IYD 2016 Manado: OMK Membaca Alkitab, Oase Hidup Malaikat Kecil

0
524 views
OMK Keuskupan Sanggau peserta Indonesian Youth Day 2016 Manado bersama Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM, Uskup Keuskupan Bogor. (Ist)

Pengantar Redaksi

Naskah refleksi ini dikirim oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM, Uskup Keuskupan Bogor. Saat berlangsung forum Ngopi alias Ngobrol Pintar bersama ratusan OMK peserta Indonesian Youth Day ke-2 tanggal 1-6 Okktober 2016 di Manado lalu, Mgr. Paskalis hadir sebagai salah satu narasumber di forum Ngopi dengan tema OMK dan Katekese Orang Muda. Tulisan ini hasil refleksi Sdri. Angela Januarti Kwee, OMK peserta Indonesian Youth Day dari Keuskupan Sanggau, Kalimantan Barat dan dikirim ke Mgr. Paskalis sebagai pembimbing kelompok grup WA pecinta baca KS.

——————–

 “IMAN itu tumbuh lewat mendengar, maka dibutuhkan pewarta. Kalau kita tidak rajin membaca Alkitab (tidak mengenal Yesus) secara mendalam, bagaimana kita mau mewartakan tentang diri-Nya?” itulah penggalan pesan yang kudapatkan ketika mengikuti Ngopi (Ngobrol Pintar) dengan tema OMK dan Katekese Orang Muda.

Ngopi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesian Youth Day (IYD) 2016 yang berlangsung di Manado. Pembicara utama NGOPI ini adalah Uskup Keuskupan Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM.

Grup WA pecinta KS

Di sela presentasinya, Mgr, Paskalis menceritakan pengalaman bersama umat di keuskupan membuat grup WhatsApp membaca Alkitab. Tidak hanya Orang Muda Katolik (OMK) yang terlibat, para umat dan biarawan juga bersemangat ambil bagian.

Mendengar kisah yang diutarakan Monsinyur, aku dan teman-teman kelompok (OMK Keuskupan Sanggau dan Sintang) tertarik untuk membentuk grup yang sama. Ketika sesi diskusi, Mgr. berkeliling dan datang ke setiap kelompok. Aku membuka perbincangan dan mengutarakan niat kami.

Respon Monsinyur sangat positif. Segera Monsinyur memberikan nomor HP agar bisa bergabung dengan grup membaca Alkitab yang akan kami bentuk.

Tiga hari kemudian –tepatnya tanggal  8 Oktober 2016, aku mulai mengirim pesan kepada Mgr mengenai ide membuat grup. Karena baru dan belum berpengalaman, aku meminta Monsinyur membimbing kami. Grup ini memerlukan seorang admin yang membantu merekap status tuntas para anggota grup. Tiap anggota akan melapor bila sudah selesai membaca setiap bab.  Kitab yang dipilih juga sesuai kesepakatan.

Grup kami diberi nama OMK Membaca Alkitab. Anggotanya terdiri dari Monsinyur, Pastor, Frater, OMK dari Keuskupan Sanggau, Sintang, Kakaskasen (Tomohon, Sulut), Bogor, dan Samarinda. Kami sepakat mulai membaca Kitab Amsal (Perjanjian Lama) dan Matius (Perjanjian Baru). Kedua kitab ini dipilih karena bacaannya lebih ringan bagi OMK.

Intinya kami ingin memastikan OMK membaca dengan sukacita dan tanpa beban.

omk-sanggau-2Ketika grup ini mulai berjalan, aku mendapati banyak OMK bersemangat mulai membaca Alkitab di sela-sela aktivitas sehari-hari mereka. Sesekali mereka menyisipkan kutipan menarik dari bab yang dibaca.

Lia, OMK dari Paroki Rawak Keuskupan Sanggau mengungkapkan pengalamannya demikian. “Semakin ke sini rasanya semakin jatuh cinta dengan Firman Tuhan. Thanks ya Admin,  sekarang saya jadi semangat baca Alkitab.”

Ada pula Dora, OMK Paroki Sosok Keuskupan Sanggau,  mengatakan ini.  “Sambil baca KS di perjalanan. Daripada cuma tidur, saya baca Alkitab. Mudah-mudahan bisa semakin rajin baca Firman Tuhan. Meskipun awalnya cuma baca, dan setelah membaca tidak ada yang diingat. Sekarang mulai dibaca lebih dalam lagi. Semoga tetap semangat ya teman-teman.”

Jun dari Paroki Kakaskasen di Tomohon juga berbagi pengalamannya. “Banyak hal yang bisa dipelajari dari grup ini. Senang bisa bergabung. Berusaha meluangkan waktu ditengah kesibukan. Tetap berusaha baca Kitab Suci.”

Inspirasi baru

Semangat membaca Alkitab di grup ini ternyata telah menginspirasi Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Sanggau (Komkep KESA), RD. Hernimus L. Maing, hingga kemudian juga membuat grup khusus OMK KESA (Keuskupan Sanggau). Menurutnya sangat menyenangkan membaca Kitab Suci bersama dalam grup. Jadi, grup khusus tersebut bisa menjadi stimulus untuk OMK KESA agar mulai membaca Alkitab.

Ide yang diutarakan dalam grup OMK Membaca Alkitab disambut baik oleh Mgr. Paskalis. “Baguslah Pastor Hernimus. Dampingilah para OMK berupa ikut grup baca bersama Kitab Suci. Senang sekali bila ada grup OMK KESA.”

Hanya selang lima hari dari dibentuknya grup OMK Membaca Alkitab, kami mulai membentuk grup OMK Kesa Membaca Alkitab. Di grup ini, Mgr. Paskalis tetap berpartisipasi untuk memberikan bimbingannya.

Antusias para OMK Kesa membuat Admin sempat kerepotan merekap status tuntasnya. Mereka bisa membaca lebih dari satu bab setiap hari. Membaca Kitab Suci mereka lakukan di mana saja dan kapan saja (tiap ada kesempatan), bahkan menunggu antrian sekalipun.

Seorang OMK yang paling bersemangat adalah Fernandes, hanya dalam 10 hari ia sudah selesai membaca dua kitab. Ketika kami semua mengungkapkan rasa salut dengan semangatnya, ia berkata bahwa dirinya tergolong lambat karena Alkitab yang ia gunakan dibawanya dari Timor Leste sejak 20 tahun silam dan baru kali ini ia bisa selesai membaca dua kitab karena bergabung dengan grup membaca Alkitab.

Aku jadi teringat akan pesan Mgr. Paskalis,  ketika grup OMK Kesa Membaca Alkitab mulai dibentuk. Pesan Monsinyur sebagai berikut: “Berilah wajah baru Gereja Katolik: wajah Gereja yang OMK-nya bersemangat membaca Alkitab setiap hari. Tiada hari terlewatkan tanpa baca Firman Tuhan. Jangan biarkan Matahari terbenam, sebelum Firman Tuhan dibaca. Wajah Gereja yang baru ada di tanganmu. Buktikan: Kristus di dadaku, Injil di hidupku.”

Terlintas sebuah mimpi besar bahwa kelak grup ini bisa menginspirasi banyak kamu muda, tidak hanya dilingkup keuskupan dan Indonesia. Berharap bisa Asia hingga dunia seperti adanya Indonesian Youth Day, Asian Youth Day, World Youth Day. One day I believe, I t will be true.

*** Ditulis oleh Angela Januarti Kwee, OMK peserta Indonesian Youth Day ke-2 di Manado 1-6 Oktober 2016 dari Keuskupan Sanggau, Kalimantan Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here