In Memoriam Romo Stefanus Bagus Aris Rudianto SJ: Bersama Hidupkan Wisma Mahasiswa Yogyakarta

0
394 views
IP Romo Bagus Aris Rudiyanto SJ, Pastor Paroki Purbayan Solo.

SEPANJANG 15 tahun terakhir ini, saya mengalami dua episod perjumpaan dengan almarhum Romo Stefanus Bagus Aris Rudianto SJ.

Episode pertama terjadi tahun 2005–2006 di Seminari Menengah Mertoyudan.

Ketika itu, saya adalah seminaris Medan Pratama (MP) dan beliau adalah Sub Pamong MP. Selama satu tahun itu pula, almarhum menjadi pembimbing rohani saya yang setiap sebulan sekali saya harus bertemu untuk bimbingan rohani.

Saya terkesan dengan keterbukaan beliau untuk mengerti kegelisahan remaja yang sulit beradaptasi dalam hidup berkomunitas. Bulan Maret-Juni 2006, saya sudah sangat ingin keluar dari seminari untuk pindah ke Kolese de Britto.

Dalam masa-masa itu Frater Bagus mengajari saya untuk mengambil pilihan dengan bijak, dengan memperhatikan gerak batin, memahami setiap risiko dari pilihan-pilihan saya.

Ketika Juli 2006 akhirnya saya diterima di SMA Kolese de Britto, saya betul-betul ingat pada proses-proses bimbingan rohani dari alm. Frater Bagus.

Episode kedua terjadi tahun 2010-2013 ketika almarhum ditahbiskan sebagai imam dan mendapat tugas pengutusan pertama di Pastoran Mahasiswa Yogyakarta.

Saya sebagai bekas anak didiknya yang sekaligus aktivis di Wisma Mahasiswa Yogyakarta, sangat gembira mendengar pengumuman tersebut.

Saya merasa bahwa bisa dekat lagi dengan beliau, bahkan akan bekerjasama menggerakkan pendampingan mahasiswa Katolik di Jogja.

Saat masih menjadi frater di Seminari Mertoyudan.

Kisah pertama terjadi ketika bulan Februari 2011 saya dan beberapa rekan aktivis mahasiswa berinisiatif mengadakan rekoleksi semalam, memikirkan apa yang bisa dikerjakan untuk menghidupkan kembali suasana komunitas di Wisma Mahasiswa.

Romo Bagus sebagai romo muda yang sedang proses mengenali medan kerjanya, turut datang dalam rekoleksi tersebut dan menyapa kami, meskipun hanya bergabung sampai pukul 21.00.,

Kami ingin Wisma Mahasiswa menjadi tempat yang nyaman untuk berdinamika bersama. Pesan kuat Romo Bagus saat itu adalah tentang suasana persahabatan dan saling mengasihi.

Lantas kami melanjutkan permenungan dan refleksi bersama hingga pukul 04.00 pagi hanya untuk membicarakan perbedaan kata cinta dan CINTA.

Bersama Romo Bagus, lantas kami membentuk perkumpulan Forum Mahasiswa Katolik Yogyakarta (RUMAH KITA).

Tahun 2013 saya mengajak beberapa rekan mahasiswa untuk bertemu Romo Bagus, mengusulkan menghidupkan kembali kapel di Wisma Mahasiswa.

Bersama seminaris waktu itu.

Saat itu kami berharap agar dengan adanya misa mingguan di Wisma Mahasiswa, dapat mengurangi penumpukan umat di Gereja Kotabaru. Terutama saat Minggu sore.

Kami melakukan persiapan selama dua pekan dengan sosialisasi, promosi, dan pembenahan tempat. Ternyata pelaksanaan jauh dari harapan. Umat yang hadir hanya 10 orang. Kami panitia sudah hampir putus asa, karena merasa gagal dalam mempromosikan misa tersebut.

Namun demikian Romo Bagus justru mengajak kami panitia untuk tidak menyerah, terus berinovasi agar rekan-rekan muda tertarik ikut misa di Wisma Mahasiswa.

Bersama dengan Romo Bagus, kami para aktivis mahasiswa Katolik bisa membuat mimpi-mimpi yang ideal untuk sebuah rumah tua bernama Wisma Margasiswa.

Beberapa kegiatan yang kami buat bersama Romo Bagus antara lain :

  1. Kegiatan panggung boneka untuk anak-anak Kampung Klitren bernama “Pojok Dongeng”. Kegiatan ini diinsiasi oleh gabungan mahasiswa alumni Seminari Garum, Seminari Mertoyudan, dan Seminari Stella Maris. 
  2. Bersama Tim Lingkar mudamenjadikan Wisma Margasiswa sebagai pos logistik untuk korban erupsi Merapi 2010, sekaligus tempat project seni lukis dalam rangka pendampingan remaja-remaja di Jogja.
  3. Jambore Keluarga Mahasiswa Katolik se Jawa – Lampung–Bali di Bumi Perkemahan Sinolewah Cangkringan, tahun 2012
  4. Bersama para dosen katolik UGM, memulai tradisi Retret Mahasiswa Baru UGM (REMBUG) pada tahun 2011. Pada tahun-tahun sebelumnya retret diselenggarakan oleh MISKAM UGM dan para dosen, yang sifatnya tidak wajib dan hanya ada satu kelompok retret. Pada tahun 2011, REMBUG UGM dilaksanakan hingga 9 kelompok retret.
  5. Bulan Oktober 2012 mengadakan MISA INDONESIA, suatu kegiatan misa serempak di 17 kota di Indonesia.  Misa diselenggarakan dengan tema, atribut, dan semangat yang sama, di bawah koordinasi dari Wisma Mahasiswa Jogja.
Menghadiri pesta keluarga usai tahbisan imam di pekarangan Kolese St. Ignatius Yogyakarta.
Kenangan masa silam, ketika semua masih muda.

Selama kami berdinamika dengan Romo Bagus di Wisma Mahasiswa, tentu tidak lepas dari konflik dan ketidaksepakatan, Terlebih lagi kami semua adalah orang muda, termasuk Romo Bagus, yang sama-sama memiliki idealisme tinggi, memiliki kecintaan yang sama untuk mengembangkan pendampingan bagi mahasiswa Katolik di Jogja.

Tetapi konflik-konflik kecil sama sekali tidak mengurangi rasa hormat kami pada beliau, karena menyadari tugas berat beliau, sebagai pastor single fighter untuk mendampingi ribuan mahasiswa katolik di Jogja yang ada di berbagai kampus non-swasta katolik.

Sekarang Romo Bagus sudah mendapat pengutusan baru menjadi pendoa abadi di Surga. Selamat bertugas, Romo.

Yogyakarta, 2 Oktober 2020,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here