Inspirasi Harian di Bulan Rosario, Oktober 2019

0
4,160 views
Ilustrasi: Prosesi Doa Rosario. (Ist)

1 Oktober

“Biarkanlah aku mengalungkan rosarioku pada leher seorang berdosa, dan ia tidak pernah melepaskan diri lagi.”
(St. Louis-Marie Grignion de Montfort)

2 Oktober
“Salah satu ciri doa yang baik adalah kalau doa itu membuat kita menjadi semakin sederhana di hadapan Tuhan, tidak muluk-muluk dalam kata-kata, tapi juga tidak bertele-tele dalam nalar.

Dan, itulah yang dapat ditemukan dalam doa rosario. Bisa didoakan sambil berjalan di pegunungan, bisa sambil duduk di sebuah angkutan, cukup dengan menggunakan 10 jari tangan kita.”
(Mgr. Ign. Suharyo)

3 Oktober

Doa Rosario adalah juga sekolah doa, sebuah doa yang sederhana tapi banyak memberikan pelajaran iman yang mendalam.

Dengan berdoa Rosario, kita mengkontemplasikan wajah Yesus Kristus sendiri bersama Maria. Rosario juga mengajak mata batin kita untuk berdoa bersama dengan tahun liturgi Gereja, karena Maria sendiri adalah Bunda Gereja.”
(Yohanes Paulus II)

4 Oktober

“Setiap orang, mulai dari dirinya sendiri, harus berdoa rosario dengan lebih khidmat dan benar-benar mempraktekkan yang kuanjurkan yaitu devosi Sabtu Pertama setiap bulan.”
(Pesan Bunda Maria di Fatima kepada Lucia, Mei 1917).

5 Oktober

“Bila kalian berdoa rosario, ucapkanlah pada akhir setiap peristiwa: “Ya Yesus, ampunilah dosa kami, lindungilah kami dari api neraka, hantarkanlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terlebih jiwa yang paling memerlukan belas kasihan-Mu.”
(Pesan Bunda Maria di Fatima, 13 Juli 1917)

6 Oktober

“Berdoalah rosario setiap hari, agar kalian memperoleh perdamaian untuk dunia dan berakhirnya peperangan.”
(Pesan Bunda Perawan Maria kepada ketiga anak di Fatima, 13 Mei 1917).

7 Oktober

Peringatan St. Perawan Maria Ratu Rosario “Berdoalah rosario setiap hari… Berdoa, berdoalah sesering mungkin dan persembahkanlah silihmu bagi para pendosa. Akulah Ratu Rosario. Pada akhirnya Hatiku yang Tak Bernoda akan menang.”
(Pesan Bunda Maria di Fatima)

8 Oktober

“Jika umat manusia tidak bertobat dan memperbaiki hidupnya, Bapa akan mengirimkan hukuman yang dahsyat terhadap umat manusia. Hukuman ini akan lebih dasyat dari air bah.

Api akan turun dari langit dan akan memusnahkan sebagian besar umat manusia. Maka mintalah, mintalah dengan tekun, dan berdoalah rosario untuk pemurnian, setiap Sabtu Pertama.“
(Pesan Maria Fatima, yang dituliskan kembali di Akita,Jepang, 1973-1981)

9 Oktober

“Rosario suci, yang didaraskan dengan hikmat berulang kali disertai tindakan pertobatan yang baik, tidak akan pernah layu dan mati. Mawar-Merah kita itu akan tetap elok mempesona selama beribu-ribu tahun terhitung dari sekarang.

Dan, jika anda setia mendaraskan rosario Suci sampai mati, saya dapat memastikan kepada anda bahwa betapapun beratnya dosa-dosa anda, anda akan menerima suatu mahkota kemuliaan yang tak akan pernah pudar dan hilang.”
(St. Louis-Marie Grignion de Montfort).

10 Oktober

“Rosario Suci merupakan akar dan gudang berkat yang tak terhitung jumlahnya, karena melalui doa rosario suci, orang-orang berdosa bertobat dan diampuni, jiwa-jiwa yang dahaga disegarkan, mereka yang terbelenggu akan dilepaskan ikatannya, mereka yang menangis menemukan kebahagiaan, mereka yang dicobai menemukan kedamaian, mereka yang miskin mendapat bantuan, hidup beragama diperbaharui, mereka yang bodoh diajar, manusia belajar mengatasi keangkuhannya, serta orang mati dihapus penderitaannya.“
(Beato Alan de la Roche).

