Ingin Mengasihi Allah, tapi Caranya?

0
243 views
Yesus membangkitkan Lazarus. (Ist)

Bacaan 1: 1Yoh 4:7 – 16
Injil: Yoh 11:19 – 27

IBERKATA aku mengasihimu namun tidak mau berkorban baginya maka hal itu tentunya adalah “gombal mukiya”.

Seorang sahabat yang baik adalah dia yang selalu siap berkorban/membantu dan memaafkan kesalahan sahabatnya.

Menulis semua kesalahannya di pasir agar ketika angin berhempus maka akan menghapus tulisan itu dan menuliskan semua kebaikannya di sebuah batu, agar tak lekang dimakan waktu.

Lazarus adalah murid yang sangat dikasihi Tuhan Yesus. Sudah miskin, penyakitan dan sekarang mati: itulah derita nasib Lazarus.

Sangat wajar bila hati Yesus tergerak oleh belaskasihan keluarga itu (Maria, Marta dan Lazarus). Kasih sejati dari Allah, tak mungkin melalaikan mereka yang terpinggirkan. Maka ketika Dia mendengar kematiannya tentu sangat sedih.

Melawat Lazarus tentu adalah dilema (terutama bagi para murid-Nya), bagaimana tidak? Baru saja Yesus hendak dilempari orang-orang Yahudi disitu dan sekarang hendak kembali ke daerah itu? Itulah sahabat, Dia tidak peduli dengan risiko yang akan terjadi tapi Dia mau berkorban bagi sahabat yang dikasihi-Nya itu.

Kisah kematian Lazarus menjadi istimewa bagi Yesus, sebab Dia ingin menggunakan kematian Lazarus ”untuk kemuliaan Allah”, yaitu dengan membangkitkannya dari kematian.

Dalam kisah ini dengan tegas Tuhan Yesus menyatakan siapakah diri-Nya, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”.

Kemudian diamini oleh Marta, “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia”.

Allah adalah kasih dan Ia telah mengasihi kita terlebih dahulu, hal itu dibuktikan dengan pemberian Anak-Nya sebagai silih bagi dosa manusia. Maka hendaknya orang membalas kasih Allah itu tapi bagaimana caranya, sebab Allah tak bisa kita lihat?

Mengasihi sesama yang bisa kita lihat maka sama saja mengasihi siapakah penciptanya yang tidak bisa kita lihat. “Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita”, demikian kata Rasul Yohanes.

Pesan Hari Ini:

Allah itu kasih dan Dia telah menyatakannya terlebih dahulu lewat pemberian Anak-Nya sebagai penebus dosa manusia maka supaya saya tetap dalam kasih-Nya, harus bisa saling mengasihi dengan orang lain. Tuhan Yesus telah memberi teladan bagaimana Ia sebagai Allah dan Manusia berempati pada sahabat-Nya Lazarus yang miskin, penyakitan dan akhirnya mati itu.

Ketika aku mengenakan masker dan harus tetap menjaga jarak maka itu bukti aku mengasihi dirimu

Bersatu Melawan Coronavirus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here