Hidup Akan Mencari Jalannya Sendiri

0
55 views
Bekerja dengan sungguh-sungguh

Minggu, 16 Juni 2024
Hari Minggu Biasa XI

Yeh. 17:22-24;
Mzm. 92:2-3,13-14,15-16;
2 Kor. 5:6-10;
Mrk. 4:26-34.

SEGALA yang hidup harus bertumbuh, meski proses dan hasil pertumbuhannya tidak selalu terlihat secara fisik. Selalu ada sesuatu tentang diri kita yang bisa kita tingkatkan. Potensi manusia tidak terbatas, jadi tidak mungkin mencapai titik tanpa pertumbuhan. Selalu ada ruang untuk perbaikan diri baik itu .

Penting untuk terus maju dan meningkatkan diri dalam setiap aspek kehidupan. Perubahan diri diilhami oleh refleksi diri dan kesadaran diri. Ketika kita meluangkan waktu untuk merenungkan pikiran kita dan mengintrospeksi tindakan kita, kita meningkat setiap hari dan tumbuh sebagai pribadi.

“Semua orang tentu ingin berkembang lebih baik lagi dibanding hari sebelumnya. Jika kita tetap sama seperti kemarin, rasanya begitu sia-sia,” kata seorang bapak

“Hidup itu harus punya target yang ingin dicapai. Keluar dari zona nyaman dan mulai bergerak mulai dari sekarang. Namun salah satu sifat negatif pada diri sendiri ialah rasa malas. Seringkali niat ingin berubah, tapi sikap masih ogah-ogahan.

Hidup tidak akan lebih maju jika kita hanya modal niat. Butuh kerja keras apa dan usaha besar, pantang menyerah dan putus asa. Demikian yang terjadi pada anak sulungku, beberapa waktu ini dia kehilangan semangat dan cenderung menjadi pemalas, seakan tidak punya greget dalam kehidupan ini.

Dia merasa kecewa, karena di PHK dan dipandang tidak bisa berkembang lagi dalam bidang yang digelutinya. Usaha dan perjuangannya selama ini dianggap sia-sia, padahal selama ini dia telah bekerja dengan baik dan memberi dampak yang baik dalam bidang yang dia kerjakan,” papar bapak itu.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian, Yesus berkata lagi, “Apabila Allah memerintah, keadaannya dapat diumpamakan seperti seorang yang menabur benih di ladangnya. Pada malam hari dia tidur; pada siang hari dia bekerja. Sementara itu, benih itu terus-menerus tumbuh dan membesar.”

Paus Fransiskus berkata bahwa ketika sejarah manusia tampaknya berkembang bertentangan dengan kehendak Tuhan, kita dipanggil untuk menjalaninya sebagai masa pencobaan, harapan dan kewaspadaan.

Kerajaan Allah tumbuh secara misterius; Kekuatannya tersembunyi dalam benih kecil yang dahsyat. Ketika saat-saat gelap, kita perlu percaya pada karya Tuhan yang tenang tetapi mengagumkan dan tetap berlabuh dengan setia dalam Dia, di hadirat-Nya yang selalu menyelamatkan.

Semua tidak akan berubah jika kita diam tak bergerak. Pertumbuhan kerajaan Allah pun mengundang keterlibatan seluruh diri kita.

Yesus mengundang kita hari ini untuk menyadari dengan rendah hati keterbatasan pikiran memahami kehendak Allah dalam kehidupan; terlalu kecil kemampuan kita mengerti rencana Allah yang mengagumkan.

Mari kita hidup mengandalkan iman, melampaui segala perkiraan kita semata. Kita bisa merencanakan tetapi Tuhan yang mewujudkannya. Kita membutuhkan hati yang selalu terbuka dan percaya pada penyelenggaraan Tuhan. Ia murah hati dan ingin supaya kita boleh mengalaminya.

Sejak dahulu, Gereja terus bertumbuh dan berkembang bukan karena semata kekuatannya sendiri tetapi mau membuka diri pada bimbingan Roh Kudus. Mari kita selalu setia bersandar pada Tuhan.

Mari menempatkan diri di tangan Allah sebagai alat kecil dan lemah supaya kita mampu menyelesaikan pekerjaan besar dan membiarkan Kerajaan-Nya yaitu keadilan, kedamaian dan sukacita dalam Roh terus terwujud dalam hidup.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku mau dengan rendah hati terlibat dalam karya menghadirkan Kerejaan Allah di dunia ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here