Haruskah Sombong?

0
172 views
Ilustrasi: Jangan Sombong. (ist)

Bacaan 1: Yun 3:1 – 10
Injil: Luk 11:29 – 32

SEJAK menjabat sekitar enam tahun lalu, telah banyak keberhasilan Presiden Jokowi dalam membangun negeri ini. Terutama dalam hal infrastruktur.

Papua yang sebelum era Jokowi tidak bisa ditembus lewat darat kini telah banyak tersambung membuka kebuntuan masa lalu. Trans Sumatera ditargetkan tembus hingga Aceh.

Di Pulau Jawa sendiri, dahulu jika mudik Lebaran orang bisa menempuh hingga dua hari baru sampai tujuan, kini hanya setengah hari.

Birokrasi juga mengalami pemangkasan.

Namun demikian, masih saja ada sebagian orang tidak mau mengakui ketulusan beliau dalam membangun Indonesia. Padahal orang-orang itu tahu dan ikut menikmati keberhasilan Pak Jokowi.

Sebagai bangsa terpilih, Yahudi memiliki keistimewaan menerima kabar baik sabda Allah sebagai yang pertama sebelum bangsa-bangsa lain.

Banyak nabi telah diutus Allah kepada bangsa itu, hingga akhirnya Allah mengutus Putera-Nya sendiri Tuhan Yesus Kristus.

Mewartakan Kabar Gembira Allah sekaligus memperdamaikan hubungan manusia dengan Allah Bapa yang terputus akibat dosa. Itulah misi Tuhan Yesus.

Telah banyak mukjizat dibuat-Nya sebagai penanda keilahian-Nya. Namun bangsa Yahudi yang telah mendengar dan tahu dari nubuat para nabi masih saja pura-pura tidak tahu.

“Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.”

Demikian kecewa-Nya Tuhan.

Orang-orang Niniwe, yang karena kemakmuran dan kesejahteraannya telah membuatnya menjadi sombong dan berperilaku buruk. Maka, Allah berencana menghukum bangsa itu sama seperti ketika Sodom dan Gomorah.

Berbeda dengan bangsa Yahudi yang telah mengenal Allah, bangsa Niniwe adalah bangsa kafir.

Namun demikian, bangsa itu mau mendengar ketika Nabi Yunus menyampaikan kemarahan Tuhan.

Mereka segera berbalik dari perilaku buruknya, bertobat dengan berpuasa baik warga maupun ternaknya.

Keprihatinan yang ditunjukkannya itu telah merebut hati Allah sehingga Ia tidak jadi menghukumnya.

Pesan hari ini

Mengapakah harus sombong tidak mau mengakui kelebihan orang lain sehingga membuat Tuhan tidak berkenan.

Mengapa tidak mau mengakui Yesus adalah Tuhan, padahal banyak tanda telah diberikan-Nya termasuk Kitab Suci.

Niniwe meski kafir namun patut diteladani, kerendahan hatinya membuat Allah luluh hati-Nya dan mengampuninya.

Keraguan membunuh lebih banyak mimpi daripada kegagalan. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here