Jalan yang Menyesatkan

0
304 views
Ilustrasi: Inilah kondisi 'jalan perusahaan' yang dihiasi dengan banyak kobangan lumpur, tanah merah yang licin di kala hujan plus tekstur tanah yang berkelok-kelok, turunan dan tanjakan tajam di lahan pedalaman reksa pastoral Keuskupan Ketapang di Provinsi Kalbar. Jalan perusahaan adalah sebutan akrab untuk menamai jalur transportasi darat yang dulu dipakai perusahaan HPH untuk mengangkut logging dari pedalaman hutan menuju daerah aliran sungai. (Topan Putra Tan)

Rabu, 3 Mei 2023

  • 1Kor 15:1-8;
  • Mzm 19:2-3.4-5;
  • Yoh 14:6-14.

KURANG lebih dua bulan yang lalu, saya tersesat di hutan pinus, ketika mau menuju ke salah satu stasi.

Pengalaman yang indah meski waktu itu ngeri-ngeri sedap. Bagaimana tidak ngeri-ngeri sedap, jika tiba-tiba berada di tengah hutan sendirian dengan mobil yang separuh di pinggir jurang, tidak berdaya.

Saya tersesat mulai dari pukul 17.00 sampai pukul 23.00 WIB, sebelum ada beberapa umat menemukan posisi saya tersesat.

Saat itu gelap, battery handphone sudah low, yang ada hanya kerlap-kerlip kunang-kunang dan cahaya bintang di langit.

Saya tersesat karena mengikuti arahan aplikasi internet, setelah jalan utama ke stasi itu terhalang truk tronton yang karena kelebihan muatan tidak sanggup melewati tanjakan lalu mundur dan menutup jalan.

Saya sudah cukup lama menunggu hingga setelah komunikasi dengan umat di stasi yang ingin saya tuju, mereka mengarahkan saya supaya ikut jalan lain.

Ikut jalan lain yang tidak diketahui dan apalagi hanya menurut arahan aplikasi yang menuntun, bisa menyesatkan dan bahkan membahayakan, dan setelah itu segala akibatnya harus ditanggung sendiri.

Dengan arahan aplikasi itu, mobil diarahkan ke dalam hutan, jalan hanya cukup satu mobil, dan saya ikuti jalan itu terus hingga pada suatu tanyakan mobil slip dan mundur hingga hampir masuk jurang.

Saya keluar dari mobil, dan mendapati posisi mobil tidak mungkin bisa jalan lagi tanpa pertolongan orang lain.

Setelah itu, saya mencari sinyal dan memberi informasi ke stasi yang akan saya tuju. Saya coba memberi petunjuk arah awal saya sesat dan minta mereka mengirim orang untuk menolong saya.

Setelah berjuang akhirnya mereka menemukan saya pukul 23.00 WIB malam.

Proses evakuasi malam itu terasa menyeramkan, bagaimana dengan jalan yang sulit dan sangat licin, dengan turunan dan tanyakan yang sangat tajam saya bisa mengemudi mobil sampai di tempat itu.

Hal ini, baru terasa ketika harus keluar dari hutan dengan jalan yang sangat berat dan tidak mudah.

Ada sesuatu yang tidak bisa saya jelaskan namun hanya bisa saya pahami bahwa tangan Tuhan masih menuntunku dan menjagaku.

Hari ini kita dengar bacaan Injil bicara demikian,

Kata Yesus kepadanya: ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.”

Kita harus bisa memilih jalan yang benar, aman dan menyelamatkan serta mengantar sampai tujuan, yakni jalan Tuhan.

Tidak ada jalan lain yang bisa menjamin kita menemukan kehidupan yang membahagiakan selain mengikuti jalan Tuhan Yesus.

Di luar Dia ada banyak jalan yang ditawarkan namun belum tentu jalan-jalan itu bisa menghantar sampai tujuan, mungkin malah menyesatkan hidup kita.

Bagaimana dengan diriku

Apakah aku sudah berada di jalan Tuhan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here