Gubernur Kaltim Resmikan Gereja Katedral Samarinda bersama Hadirnya Nuntio Mgr. Piero Pioppo dan Menteri Jonan

0
2,015 views
Gubernur Kaltim, Nuntio, Menteri Jonan, dan Uskup Agung Keuskupan Samarinda secara bersama memotong pita tanda diresmikannya bangunan baru Gereja Katedral Samarinda . (Courtesy of Tribun News Samarinda)


HARI  Selasa, tanggal 30 April 2019, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menyambut kedatangan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Piero Pioppo dan Menteri ESDM Ignasius Jonan di Bandara APT (Aji Pangeran Tumenggung) Pranoto di luaran Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Ini terjadi jelang peresmian Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi Samarinda.

Gubernur Isran juga menyambut kedatangan Ignasius Jonan di ruang VIP Bandara APT Pranoto.

Kehadiran Nuntio dan Menteri Jonan ke Samarinda dalam rangka peresmian Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi di yang berlokasi di tepi Jl. Sudirman, Samarinda, Kalimantan Timur.

Gubernur sempat berbincang hangat dengan Nuntio dan Menteri Jonan.

Hadir pula dalam penyambutan tersebut adalah Bapak Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto MSF, dan Pastor Paroki Katedral Santa Maria Penolong Abadi Samarinda Romo Moses Komela Avan.

Menyambut kedatangann para Uskup yang sedianya akan menghadri peresmian dan pemberkatan bangunan Gereja Katedral Samarinda yang baru. (Tribun News Samarinda0

Ini merupakan kedatangan kali pertama Nuntio Mgr. Piero Pioppo ke Samarinda.

Usai dari bandara, rombongan segera bertolak menuju Hotel Senyiur, Samarinda, untuk rehat sejenak.

Dijadwalkan peresmian Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi Samarinda dimulai pukul 14.00 WITA.

Peresmian Gereja Katedral Samarinda akan diawali dengan perarakan dan diiringi tarian Dayak.

Arak-arakan tarian khas Dayak Kaltim sambut rombongan para tetamu istmewa jelang peresmian bangunan Gereja Katedral Samarinda yang baru. (Tribun News)

Pembangunan Gereja Katedral Samarinda dimulai sejak Juli 2017 yang diawali proses pembongkaran total bangunan Gereja Katedral yang lama dan penataan lahan.

Selanjutnya pada Kamis 14 September 2017, Gubernur Kaltim saat itu yakni Awang Faroek Ishak membuka groundbreaking pembangunan Gereja Katedral yang baru.

Meski belum diresmikan, sejak awal tahun 2019 bangunan fisik gereja sudah bisa difungsikan.

Bahkan umat paroki sudah bisa merayakan Paskah di Katedral Samarinda beberapa waktu lalu.

Menteri Jonan mengajak bercanda Gubernur Kaltim. Sementara Nuntio Mgr. Pioppo, Uskup Agung Keuskupan Agung Samarinda ikut tertawa; juga Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Eusabius Binsasi bersama nyonya dan pejabat lokal Samarinda dan Kaltim. (Tribun News)

Tidak representatif lagi

Pastor Paroki Katedral Samarinda, Romo Moses Komela Avan Pr. Menyebutkan renovasi gereja ini dibangun dengan alasan bangunan gereja lama sudah tidak layak dan tidak representative. Utamanya dalam menampung kebutuhan umat Katolik beribadah.

Ia mengatakan bangunan Gereja Katedral lama itu dibangun sebagai Gereja Paroki Samarinda pada tahun 1953 yang kemudian dijadikan sebagai Gereja Katedral pada saat Keuskupan dibentuk pada tanggal 3 Januari 1961.

“Katedral lama, bangunannya sudah tua, mulai rapuh dan memerlukan pemugaran secara menyeluruh,” kata Romo Moses, Selasa (30/4/2019).

