God Is Bigger Than Elvis

0
228 views
Dolores Hart --suster benediktin mantan bintang Hollywood. (Ist)

Puncta 28.07.21
Rabu Biasa XVII
Matius 13: 44-46

GENERASI milenial pasti tidak mengenal siapa itu Dolorest Hart. Dia adalah bintang film Hollywood yang terkenal pada era tahun 60-an.

Dia sering main film bersama bintang-bintang top seperti George Hamilton, Robert Wagner dan Elvys Presley.

Mereka adalah ikon layar perak Hollywood. Dolorest hidup dalam gemerlap dan hingar bingar dunia hiburan paling top di dunia.

Tiba-tiba dia meninggalkan dunia film yang melambungkan namanya. Pada usia 24 tahun, pada masa jaya-jayanya, dia masuk biara menjadi Suster Benediktin. Seorang suster pertapa yang hidup tertutup di dalam biara.

Dunia seolah tercengang.

Apa yang dia cari dengan meninggalkan popularitas seorang bintang film terkenal?

Dalam otobiografinya The Ear of the Heart: An Actress’ Journey from Hollywood to Holy Vows, ia sering ditanyai, mengapa lebih memilih menjadi biarawati daripada bermain bersama Elvys Presley bintang rock n roll terkenal itu?

Ia menjawab, ”God is bigger than Elvis.”

Dengan kata lain Tuhan adalah segala-galanya daripada ketenaran, kekayaan dan gemerlap duniawi.

Tuhan Yesus mengajar, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu.

Demikian pula, hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

Belajar dari Rev. Mother Dolorest Hart OSB, yang meninggalkan segalanya demi menemukan Tuhan sebagai harta paling berharga, kita bisa bertanya, apa sebetulnya yang kita cari dalam hidup ini?

Kalau keluarga adalah harta paling berharga, pasti anda akan berjuang demi keutuhan dan kebahagiaan keluarga. Kalau harga diri adalah mutiara paling indah, semua usaha akan diarahkan untuk mengejar itu.

Kalau popularitas adalah nilai tertinggi, maka hidup dipandang gagal jika tidak bisa terkenal.

Nilai yang paling berharga dan paling diperjuangkan akan mempengaruhi sikap hidup, perilaku, cara bertindak dan relasi dengan yang lain.

Harta yang paling berharga itu akan menjadi motivasi perjuangan hidup. Kejarlah apa yang menjadi mutiara hidup kita.

Semoga tercapai….

Berjalan ke timur menuju Surabaya.
Kalau bisa sampai ke pulau Dewata.
Imamat adalah harta paling berharga.
Semoga aku tekun dan setia menjalaninya.

Cawas, ayo tetap semangat…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here