Hamba yang Berjaga

0
136 views
John D. Rockefeller by History.com

Puncta 19.10.21
Selasa Biasa XXIX
Lukas 12: 35-38

SIAPA tidak mengenal raja minyak Amerika: John Davison Rockefeller? Ia menjadi orang terkaya dan milyarder pertama di dunia.

Ia menguasai perusahaan penyulingan minyak terbesar di dunia dengan Standard Oil miliknya. Kekayaannya mencapai US$ 336 juta.

Namun pada usia 53 tahun ia jatuh sakit. Ia sangat menderita sampai seluruh rambutnya rontok. Oleh dokter pribadinya, ia divonis hidup hanya tinggal satu tahun lagi.

Waktu berjalan terasa sangat lambat.

Waktu berjaga-jaga menjelang kematiannya, suatu pagi dia tersadar bahwa kekayaan tidak akan dibawa mati.

Ia mengundang pengacaranya agar mendonasikan kekayaannya untuk amal.

Ia membantu banyak orang miskin, memberi beasiswa, menyumbang lembaga-lembaga penelitian, riset pendidikan, dan riset ilmiah.

Sebagian hasil risetnya adalah memusnahkan virus penyebab demam kuning, penemuan pinisilin, obat malaria, TBC, dan difteri.

Ia mendirikan Chicago University, Rockefeller University dan mendanai Central Phillipines University.

Ia mendirikan Rockefeller Foundation untuk amal.

Seiring dengan kemauannya berbagi kekayaan dengan orang lain, kesehatan tubuhnya juga membaik.

Waktu berjaga-jaga selama satu tahun itu dia gunakan dengan berbagi harta yang dia miliki. Waktu berlalu dan vonis dokternya ikut berlalu.

Ia semakin bersyukur dan terus berbagi. Umur yang sudah dipatok hanya sampai 53 tahun, dia bisa lalui sampai 98 tahun.

Ia terus berjaga-jaga melakukan kebaikan sampai Tuhan menjemputnya.

Sabda Yesus kepada para murid mengajak mereka berjaga-jaga.

“Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang.”

Kematian datang tidak diduga-duga. Maka sikap berjaga-jaga selalu harus diusahakan oleh kita semua.

Berjaga itu bisa dilakukan dengan memberi kebaikan pada sesama. Kebahagiaan memberi akan menambah kebahagiaan hidup.

Hati yang ikhlas untuk memberi juga makin menambah semangat hidup. Semakin ikhlas semakin imun di tubuh bertambah kuat.

Berbahagialah kita yang selalu berjaga, siap memberi dan ikhlas melayani. Tuhan pasti akan melimpahkan berkat-Nya.

Menikmati senja di pantai Kuta Bali.
Bersenda gurau di bawah pepohonan.
Kebahagiaan ada ketika bisa memberi.
Jangan menunda selagi ada kesempatan.

Cawas, waktu berjaga-jaga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here