Gusti Mboten Sare -Tuhan tidak Pernah Benar-benar Tidur

0
153 views
Ilustrasi: Yesus meredakan badai by Ist

Bacaan 1: Am 3:1-8; 4:11-12
Injil: Mat 8:23 – 27

DALAM hidup ini, memang ada saja hal yang tidak berjalan seperti yang kita rencanakan. Walau gak semuanya berhasil, tetapi itu bukan berarti kita harus pesimis, putus asa, dan kehilangan harapan.

Badai yang menggelora dalam kehidupan bisa saja tiba-tiba hadir dan kita tidak berdaya menghadapinya karena memang kemampuan kita terbatas.

Di saat seperti itu, iman sedang diuji apakah kita menyalahkan Tuhan bahkan menghujat-Nya atau justru datang kepada-Nya dan mohon ampun.

Para murid Yesus dominannya adalah para nelayan senior yang tentu saja menguasai tentang air dan gelombang badai. Namun ternyata tetap saja mereka putus asa dan menyerah saat ada gelombang badai besar yang membuat perahu oleng dan hampir tenggelam.

Dalam kisah injil hari ini, mereka datang kepada Yesus namun justru menyalahkan-Nya karena melihat Tuhan sedang tidur. “Tuhan, tolonglah, kita binasa” dan Tuhan pun kecewa, ” Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”.

Dalam kisah tersebut, Tuhan mendatangi perahu dan ada berlayar bersama mereka dalam satu perahu namun sepertinya mereka lebih asik dengan aktifitas sendiri dan membiarkan Tuhan tidur karena ‘dicuekin’.

Dalam nubuatannya, Nabi Amos mengingatkan bangsanya Israel yang jatuh dalam kesombongan. Amos menjumpai banyak ketidakadilan sosial yang marak dalam masyarakat, upacara-upacara keagamaan terus dipelihara, tetapi hal itu dilaksanakan beriringan dengan sifat kefasikan. Maka Tuhan pun akan menghukum mereka. Dinubuatkan bahwa Kerajaaan Utara akan segera berakhir oleh hukuman Tuhan yang marah karena mereka telah melupakan-Nya dan berbuat fasik.

Pesan hari ini:

Kadang saya terlalu asik dengan aktifitas sehari-hari dan mengabaikan kehadiran Tuhan dalam perahu hidupku.

Namun ketika terjadi masalah kemudian menyalahkan-Nya, “Tuhan kenapa Engkau membiarkan hal ini terjadi?”, seolah Dia tidak peduli.

Padahal Tuhan tidak pernah benar-benar tidur namun justru sayalah yang cuek dengan kehadiran-Nya, ‘Gusti mboten sare’ (Tuhan tidak pernah benar-benar sedang tidur).

Di saat badai bergelora, ku akan terbang bersama-Mu, Bapa Kau Raja atas semesta, ku tenang sebab Kau Allahku, jiwaku tenang dalam Kristus, lihat kuasa-nya dalam keheningan. Badai Covid-19 masih berlangsung namun kupercaya Tuhan akan menghardiknya.

Bersatu Melawan Coronavirus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here