In Memoriam Romo Antonius Soetanto SJ: Jadikan Masa Kecilku Berharga, Mencintai Musik Liturgi Gereja (2)

2
694 views
RIP Romo Antonius Soetanto SJ -Pastor Yesuit sederhana yang telah menjadikan masa kecilku bahagia dan aku mencintai musik liturgi Gereja (Ist)

SAYA harus memulai satu hal penting dalam hidup personalku.

Bolehlah dibilang saya termasuk salah satu pribadi beruntung yang pernah menjadi anggota Paduan Suaran Ascensio binaan almarhum Romo Antonius Soetanto SJ.

Ini terjadi pada diri saya, saat beliau berkarya pastoral sebagai pastor paroki di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Paroki Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dan itu berlangsung sudah beberapa dekade tahun yang lalu.

Mendapat bantuan

Ayahku telah meninggal dunia, sejak saya masih duduk di bangku SD kelas 2. Karena itu, ibu harus bekerja sampai sore; kadang sampai malam.

Akibatnya, saya selalu ditinggal sendirian di rumah. Karena saya anak tunggal; tidak punya adik atau kakak.

Kebetulan selagi muda, ayahku pernah menjadi anggota paduan suara di Gereja St. Petrus dan Paulus Paroki Mangga Besar, Jakarta Barat.

Itu terjadi beberapa puluh tahun silam, saat mana almarhum Romo Tanto SJ masih bersatus calon imam Yesuit; masih sebagai frater di sana.

Dengan demikian, almarhum Romo Tanto SJ sungguh mengenal keluarga kami. Dan beliau juga lalu bersimpati untuk menolong ibu. Saat saya masih kecil dan remaja.

Jadi, ketika almarhum Romo Tanto SJ menawari ibu dan membujuk saya agar mau masuk PS Ascensio, maka masa kecil saya yang sepi langsung berubah sesaat.

Hidup saya kemudian menjadi penuh notasi dan lagu.

Ilmu langka dibagikan gratis

Saya terselamatkan dari kesendirian. Bahkan lebih dari itu, saya langsung mendapat kesempatan mengenyam pendidikan musik klasik yang setara dengan pendidikan musik di sekolah musik formal.

Seperti yang kita ketahui, almarhum Romo Tanto pernah menjalani studi formal jurusan konduktor dan orgel pipa di Utrecht, Negeri Belanda. Ini merupakan jurusan studi yang sulit dan bergengsi sebagai seorang musikus.

Seluruh pengetahuan special Romo Tanto SJ itu dengan tulus diberikan kepada kami. Tanpa pernah memungut bayaran.

Menolong keluarga

Salah satu tujuan Romo Tanto SJ dengan mendirikan Paduan Suara Ascensio adalah untuk menolong keluarga-keluarga dalam dan luar Paroki Tanjung Priok -bahkan juga keluarga lintas agama- untuk membuat “sibuk” anak-anaknya, selagi orangtua mereka sibuk mencari nafkah.

Kami juga tidak diwajibkan membayar. Bahkan setelah latihan koor atau main organ pun, kami sering diberi makanan, penganan serta minuman gratis.

Tidak saya pungkiri, memang selalu ada beberapa orang lain yang senantiasa dengan senang hati mau membantu hal-hal teknis lainnya.

Tak pelak lagi, saya mesti harus menyebut peranan penting adik Bu Lucia Sumartini -adik kandung almarhum Romo Tanto SJ- karena selalu setia guna memastikan kebutuhan konsumsi anak-anak anggota PS Ascensio selalu bisa terpenuhi.

Dari hasil jadi juri lomba

Saya pernah tanyakan hal ini kepada almarhum Romo Soetanto SJ tentang kemurahhatiannya.

“Romo Tanto, uang Romo kan hanya didapat dari stipendium umat. Lalu, dari mana Romo bisa membayari semua pengeluaran untuk konsumsi, beli bensin untuk mobil Isuzu legendaris yang berjasa mengantar pulang murid anggota PS Ascensio yang rumahnya ada di seluruh penjuru Jakarta yang lain?”

“Bisa bayarin semua itu dari uang hasil jadi juri lomba Paduan Suara,” begitu kata almarhum Romo Tanto SJ.

Sampai terakhir kalinya saya sempat bertemu almarhum Romo Tanto SJ, sosok pastor Yesuit yang selalu tampil bersahaja ini masih saja nyetirin mobil Izusu Panther-nya. Untuk nganter anak-anak dari Paroki Kampung Sawah pergi ke Tanjung Priok untuk latihan, lalu balik lagi pulang ke Kampung Sawah.

“Dan dari hasil pekerjaan Romo sebagai musikus gereja di Yamuger,” begitu jawabnya.

Sejak tahun 2014, mobil Izusu kenangan itu rupanya sudah diganti dengan mobil yang kondisinya lebih baik.

Dan menurut Romo Tanto SJ, mobil itu adalah pemberian dari Romo Bambang Rudianto SJ, juga seorang putra daerah Paroki Tanjung Priok.

Almarhum Romo Antonius Soetanto SJ saat menjadi tim juri Pesparani di Ambon, Maluku, tahun 2018. (Dok. Louis Djangun)

Demi Paduan Suara Ascensio

Saya sungguh merasa terharu. Sungguh sebuah pengurbanan dan kasih yang besar yang diberikan Beliau kepada kami.

Semua yang dilakukannya adalah hanya demi kebaikan kami: murid-muridnya di PS Ascensio.

Pelayanan tanpa pamrih, tanpa batasan, karena saya tahu diam-diam Romo juga menolong teman-teman yang mendapat kesulitan di rumah, di sekolah, atau yang punya masalah berat.

Almarhum Romo Tanto SJ bukan hanya guru kami. Tapi juga tempat kami mengadu dan berkonsultasi.

Semua itu Romo Tanto lakukan dengan tulus.

Almarhum hanya berharap sekali waktu kami -para mantan muridnya itu- akan ganti melayani umat. Dengan kesediaan mau menjadi organis gereja, pemazmur, atau misdinar.

Dan ya memang hanya itu saja harapannya.

Saya sangat berterimakasih karena berkat almarhum Romo Antonius Soetanto SJ, perjalanan hidupku telah gratis diberi:

  • Jalan lapang untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif;
  • Kesempatan aktif dalam kegiatan-kegiatan Gereja;
  • Mendapatkan teman-teman dan menjadi anggota “keluarga besar” PS Ascensio.

Terimakasih yang sebesar besarnya atas jasa Romo Tanto telah “menyelamatkan” masa kecil saya dan membuatnya menjadi masa kecilku yang sangat indah.

Tulisan ini tentu saja amat sedikit artinya dibandingkan dengan apa yang telah di akukan almarhum Romo Tanto SJ buat kami – para muridnya.

Mohon maaf yang sebesarnya, karena saya belum dapat membayar hutang budi ini pada almarhum Romo Tanto SJ.

Semoga semua amal kebaikan dan jasa Romo Antonius Soetanto SJ kepada kami semua menjadi harta yang akan dibawanya menghadap Bapa di surga.

Romo Tanto SJ, kini beristirahatlah dalam damai yang abadi. Almarhum adalah gembala dan guru teladan kami yang sangat kami kasihi.

Kami semua merasa amat berduka dan kehilangan sosokmu.

2 COMMENTS

  1. Terimakasih…. Saya jadi brebes mili bacanya… walaupun saya sekali ketemu Romo tanto..beruntung bisa dapat workshop dirigen… tapi berksesan sekali. Selamat jalan romo.. Suwargi langgeng…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here