Idola

0
212 views
Boysband Korea - BTS (Wiki)

Renungan Harian
Selasa, 21 September 2021
Bacaan I: Ef. 4: 1-7. 11-13
Injil: Mat. 9: 9-13
 
BEBERAPA
waktu yang lalu ada berita yang cukup heboh berkaitan adanya antrian panjang di gerai-gerai McDonald.

Antrian panjang itu dikarenakan adanya penjualan makanan produk McDonald yang kemasannya ada simbol dan tulisan BTS.

BTS adalah kelompok boyband terkenal asal Korea. Artinya, antrian panjang itu bukan untuk mendapatkan makanan produk McDonald akan tetapi ingin mendapatkan kemasannya.

Sudah barang tentu siapa yang rela antri atau berjuang untuk membeli adalah mereka yang mengidolakan BTS.

Beberapa waktu kemudian sebuah online shop juga diserbu pembeli karena menjual sticker BTS. Banyak orang rela berjuang agar mendapatkan sticker itu.
 
Peristiwa di atas menunjukkan betapa banyak orang yang mengidolakan boyband tersebut. Ada banyak alasan mengapa mengidolakan boyband itu.

Ada yang tertarik oleh ketampanan parasnya; ada yang tertarik dengan lagu-lagunya, ada yang tertarik dengan tarian dan sebagainya.

Dari sekian banyak orang yang mengidolakan boyband tersebut ada golongan pengidola fanatik, ada pula pengidola yang biasa-biasa saja atau sekedar ikut tren.
 
Pertanyaan yang muncul dalam diri saya melihat fenomena itu adalah: “Apa yang disentuh dalam diri para pengidola itu sehingga membuat mereka dengan fanatik mengidolakannya.”

Pertanyaan ini muncul karena mereka yang mengidolakan orang atau kelompok tertentu, yang awalnya dari satu bagian berkembang menjadi pengidola fanatik yang rela mengubah penampilan diri dan perilakunya untuk menjadi semirip mungkin dengan idolanya.

Untuk mendapatkan jawabnya butuh belajar banyak dari buku-buku hasil penelitian berkaitan  dengan hal itu.
 
Pertanyaan yang sama membawa pada permenungan tentang Matius.

Sejauh diwartakan dalam Injil Matius, ia yang sedang bekerja sebagai pemungut cukai saat diajak Yesus untuk ikut, segera ikut.

Apa yang disentuh Yesus sehingga Matius mau segera ikut. Adakah sisi ruang kosong dalam diri Matius sehingga  mudah terpesona.

Keterbukaan hati dan diri macam apa yang dimiliki Matius sehingga mudah digerakkan. Pertanyaan-pertanyaan itu masih dapat dilanjutkan.

Pertanyaan pada diriku sendiri justru dengan nada negatif, ada apa dalam diriku sehingga aku tidak mudah disentuh, tidak mudah terpesona dan tidak mudah digerakkan oleh Yesus.

Sementara aku menyatakan mengimani Dia.
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here