Hati Gatel, Pikiran Ngelantur, Harapan Kudus

0
202 views
Ilustrasi - Medsos dan iklan. (Ist)

TANGGAL 22 Juni 2021 silam, muncul tayangan menarik. Berupa satu konten di media sosial TikTok yang saya lihat.

Itu benar-benar konten tahun lalu. Tetapi bikin hati gatel.

Bukan tentang siraman rohani, quotes, pemandangan alam, atau curahan hati seorang istrei atau suami.

Tetapi tentang kejadian di salah satu pasar swalayan yang menjual produk minuman kesehatan.

Video

Video singkat tersebut tentang peristiwa sekelompok masyarakat di pasar swalayan yang berebut membeli minuman kesehatan yang baru naik daun.

Banyak orang mencari produk ini, sehingga terjadi kelangkaan produk di pasar. Kaleng warna putih, bergambar beruang isinya sapi.

Termasuk saya yang saat itu mencari di beberapa toko, namun jawaban dari customer service sama, “Stok kosong.”

Bukan mau ikutan viral, tetapi alasan kesehatan itu saja.

Dalam konten di TikTok tersebut terlihat karyawan toko yang lelah menyusun produk susu yang baru viral tersebut.

Selang beberapa menit menyusun produk, pembeli menyerbu, mengambil produk itu tanpa memperhatikan orang lain pun perlu.

Ada yang membawa keranjang, ambil sebanyak mungkin. Ada yang mengambil satu dus sampai berceceran.

Terkesan, lupa untuk berbagi kesehatan dengan orang lain. Yang penting aku dapat banyak, yang lain bukan urusan gue. Gue harus selamat, elo ntar aja deh.

Cerdik yang menggila

Pandai saja orang memainkan pasar. Melihat situasi yang terjadi dalam masyarakat dan membuat iklan yang tak masuk akal bahkan terkesan ‘nyleneh’. Kemasan gambar beruang, isinya produk yang dihasilkan sapi, dan iklannya naga. Tidak nyambung.

Terjual laris bahkan sampai terjadi kelangkaan produk dengan menyuguhkan statement –menyembuhkan penyakit. Minat pembeli meningkat, produk habis di pasar.

Harga normal berubah abnormal. Bahkan harga menggila saat di pasar online.

Ada juga yang membagikan video pegalaman pribadinya dengan mencampur minuman kesehatan ini dengan telur ayam kampung mentah.

Merekomendasikan bila minuman kesehatan ini membuat imun tubuh semakin kuat dan sehat.

Melihat situasi pasar yang menggiurkan ini, muncullah minuman kesehatan yang baru dengan tawaran yang sama.

Memberi jaminan kesehatan dan merekomendasikan diri sebagai nomor dua setelah minuman kesehatan yang pertama –gambar di kaleng berbeda dengan isi kaleng-.

Pikiran ngelantur

Dari melihat konten lawas itu, saya membayangkan seandainya yang diperebutkan, yang dicari itu Tuhan Yesus….. pasti keren abizzz.

Kenapa?

Artinya orang sadar dengan sepenuh hati mencari dan berebut mendapatkan Tuhan. Bukan berarti digenggam dan diminum.

Tetapi kerinduan untuk semakin dekat dengan semakin antusias memenuhi gereja saat misa harian dan terlebih hari Minggu. Semakin banyak hati dan jiwa yang diselamatkan.

Tuhan sebagai sumber hidup. Sumber keselamatan jiwa.

Harapan Kudus

Setiap orang berhak menjadi kudus dan berhak memilikinya.Hal ini seperti yang diajarkan Paus Fransisikus dalamGaudete et Exultate (2018).

Setiap hati memiliki daya juang untuk hidup kudus. Meski tidak mudah. Sulit… pasti.

Tetapi kerinduan yang begitu besar kepada Tuhan mengalahkan kesulitan itu. Biarkan kerinduan hati tentang Tuhan tetap ada.

Seperti Santo Agustinus dan santo-santa yang lain. Selalu rindu dengan Tuhan. Itulah yang mendorong mereka merubah diri. Jangan juga katakan, aku bukan santo-santa.

Kesadaran bahwa Tuhan tahu masa lalu setiap orang, Tuhan tahu cerita setiap orang, tetapi Tuhan tidak mempedulikan itu. Tuhan tetap memberi, Tuhan tetap berbelaskasihan.

Coba lihat ke langit.

Cerah? Semua orang menikmati cuaca cerah.

Hujan? Semua menerima air hujan. Mendung? Semua orang menerima tanda–tanda akan turun hujan.

Apakah langit cerah terpetakan pada lingkup 2×4 meter saja? Apakah hujan hanya ada di orang yang berbaju kotak–kotak biru?

Tidak bukan? Semua mengalami, semua menerima. Murah hati banget ya Tuhan itu?

Betapa indahnya berebut untuk segera mendekat pada Tuhan. Para imam tak perlu susah–susah memikirkan umat bagaimana caranya agar Gereja hidup.

Tak susah mencari kader–kader untuk regenerasi kepengurusan. Dan kemudahan–kemudahan lainnya yang berkaitan dengan hidup beriman dan hidup menggereja.

Seringkali perebutan yang terjadi menggambarkan tentang bagaimana hasrat terpenuhi apa pun caranya dan apa pun kondisinya. Kita pengennya aku yang harus dapat lebih banyak jumlah, banyak kenyamanan, banyak uang, banyak kemudahan, banyak kenikmatan, dan banyak–banyak lainnya yang bikin hati senang terus.

Lupa orang lain. Lupa untuk berbagi. Berbagi pun perlu pertimbangan. Enak di aku, sepet di kamu. Suka di aku, duka di kamu. Bahagia di aku, bahaya di kamu.

Inilah kita.

Ganti konten

Lamunan saya terhenti saat jemari saya menyentuh jantung hati pada bagian atas komen. Video rebutan minuman kesehatan itu berganti dengan konten baru yang berjudul Welcome to Indonesia.

Welcome to perubahan perilaku welcome to ours. Bermula dari diri sendiri. Tidak menunggu bulan depan, tahun depan, sekarang saja. Dari hal sederhana. Tak ada kata terlambat untuk mencintai Tuhan dan merubah diri.

Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here