Home KITAB SUCI & RENUNGAN HARIAN Hukuman bagi Yang Tidak Melakukan

Hukuman bagi Yang Tidak Melakukan

0
Ilustrasi (Courtesy of Badass)

BACAAN-bacaan pada hari raya Tuhan Yesus Kristus, Raja Semesta Alam bertema gembala dan raja. Tuhan menggambarkan Diri sebagai gembala yang memperhatikan domba-dombanya (Yehezkiel 34:11-12.15-16). Dia sekaligus menghakimi domba dan kambing (Yehezkiel 34:17).

Tuhan yang menghakimi itu menganugerahkan kerajaan kepada para domba. “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.” (Matius 25:34).

Dia menghukum orang-orang terkutuk. “Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk iblis dan malaikat-malaikatnya.” (Matius 25:41).

Siapa yang diberkati itu? Siapa pula yang terkutuk itu? Mereka tidak dibedakan ke dalam orang-orang yang berbuat baik dan orang yang berbuat jahat. Tetapi dipertentangkan antara yang berbuat dan tidak berbuat.

Karena para pemimpin kaum Israel tidak peduli kepada yang harus mereka pimpin dan membiarkan mereka tercerai berai, Tuhan Allah sendiri yang menjadi gembala mereka (bacaan pertama). Sikap tidak peduli itu membangkitkan amarah Tuhan.

Injil menggambarkan sikap serupa. Ada yang memberi makan orang yang lapar, memberi minum kepada yang haus, memberi orang asing tumpangan, memberi pakaian kepada yang telanjang, dan mengunjungi orang sakit atau tahanan.

Mereka inilah orang yang melakukan tindakan nyata, menolong sesamanya. Mereka dipuji dan diijinkan masuk ke dalam kerajaan yang disediakan Tuhan.

Ada pula yang tidak melakukan apa pun ketika melihat orang lapar, haus, telanjang, terlantar, sakit, dan dalam penjara (Matius 25:42-43). Mereka itu terkutuk dan dikirim ke dalam api yang kekal.

“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:40).

Kuncinya terletak pada melakukan perbuatan kasih yang nyata. Lawan dari kasih bukan kebencian, melainkan tidak melakukan apa pun bagi sesama yang membutuhkan bantuan. Musuh dari kasih adalah “indifferent” alias tidak bersikap.

Di sekitar kita banyak orang miskin, lapar dan haus, kesepian, putus asa, pengungsi, kehilangan makna hidup, dan tertekan. Apakah yang telah kita lakukan untuk mereka?

Jawabannya menentukan apakah kita akan dimasukkan ke dalam kerajaan Tuhan atau dijebloskan ke dalam penjara kutukan bersama setan-setan.

Yesus Kristus, Raja Semesta Allam telah mengajarkan dan akan menjadi penguji bagi kehidupan kita.

Minggu, 26 November 2023
Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam
Alherwanta O.Carm.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version