Hati Kudus Yesus dan Buku “Spiritualitas Ignasian”

2
1,459 views
Buku "Spiritualitas Ignasian" terbitan Yayasan Cipta Loka Caraka. (Ist)

SAAT saya masih menjadi seorang seminaris di Seminari Menengah Mertoyudan beberapa tahun silam dulu, kami sering bercanda tentang ordo atau kongregasi yang ingin kami masuki. Salah satu bahan candaan yang cukup populer adalah tentang SCJ (Sacerdotum a Sacro Corde Jesu)  atau Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus.

Seorang teman yang bersemangat untuk masuk SCJ dan  juga mereka yang sedikit jengkel dengan SJ lalu berujar demikian:”SCJ itu SJ yang mempunyai hati (cor).”

Sebagai seminaris yang ingin bergabung masuk menjadi anggota Serikat Jesus (SJ), tentu saja saya  hanya bisa tersenyum kecut. Wah, para SJ dianggap tidak punya hati. Tapi ini kan hanya bahan candaan saja. Dan mungkin juga,  beberapa orang pernah berjumpa dengan para Jesuit tertentu yang memang  tidak punya hati. Mohon maaf jika Anda mengalam ini.

Namun, toh cadaan ini tidak menyurutkan niat saya untuk kemudian masuk bergabung dengan SJ.

Berdoa dengan sepenuh hati

Setelah saya masuk novisiat, saya menemukan bahwa spiritualitas Ignasian  yang menjadi fondasi spiritualitas SJ itu sangat menekankan hati. Berkali-kali  saya diingatkan oleh magister novis dan pembimbing rohani: Berdoalah dengan menggunakan hatimu, jangan hanya memakai otakmu.

Dan sadarlah saya bahwa kans untuk tidak punya hati itu memang sangat besar. Apakah saya punya hati atau tidak sekarang ini, Anda yang lebih berhak menilai.

Soal hati ini pula yang rupanya ditekankan dalam buku Spiritualitas Ignasian. Buku ini  merupakan saduran atas buku bertitel What is Ignatian Spirituality? karangan  David L. Fleming SJ.

Saya bersama FX Sigit Kurniawan melakukan penyadurannya.

Isi buku “Spiritualitas Ignasian”

Bab 4 dalam buku ini menampilkan spiritualitas Ignasian sebagai suatu spiritualitas hati.

Bab 20 membahas devosi kepada Hati Kudus Yesus sebagai satu-satunya devosi yang secara resmi didukung oleh Serikat Jesus. Ingat bahwa para Jesuit sering dicitrakan terlalu rasional, tidak suka melakukan devosi-devosian, berdoa sambil lalu, dst.

Buku karangan David L. Fleming ini saya temukan saat saya menjalani  tersiat di Melbourne dua tahun lalu. Buku ini membantu saya yang sudah lama menghirup dan berusaha menghidupi spiritualitas Ignasian  untuk merumuskan intisari dari apa saya alami.

Buku ini membuat saya semakin kagum dan bersyukur atas  warisan rohani dari Bapa Ignasius ini. Maka terpikir oleh saya bahwa buku ini dapat menjadi pengantar yang bagus bagi mereka yang ingin mengenal dan mendalami spiritualitas Ignasian.

Tebal buku ini hanya 82 halaman namun menyajikan ringkasan yang otoritatif dan mudah dipahami tentang unsur utama Spiritualitas Ignasian.

Beberapa di  antaranya:

  • Doa kontemplasi.
  • Pembedaan roh.
  • Keterlibatan dinamis dalam pelayanan serta perutusan.

Melalui dua puluh bab yang ringkas, dijelaskan  bagaimana metode refleksi terarah tentang karya Allah di dunia, yang berasal dari beberapa abad lalu, ternyata dapat memperdalam kehidupan spiritualitas kita pada zaman sekarang dan membimbing kita untuk membuat keputusan yang tepat dalam  hidup sesuai dengan kehendak Allah.

Saya kira buku ini tidak hanya penting bagi mereka yang sudah mencecap kekayaan, kesegaran dan kobaran semangat spiritualitas Ignasian. Buku ini juga akan memperkaya siapa saja yang ingin belajar dari St. Ignasius untuk mengalami dicintai oleh Allah dan dilibatkan dalam karyanya.

Orang berdosa tapi dipanggil Allah

Lewat buku ini Anda dapat  merasakan apa yang dialami oleh para Yesuit, anggota Serikat Yesus, sebagai orang yang berdosa, namun dipanggil oleh Allah.

Tentang apa yang dapat Anda peroleh dari buku ini cermati kata-kata dalam judul bab selengkapnya di bawah ini:

  1. Pengantar.
  2. Suatu visi hidup, karya dan cinta.
  3. Allah adalah Kasih .
  4. Suatu spiritualitas hati.
  5. Suatu spiritualitas reflektif.
  6. Dosa adalah kurangnya berterimakasih.
  7. Hidup merupakan ziarah.
  8. Allah memanggil, kita menanggapi.
  9. Allah berkomunikasi dalam berbagai cara.
  10. Doa adalah suatu percakapan.
  11. Berdoalah menggunakan imajinasimu.
  12. Mengenal Yesus yang miskin.
  13. Mengambil bagian dalam misi Yesus.
  14. Cara mengklarifikasi nilai Anda.
  15. Tanda terbesar cinta Allah.
  16. Memohon rahmat belarasa.
  17. Menemukan kehendak Allah.
  18. Bekerja bersama orang lain.
  19. Suka membantu.
  20. Pribadi Jesus adalah cinta kasih

Dimana bisa membelinya?

Bagi yang berminat buku Spiritualitas Ignasian ini, silakan menghubungi:

Yayasan Cipta Loka Caraka
Jl. Mohamad Yamin 37
Menteng, Jakarta Pusat 10310
(021) 319 248 56

Harga buku Rp 55.000,00.

Semoga spiritualitas Ignasian membantu orang untuk semakin mengalami kasih dan kerahiman Hati Kudus Yesus yang baru saja kita rayakan pada 23 Juni lalu.

 

2 COMMENTS

  1. Menarik dan jg rasa tertarik dgn buku ini. Meskipun hanya awam dan ibu RT rasanya ingin memiliki buku ini. Apakah di Kanisius Yogya juga ada? Salam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here