Hidup akan Mencari dan Menemukan Jalannya

0
481 views
Ilustrasi - Kasih sayang by Preengaged

Jumat, 24 September 2021

  • Hag.2:1b-10.
  • Mzm.43:1-4.
  • Luk.9:19-22

BEGITU banyak kisah tentang pencarian jatidiri manusia.

Sering kali harus diwarnai jalan panjang yang penuh onak duri, sebelum akhirnya bisa menemukan dan menerima dirinya sendiri.

Setiap orang punya kisah dan sejarah tersendiri.

Ada yang kisah hidupnya begitu halus, mulus dan penuh kasih. Namun tidak sedikit pula yang sejak lahir sudah harus mengalami banyak badai di dalam hidupnya.

Hidup ini misteri. Kehidupan ini bagai bunga yang tumbuh di antara bebatuan. Selalu bisa berbunga, meski banyak kekurangan.

Meski ada himpitan dan permasalahan yang terjadi -bahkan di luar sepengetahuan dan kemampuan kita- sang pemberi hidup akan menuntunnya dan menguatkan kaki-kaki untuk bisa tetap melangkah.

“Saya akhirnya bisa bersyukur atas kehidupan ini,” kata seorang retretan.

“Hidup ini akhirnya saya terima sebagai sebuah rencana besar dari Tuhan,” ujarnya.

“Tidak ada yang kebetulan, namun semua ada dalam kuasa rencana Tuhan,” lanjutnya

“Ketika saya ditinggalkan oleh bapak ibuku, Tuhan memberi seorang nenek yang menjadi perpanjangan tangan kasih Tuhan yang begitu nyata dalam hidupku,” katanya.

“Sejak lahir dari perut ibu, saya sudah ditinggalkan bapak ibuku dan aku diserahkan pada nenekku,” lanjutnya.

“Bapak ibuku menolak kehadiranku dalam hidup mereka, dengan alasan yang tidak mungkin bisa aku terima,” katanya.

“Dalam asuhan nenek seorang diri, saya bertumbuh menjadi seorang pribadi,” ujarnya.

“Syukur bahwa nenekku sejak awal selalu jujur dengan sejarahku. Ia tidak pernah menyembunyikan asal usulku dan latar belakangku,” ujarnya.

“Nenek menunjukkan siapa bapak ibuku dan mengapa saya tidak bisa hidup bersama mereka,” ujarnya lagi.

“Tidak ada yang disembunyikan dariku. Hingga aku pun terbiasa dan mau menerima kenyataan hidup, meski awalnya saya marah dan berontak,” katanya.

“Nenekku mengajariku untuk tidak mendendam, harus mengampuni,” katanya.

“Maka meski aku tidak pernah menerima kasih dari orangtuaku, namun aku tidak pernah merasa kekurangan kasih. Karena aku menerima kasih yang luar biasa dari nenekku,” katanya.

Dalam bacaan Injil hari ini,”Yesus bertanya kepada mereka: ‘Menurut kamu, siapakah Aku ini?’ Jawab Petrus: ‘Mesias dari Allah.,

Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Pengenalan para murid terhadap siapa Yesus menurut mereka mendapat pemenuhannya dalam penderitaan dan wafat dan kebangkitan Yesus.

Jalan penderitaan, kematian, dan kebangkitan akan menjadi jalan yang meneguhkan identitas Yesus sebagai Mesias.

Seni hidup ini bukan pada sikap selalu keras melawan kekuatan luar yang mengancam kehidupan kita. Melainkan tetap berjalan dalam keteguhan untuk bertumbuh bersama ancaman itu.

Seperti seorang retretan tadi yang bisa menerima kisah dan sejarah dirinya meski harus melalui kekecewaan, penderitaan.

Tuhan dengan cara-Nya yang luar biasa dan tak terpahami akan menuntun dan menggembalakan hidup kita.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku mengenal Tuhan dalam sejarah hidupku?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here