Sambutan Nuntio Dubes Vatikan untuk RI Mgr. Piero Pioppo sambut acara peresmian Gereja Katedral Samarinda yang baru. (Tribun News)
Bangunan baru Gereja Katedral Samarinda.

Daya tampung Gereja Katedral lama juga sangat terbatas, lantaran hanya 800 tempat duduk dan secara keseluruhan semakin tidak nyaman.

Tidak khusuk bagi umat pada saat Misa Mingguan dan terutama pada hari raya. “Gereja yang lama itu tidak nyaman karena saat hari besar, umat membludak hingga badan Jalan Sudirman Samarinda,” ucapnya.

Menurutnya bangunan gereja yang baru ini lebih representatif. Itu lantaran terdiri dari tiga lantai, basemen, lantai utama, dan balkon.

  • Lantai utama menjadi inti ruangan Gereja dengan kapasitas 1.208 tempat duduk.
  • Di lantai dua (balkon), difungsikan untuk tempat duduk umat yang dapat menampung 706 orang, serta sebagai ruang kontrol sound system.

“Total kapasitas gereja baru ini mencapai 1.914 tempat duduk,” ungkap Romo.

“Kalau perayaan di hari-hari besar, gereja bisa menampung kapasitas dua ribuan umat di dalam. Sedangkan di basement saat Misa Paskah kemarin bisa menampung dua ribu umat. Secara keseluruhan termasuk basemen mampu menampung 4 ribu umat,” lanjut Romo Moses.

Interior dalam bangunan Gereja Katedral Samarinda yang baru.

Tak hanya itu, bangunan gereja ini juga tampak megah dengan tinggi 45 meter dari lantai dasar.

Ciri khas bangunan tampak pada dua menara tinggi menjulang yang mengapit bentang tengah gereja.

Romo Moses menjelaskan, Gereja Katedral baru ini memiliki dessain bernuansa arsitektur gothic, kontemporer, dan berseni inkulturatif.

Perpaduan gaya arsitektur kuno, modern dan kental sentuhan etnik lokal.

  • Gaya arsitektur gothic merupakan salah satu arsiktektur klasik Gereja Katolik di paruh kedua Abad Pertengahan yang mewakili sifat universilitas dari Gereja Katolik.
  • Kontemporer merepresentasikan perpaduan antara kontemporer dan moderen. Sedangkan, Inkulturatif mewakili ciri budaya lokal khas Kaltim.

“Simbolik itu dipasang di sisi luar  maupun di dalam ruang gereja,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor membubuhkan tandatangannya menandai diresmikannya Gereja Katedral Samarinda yang baru.
Pastor Paroki Katedral Samarinda.
Menteri ESDM Ignasius Jonan ikut membumbuhkan tandatangannya.

Projek renovasi bangunan gereja semegah ini menghabiskan dana senilai Rp 61 milyar khusus untuk penyelesaian bangunan fisik.

Dana tersebut terdiri dari bantuan APBD Pemprov Kaltim dan kontribusi Umat Katolik di Keuskupan Agung Samarinda.

“Dana APBD Pemprov Kaltim sebesar Rp. 53.858.754.000. Sedangkan partisipasi Umat Katolik Keuskupan Agung Samarinda sebesar Rp. 7.363.261.772,” ungkapnya.

Sumber: http://kaltim.tribunnews.com/amp/2019/04/30/resmikan-gereja-katedral-megah-gubernur-kaltim-sambut-dubes-vatikan-dan-menteri-jonan?page=4

Pemukulan gong oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan.


Para pejabat pemerintahan Provinsi Katlim bersama Nuntio Mgr. Pioppo, Dirjen Bimas Katolik Kemenag Eusabius Binsasi, Uskup Agung KAP Mgr. Agustinus Agus, dan tuan rumah Uskup Agug Keuskupan Samarinda Mgr. Yustinus Harjosusanto MSF. (Tribun News)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here