11 Oktober

“Kita dapat berdoa dan memohon bersama dengan Maria. Doa Gereja seakan-akan didukung oleh doa Maria; Gereja disatukan dengan Maria dalam harapan.”
(KGK, Katekismus Gereja Katolik, 2679)

12 Oktober

Doa Rosario adalah senjata yang amat efektif untuk mengusir setan, untuk memelihara kesucian hati, untuk mendapatkan keutamaan dengan lebih mudah, atau dengan kata lain untuk menganjurkan pertobatan dan menegakkan perdamaian diantara umat manusia.

Doa Rosario tidak hanya mengalahkan mereka yang menghina Allah dan musuh-musuh agama, tetapi juga melatih diri kita untuk memperoleh keutamaan-keutamaan Injil yang kita butuhkan.“ (Pius XI, Ensiklik “Ingravescentibus Malis”, 29 September 1973).

13 Oktober

“Wanita beriman ini, Maria dari Nazaret, Bunda Allah, telah diberikan kepada kita sebagai teladan peziarahan iman kita.

Dari Maria kita belajar untuk tunduk kepada kehendak Allah dalam segala hal, kita belajar untuk percaya untuk mencintai Kristus, Putranya dan Putra Allah. Sebab Maria bukan hanya Bunda Allah, ia juga adalah Bunda Gereja.”
(Paus Yohanes Paulus II, 6 Oktober 1979)

14 Oktober

“Rosario atau “mahkota mawar” adalah doa merenungkan kehidupan Yesus, yang meliputi kontemplasi atas peristiwa-peristiwa tertentu dalam Injil, yaitu “misteri-misteri”, bersama Bunda Maria. Jadi, mendaras rosario tidak lain adalah menatap wajah Kristus bersama Maria”
(Rosarium Virginis Mariae, Paus Yohanes Paulus II)

15 Oktober

“Marilah kita berdoa lewat perantaraan Maria, teladan kerendahan hati dan sukacita penyebaran Injil, agar Gereja dapat menjadi rumah yang menyambut, yang menjadi ibu bagi semua orang, dan menjadi sumber kelahiran dunia kita yang baru.”
(Paus Fransiskus, Pesan pada Hari Misi Sedunia, 14 Juni 2014)

16 Oktober

“Rosario dimulai dengan pengalaman Maria sendiri. Justru karena ini, rosario merupakan doa kontemplatif yang sangat indah. Tanpa dimensi kontemplatif ini, doa rosario akan kehilangan maknanya.

Tanpa kontemplasi, doa rosario menjadi ibarat tubuh tanpa jiwa, dan ada bahaya bahwa pendarasannya akan menjadi pengulangan kata-kata secara mekanis”
(Paus Paulus VI).

17 Oktober

“Sesungguhnya, doa rosario hanyalah suatu metode kontemplasi. Sebagai metode, doa rosario merupakan sarana untuk mencapai suatu tujuan, dan bukan tujuan itu sendiri. Bagaimanapun juga, belajar dari pengalaman berabad-abad, metode ini hendaknya tidak diremehkan. Untuk itu, kita dapat mengutip pengalaman orang-orang kudus yang tak terbilang jumlahnya.”

(Rosarium Virginis Mariae 28, Paus Yohanes Paulus II).

18 Oktober
“Jika seorang beriman sedang berdoa Rosario dan merenungkan misteri kehidupan serta jalan keselamatan Yesus Kristus, semua dosanya akan diampuni.”

(Ucapan Bunda Maria ketika menampakkan diri pada Venerable Dominic, seorang Carthusian, yang tinggal di Treves, 1841).

19 Oktober

Rosario adalah doa yang penuh kuasa untuk perdamaian, untuk keluarga, serta untuk merenungkan peristiwa-peristiwa dalam hidup Yesus.”
(Paus Yohanes Paulus II)

20 Oktober

Rosario telah menyertai saya di saat-saat suka dan di saat-saat duka, dalam rosario saya selalu menemukan penghiburan.”
(Paus Yohanes Paulus II)

21 Oktober
“Hanya selang dua minggu setelah pengangkatanku sebagai Bapa Suci pada tahun 1978, sejujurnya aku mengakui: Rosario adalah doa favoritku.

Rosario sungguh meningkatkan irama hidup manusia, dan menjadikannya selaras denganirama’ hidup Tuhan sendiri.”
(Paus Yohanes Paulus II)

22 Oktober

“Kau sangat indah, O Maria! Padamu lah kepenuhan sukacita yang lahir dari Allah. Bantulah kami agar tidak pernah lupa akan arti perjalananmu di dunia:

Semoga cahaya iman menerangi hari-hari kami, kekuatan harapan menuntun langkah kami, kehangatan kasih menggerakkan hati kami, dan biarlah pandangan kami tertuju kepada Tuhan, sumber sukacita sejati.” (Paus Fransiskus, Doa Penyerahan Kepada Maria Dikandung Tanpa Dosa, 8 Desember 2013).

