Jangan Jadi “Bolot”

0
477 views
Ilustrasi - Belajar mendengarkan. (Ist)

Minggu, 5 September 2021

  • Yes.35:4-7a.
  • Mzm.146:7.8-9a.9bc-10.
  • Yak.2:1-5.
  • Mrk.7:31-37

BOLOT. Mendengar tetapi pura-pura tidak mendengar, hanya semata-mata supaya tidak disuruh.

Banyak orang yang menulikan telinga supaya lepas dari pekerjaan dan tanggungjawab.

Orang pura-pura tidak mendengar, jika yang dia dengar itu tidak sesuai harapan dan kemuannya.

Meski kita teriak-teriak memanggil namanya, dia tidak akan menyahutnya, jika dia tidak merasa punya kepentingan.

“Saya mestinya tidak berada di sin, jika saja saya tidak bolot. Namun mau mendengarkan nasihat orang-orang yang mencintaiku,” kata seorang bapak penuh sesal.

“Saya terlalu sombong, hingga merasa saya bisa segalanya, dan punya segalanya,” lanjutnya

“Telinga saya sudah tebal dan tuli hingga tidak mendengar bisikan halus Tuhan untukku. Hingga Dia dengan caranya membuka telingaku supaya mau mendengar,” ujarnya.

“Penangkapan di arena judi dan kemudian harus mendekam di penjara ini selama sembilan bulan adalah cara Tuhan untuk membuka telingaku,” katanya.

“Ketika digelandang ke kantor polisi, semua mata orang sepanjang jalan seakan menatapku. Aku tidak bisa menutup identitasku sebagai abdi negara,” katanya penuh sesal.

“Saya merasa hina dan tidak berguna, saya telah menodai kepercayaan dan janjiku,” lanjutnya.

“Jika saja, saya mendengarkan nasehat isteri dan orang tuaku, hidupku tidak akan menderita seperti saat ini,” katanya.

Tuhan membuka telinga orang, karena banyak keindahan yang bisa terlewatkan ketika orang tidak bisa mendengarnya.

Santo Markus, pengarang Injil, memberi perhatian khusus terhadap penyembuhan orang bisu-tuli.

Menjadi jelas bagi kita bahwa tujuan penyembuhan telinga itu bukan hanya supaya orang itu dapat mendengar secara fisik.

Tetapi lebih-lebih supaya orang itu punya kepekaan terhadap apa yang dikatakan oleh orang lain, dapat memahami dan menilai apa yang didengar, dan akhirnya mampu mendengarkan Sabda Tuhan sendiri.

Pada Bulan Kitab Suci ini, marilah kita membaca dan mendengar suara dan kehendak Tuhan serta merenungkan dan melaksanakan dalam hidup kita sehari-hari.

Apakah aku mau membuka telinga dan hati terhadap sabda Tuhan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here