samaria yang Baik Hati di Tengah Krisis Pandemi Covid-19”.

Materi saya paparkan dengan kombinasi antara narasi ringan dan bahasa teologi. Lebih mudah didaur oleh orang dewasa.

Tetapi selama berbicara, layar komputer saya selalu menampilkan wajah seorang anak kecil di galeri deretan depan, laki-laki sekitaran umur enam tahun bernama Ritchie.

Yang membuat saya kagum adalah kehadiran Ritchie dengan konsentrasi penuh, tenang, tatapan yang nampak terfokus, terkesan memahami dan menyerap isi pembicaraan tanpa pernah membuat keributan apa pun.

Padahal saya bicara satu jam lima belas menit; termasuk Q&A.

Tidak pernah saya lihat penampakan seperti ini dalam webinar-webinar sebelumnya.

Gregorius Agung Ritchie Gabriel Siladjaja. (Dok. Keluarga)

Kehadiran Ritchie (9) ikut menggarisbawahi poin keempat rekomendasi saya di akhir katekese. Bahwa orangtua, persis di Hari Minggu Kakek-Nenek Sedunia yang pertama (25 Juli, Pekan ke-17 Masa Biasa), jangan lupa selalu terbuka untuk membantu anak-anak dan kaum muda agar aktif mengambil bagian di dalam peran dan tugas menggereja dan bermasyarakat.

Karena segala yang baik saat ini hanya akan berlanjut bila kita menyiapkan anak-anak dan kaum muda dengan baik untuk meneruskannya.

Estafet kebaikan dan tradisi indah janganlah putus. Agar kegelapan tidak melanda masyarakat, bangsa, Gereja, dan dunia ini di masa akan datang.

Ritchie sudah menjadi anak inspiratif semalam.

Ia anak baik, benih-benbih iman nampak subur di dalam dirinya. Hasil didikan orangtua yang serius dan penuh tanggungjawab.

Entah ke mana jalannya menuju masa depan, Tuhan sendiri yang tahu.

Yang jelas anak baik sering sukses dan cita-cita mereka juga mudah tercapai.

Jadi Romo? Who knows? However, dunia selalu butuh orang-orang baik.

Semoga Gereja selalu tetap menjadi sumber dan “gudang” orang-orang baik yang selalu berani dan setia menjadi garam dan terang dunia.

Salam dari Vatikan City

Padre Marco SVD

Berikut ini tautan video di mana Ritchie mengikuti program acara doa bersama secara daring ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here