Ilusi Narkoba

0
218 views
Ilustrasi - Ilusi oleh pexel.com

Renungan Harian
12 Februari 2021
Bacaan I: Kej. 3: 1-8
Injil: Mrk. 7: 31-37
 
SEORANG teman berkisah tentang pengalamannya bagaimana ia bisa terjerumus ke dunia narkoba.

“Romo, saya terjerumus dalam lembah hitam ini, bukan karena saya frustasi atau melarikan diri. Saya berasal dari keluarga terhormat dan saya mendapat pendidikan yang baik pula. Saya menjalani hidup dengan baik (dalam arti normal) tidak pernah aneh-aneh, pergaulan saya juga baik, teman-teman saya tidak ada yang keluar dari norma-norma yang ada.
 
Setelah lulus kuliah, saya bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bonafid, sehingga membuat kehidupan saya baik dan mapan. Kemudian saya berumah tangga dan dikaruniai dua orang anak. Saya merasakan hidup saya penuh berkat.
 
Setelah kelahiran anak yang kedua, karir saya semakin baik. Dengan kenaikan jabatan menuntut tanggung awab yang lebih tentu saja. Namun dengan beban yang ada, saya mencoba tetap membangun keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga.
 
Sampai suatu waktu saya mendapat tanggungjawab untuk memimpin projek perusahaan bersama tiga orang teman lain. Projek ini menuntut energi yang luar biasa, bukan hanya pikiran tetapi juga fisik.

Beberapa kali saya harus pulang kerja agak larut malam, dan badan sungguh-sungguh sudah capai. Beberapa kali pekerjaan menuntut kerja lembur, tetapi saya selalu menyerah dan izin untuk pulang.

Syukur pada Allah teman-teman mengerti. Namun demikian, saya juga sungkan kalau terus-menerus minta izin.
 
Saya heran romo, melihat tiga orang rekan kerja saya itu. Mereka bisa bekerja dengan energi yang luar biasa. Mereka bisa kerja hampir 24 jam non stop saat sibuk banget dan seperti tidak kelelahan.

Saya tanya ke mereka, bagaimana mereka bisa mendapatkan energi yang luar biasa seperti itu. Mereka mengatakan minum jamu. Wah, saya jadi tertarik dan ketika ditawari saya mau.
 
Romo, yang mereka tawarkan adalah sabu (salah satu jenis narkotika). Dan benar Romo, sejak saya mengkonsumsi sabu, energi kerja saya luar biasa dan di awal-awal saya jadi lebih produktif. T

etapi lama-kelamaan saya jadi tergantung dengan sabu itu; kalau tidak ada sabu saya jadi tidak semangat, malas maunya tidur terus dan tidak ada energi.
 
Sampai suatu saat salah satu rekan kerja saya meninggal karena overdosis. Saya jadi takut Romo, saya tidak mau hal itu terjadi pada diri saya. Kemudian saya bercerita kepada isteri dan orang tua tentang keadaan saya.

Mereka semua terkejut dan syok mendengar pengakuan saya. Syukurlah mereka semua mau mengerti dan mendukung saya untuk keluar dari ketergantungan ini.
 
Romo, saya sungguh-sungguh menyesal harus mengalami semua ini. Sebuah tawaran yang sungguh-sungguh menarik dan sungguh-sungguh saya rasakan manfaatnya di awal-awal menggunakan, tetapi ternyata merusak diri saya baik secara fisik maupun psikis.

Saya terjebak dengan keinginan menjadi kuat dan luar bisa, tetapi ternyata saya salah jalan.
 
Romo, narkoba itu sungguh-sungguh jahat, menawari ilusi yang luar biasa. Kiranya banyak orang yang terjebak seperti saya, terjerumus karena melihat tawaran yang positif dan luar biasa padahal itu semua hanya ilusi, tidak pernah sungguh menjadi nyata.”
 
Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam Kitab Kejadian, ular menawarkan buah terlarang dengan iming-iming manusia keluar dari batasannya dan menjadi seperti Allah.

Sebuah tawaran yang amat menarik memenuhi kerinduan manusia tetapi akhirnya menjerumuskan pada jurang yang dalam.

“Sekali-kali kamu tidak akan mati! Tetapi Allah mengetahui bahwa pada waktu kamu memakannya, matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
 
Bagaimana dengan aku?

Adakah aku mampu melawan godaan yang begitu menarik dan memikat?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here