Hamba yang Bijaksana, Mengembangkan Talenta dengan Sekuat Tenaga

0
470 views
Ilustrasi: Beranikah jujur? (Ist)

Sabtu 2 September 2023.

  • 1Tes. 4:9-11.
  • Mzm. 98:1,7-8,9.
  • Mat. 25:14-30.

SETIAP manusia diberikan Tuhan talenta untuk dikembangkan dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

Sesungguhnya Tuhan tidak pernah tidak memberikan talenta kepada manusia, bahkan minimal Dia akan memberikan satu talenta kepada seseorang, yang sesungguhnya memiliki nilai yang sangat besar.

Sedangkan pemberian talenta itu sendiri bukan karena kita yang memintanya kepada Tuhan, tetapi sepenuhnya adalah kewenangan Tuhan; Ia sendiri yang menentukan.

Maka dari itu kita pun tidak boleh menuntut kepada Tuhan, atau membanding-bandingkan talenta yang Tuhan berikan kepada kita dengan yang Tuhan berikan kepada orang lain. Dengan demikian tiap-tiap orang sudah mendapatkan porsinya masing-masing, yang kesemuanya itu didasarkan pada kesanggupan kita.

Namun masih terdapat orang yang belum maksimal mengembangkan dan mempergunakan talenta yang mereka miliki dengan hanya menyimpan potensi yang ada dalam dirinya.

Di dalam kehidupan ini, ada banyak bentuk dari harta yang Tuhan titipkan pada kita, hidup kita, keluarga, anak, harta kekayaan, bakat, kemampuan, waktu dan lain sebagainya.

Apapun bentuknya titipan harta Tuhan itu, suatu saat Tuhan akan datang kembali ke dunia ini, dan Dia akan memanggil kita melakukan perhitungan atas apa yang Tuhan titipkan pada kita.

Tuhan menitipkan “harta-Nya” kepada kita bukan hanya untuk di pendam untuk diri sendiri, karena itu pada dasarnya bukanlah milik kita, itu milik Tuhan.

Maka akan tiba saatnya kita mempertanggungjawabkan itu semua apakah kita memperlakukan harta itu menjadi berguna bagi Tuhan.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian,

“Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kau berikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.

Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.

Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan.

Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Tuhan menghendaki kita mengembangkan setiap talenta yang Dia berikan itu!

Jangan sampai kita menyia-nyiakannya dengan ‘menyimpan’ serta ‘menyembunyikannya’ di dalam tanah, seperti yang diperbuat oleh hamba yang menerima satu talenta, padahal kita diberi waktu dan kesempatan yang sama.

Setiap usaha kita mengembangkan talenta itu akan ada penghargaan yang diberikan dari Sang Pemilik Talenta.

Pemilik Talenta itu berkata: “baik sekali perbuatanmu, hai hambaku yang baik dan setia…”

Kata-kata penghargaan dari Sang Hakim yang adil, dilanjutkan dengan perkataan “Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Betapa senangnya kita sebagai orang Kristen apabila diberi tanggungjawab dan melaksanakannya dengan baik.

Namun apabila talenta yang kita miliki hanya disimpan begitu saja dan tidak dikembangkan bahkan kerja malas maka berkatpun akan sulit kita dapatkan.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku sudah mengembangkan talenta Tuhan yang dianugerahkan kepadaku?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here