Jadilah Murid Sejati Yesus, Apalagi Berbusana Suster FSGM

0
155 views
Para calon dan suster FSGM sebelum penerimaan jubah biara dan pengucapan kaul pertama. (Sr. Fransiska Agustine FSGM)

ORANG muda sering banget punya semangat berkobar-kobar. Sayang, terkadang kebablasan.

Maka, kita perlu belajar dari yang senior. Menahan diri. Tidak emosional, ketika ada perbedaan pendapat.

Mirip

Itu juga yang dialami Rasul Paulus.

Ketika masih muda, semangat Saulus sungguh berkobar-kobar. Bahkan, pernah tidak bisa menahan diri. Ia juga harus banyak belajar dari seniornya.

Petrus dan Paulus pernah berkonflik. Namun mereka mampu hidup bersama. Syukurlah, keduanya dapat menjadi teladan hidup bagi kita semua.

Keduanya mau belajar menjadi murid Kristus yang sejati. 

Murid Yesus

Yesus memanggil murid-Nya dengan tidak menyuap. Tidak ada janji-janji palsu seperti dalam kampanye politik.

Ia malah memberi tahu bahwa jalan-Nya adalah jalan salib. Bahkan, siap mati sebagai “penjahat”. Tidak terhormat.

Seorang murid Yesus yang sejati harus seperti Yesus.  

Jujur. Memberi teladan hidup. Menyangkal diri. Berani mengatakan tidak terhadap hal-hal yang mudah.

Katakan “tidak” terhadap hal-hal mempesona duniawi. Tindakan mementingkan golongan. Naluri dan hasrat terlarang yang mencemarkan nilai-nilai kemanusiaan.

Taruhlah itu praktik korupsi. Kemalasan.

Menjadi murid Yesus harus berani berkata tegas: “Ya” terhadap perintah Kristus. Komit terhadap kebenaran.

Prosesi penerimaan jubah biara (kleding) dan pengucapan kaul pertama sebagai suster biarawati FSGM. (Sr. Fransiska Kristina FSGM)

Melawan arus

Sebagai murid Kristus, setiap saat harus sadar diri. Namun, kebanyakan kita justu memiliki kesadaran parsial. Sebagian.

Kadang-kadang saja menggebu-gebu. Tapi, juga kadang lesu.

Kata dan perbuatan tidak sama. Itu berarti kita belum menjadi murid Kristus dan anak-anak Allah.

Jangan pikirkan pesona duniawi. Lihatlah Yesus. Utamakan Dia.

Semakin banyak orang yang hidupnya tidak jujur, tidak tertib. Kita harus jujur, disiplin, hidup benar, dan setia.

Begitulah kemuridan Yesus.

Pesan-pesan itu disampaikan oleh Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Dalam Perayaan Ekaristi kleding (penjubahan) dan profesi pertama di Pringsewu, Lampung, tanggal 29 Juni 2021.

Enam postulan yang menerima busana biara adalah nama-nama berikut ini:

  • Theodora M. Angella Styaningrum.
  • Shuresna Agatha Simbolon.
  • Theresia Dewi Rovita Sari.
  • Maria Kristiana.
  • Ch. Setia Wati Silaen.
  • Maria Rosari Nipu.

Lima Suster Novis yang mengikarkan Profesi Pertama adalah:

  • Sr. Diane Lucianti FSGM.
  • Sr. M. Gabrielis Banafanu FSGM.
  • Sr. M. Mariestella Oktarina Siwi FSGM.
  • Sr. M. Evelyn Honestira Napitu FSGM.
  • Sr. M. Theovila Hado Wike Logo FSGM .

Hari itu, Gereja pas merayakan Pesta Santo Petrus dan Paulus.

Uskup berharap, agar kita juga meneladan hidup kedua rasul. Menjadi murid Yesus sejati. Bukan aspal atau KW.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here