23 Oktober

“Doa rosario memberi rasa damai bagi mereka yang mendoakannya, membimbing mereka untuk memandang wajah Kristus dalam diri sesama, untuk peka terhadap kesedihan serta penderitaan sesama, serta membangkitkan kerinduan untuk menjadikan dunia “lebih indah, lebih adil, lebih selaras dengan rencana Tuhan.”
(Paus Yohanes Paulus II).

24 Oktober

“Sekarang ini, saya hendak mempercayakan diri kepada kuasa doa rosario …. sebagai sumber damai di dunia dan sumber damai dalam keluarga. Rosario akan selalu merupakan doa dari dan bagi keluarga.

Mendaraskan Doa Rosario bersama-sama dalam keluarga akan mempersatukan mereka dengan Keluarga Kudus, membawa harapan-harapan serta persoalan-persoalan mereka kepada Tuhan, serta memusatkan perhatian mereka kepada gambaran kehidupan Kristus, dan bukannya gambar televisi.”
(Paus Yohanes Paulus II).

25 Oktober
“Doa rosario mengulang-ulang doa yang sama dengan tujuan merenungkan serta memusatkan pikiran, dan bukannya mendatangkan kejenuhan.”
(Paus Yohanes Paulus II).

26 Oktober

“Sepotong nasihat ini, adalah nasihat dari para pastor Rusia Ketika hatimu dalam kekacauan, pergilah ke kapel Maria Bunda Tuhan… dan tinggallah di sana sampai kamu merasa lebih tenang, lewat doa, dengan penyerahan dan kepercayaan kepada Bunda Maria.”
(Paus Fransiskus, 12 Mei 2014)

27 Oktober

“Peristiwa-peristiwa Rosario, meskipun bukan pengganti bacaan Kitab Suci, haruslah menghantar pikiran kita kepada Kristus dan kepada peristiwa-peristiwa lain dalam hidupNya.” (Paus Yohanes Paulus II).

28 Oktober

“Maria adalah seorang ibu, dan seorang ibu menguatirkan kesehatan anak-anaknya, tahu cara merawat anak-anaknya dengan kasih dan kelembutan.

Lewat Rosario, Bunda Maria menjaga kesehatan kita, ia membantu kita bertumbuh, berani menghadapi hidup, berani menjadi bebas.” (Paus Fransiskus, Doa Rosario di Basilika Maria Maggiore, 4 Mei 2013)

29 Oktober

“Saya teringat suatu waktu ketika di Lujan, saya mendengarkan sebuah cerita:
Ada seorang pria muda modern dengan anting-anting, tato, dan segala macamnya. dan ia datang menceritakan permasalahannya, suatu masalah yang besar dan sulit.

Katanya, “Saya menceritakan ini kepada ibuku dan ibuku berkata kepadaku –pergilah kepada Maria dan ia akan memberitahumu apa yang harus kau lakukan.”

Inilah seorang wanita yang memiliki “karunia nasihat.”

Ia sendiri tidak tahu bagaimana cara menolong anaknya, tetapi ia memberi petunjuk jalan yang benar: Pergilah kepada Bunda Maria dan ia akan memberi tahumu. Wanita sederhana itu telah memberi anaknya nasihat yang paling tepat.”
(Paus Fransiskus, 7 Mei 2014)

30 Oktober

Doa Rosario adalah mengulang-ulang doa Salam Maria sambil merenungkan peristiwa-peristiwa kunci pada kehidupan Yesus, agar Ia (bersama Maria dan Yosep) menjadi pusat pikiran kita, pusat perhatian dan pusat tindakan kita.

Akan sangat baik jika di bulan Maria ini, kita berdoa rosario bersama-sama di dalam keluarga, bersama teman-teman, di lingkungan kita, di Gereja, dan di Keuskupan kita.”
(Paus Fransiskus, 1 Mei 2013)

31 Oktober

“Bunda Maria menemani kita, berjuang bersama kita, menopang dalam setiap pergumulan kita melawan kuasa jahat. Doa bersama Maria, terutama Doa Rosario, memiliki dimensi penderitaan, perjuangan. Doa Rosario menguatkan kita di dalam perjuangan.” (Paus Fransiskus, Homili pada HR Maria Diangkat ke Surga, 15 Agustus 2013)

PS: Bahan ini muncul di jalur medsos dan tidak diketahui siapa penulis aslinya. Karena kontennya baik, maka kami menampilkannya untuk para pembaca.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here