Jadikan Hatiku Seperti Hati-Mu

0
469 views
Tarekat imam hati kudus yesus (MSC)

Jumat, 24 Juni 2022

Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus

  • Yeh. 34:11-16.
  • Mzm: 23:1-3a.3b-4.5.6.
  • Rm. 5:5b-11.
  • Luk. 15:3-7

SALAH satu alasan kenapa kita bertahan dan mau memaafkan orang yang telah mengkhianati kita adalah karena kita masih percaya bahwa cinta akan mengubah hati orang.

Kita berharap suatu saat orang itu akan berubah.

Kekuatan cinta kadang mendorong kita untuk tetap bertahan meski sering kali muncul kekecewan dan harapan yang seakan tidak pernah terpenuhi.

Cinta sejati itu senantiasa menumbuhkan daya tahan yang kuat dalam menelan kekecewaan, hingga tidak mudah dilemahkan oleh perasaan kecewa atau pun oleh kesalahan dari orang lain.

Bahkan dari hati yang terdalam, selalu muncul greget untuk membawa kembali orang yang telah bersalah untuk menapaki jalan kebenaran.

Suatu hari, saya secara mendengar syering, seorang ibu atas pergulatan hidupnya dalam membangun keluarga yang sungguh tidak berjalan sebagaimana impian setiap wanita.

Berkali-kali dia dikecewakan suaminya, namun dia selalu berusaha tetap mempertahankan keluarganya. Dan selalu berjuang untuk menjadi pendamping yang baik.

Dia memang bisa saja meninggalkan suami dan anak-anaknya, namun jalan itu tidak dipilihnya, karena dia selalu punya harapan bahwa keadaan akan menjadi baik karena ada pertobatan dari suaminya.

Hari-harinya diwarnai dengan doa yang tak kunjung henti yang kadang disertai dengan airmata.

Ada saat dia ingin menyerah, namun pikiran itu kemudian dia tepiskan karena dia yakin, akan kuasa Tuhan.

Kemuliaan Tuhan itu baru terjadi setelah melewati jalan salib, maka jika hari-harinya diwarnai salib, ini sudah ada dalam jalan yang tepat.

“Hati Yesus jadikanlah hatiku seperti hatimu.” Inilah yang selalu ibu itu doakan dalam menghadapi situasi yang berat dalam keluarganya.

Akhirnya hari pertobatan itu terjadi ketika suaminya, terbentur masalah akibat tindakannya.

Dalam menyelesaikan masalah itu, ibu itu pasang badan, dan bahkan ketika suaminya tersudut dan harus membayar ganti rugi, ibu itu rela membongkar tabungannya demi menyelamatkan suami yang telah melukainya.

Sejak masalah itu, suaminya sadar dan berbalik 180 derajat. Dia menjadi suami yang baik.

Cinta yang diserap dari Hati Kudus Yesus itulah yang membuat ibu itu tetap memberi kepercayaan pada suaminya meski kadang kepercayaan tidak dihargai.

Seperti Tuhan Yesus yang selalu membuka hati-Nya untuk kita yang tersesat dalam dosa demikian juga ibu itu yang membuka pintu hati bagi pengampuni suaminya.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian,

“Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?

Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira.”

Sukacita dan kegembiraan juga dirasakan oleh seorang ibu di atas yang berjuang merawat hati dan jiwanya bersama suami dan anak-anak.

Merawat dengan hati yang murni dan tulus, bahkan merawat sampai nyawa pun dipertaruhkan, itulah yang dilakukan ibu ini, dia merawat jiwa suaminya yang berdimensi keselamatan.

Merawat seperti inilah yang dilalukan oleh Hati Kudus Tuhan Yesus atas kehidupan kita yang diwarnai oleh luka, dendam, amarah.

Dan dalam hati Kudus Tuhan Yesus kita mengalami penyembuhan, pendamaian, yang menyenangkan, menggembirakan, membesarkan, mendatangkan hasil yang memuaskan dan akhirnya membawa kita kepada keselamatan dalam keabadian surga.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku menjaga hatiku dari segala niat jahat dan pikiran yang sesat?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here