Home BERITA Jangan Sembunyikan Talenta Itu

Jangan Sembunyikan Talenta Itu

0
188 views
Ilustrasi: Talenta

Sabtu, 30 Agustus 2025

1Tes. 4:9-11.
Mzm. 98:1,7-8,9.
Mat. 25:14-30

SETIAP orang dianugerahi talenta oleh Tuhan. Talenta itu bisa berupa kemampuan, kesempatan, jabatan, maupun peran dalam hidup sehari-hari.

Talenta tidak akan pernah berkembang jika kita menyimpannya dengan rasa takut. Ketakutan membuat kita pasif, menutup diri, dan akhirnya tidak menghasilkan apa-apa.

Perumpamaan tentang hamba yang terakhir menjadi gambaran nyata: ia tidak berani mengambil langkah, hanya menyembunyikan talenta karena khawatir gagal.

Akibatnya, kepercayaan tuannya hilang dan anugerah itu dicabut darinya. Dari sini kita belajar bahwa ketakutan yang menguasai hidup tidak pernah membawa berkat, sebaliknya justru merampas kesempatan.

Talenta akan bertumbuh bila digunakan dengan keberanian. Berani untuk mencoba, berani untuk gagal, dan berani untuk bangkit kembali.

Talenta juga berkembang bila dikerjakan dengan cinta, sebab apa yang dikerjakan dengan kasih tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga menyentuh hati sesama.

Yang paling penting, talenta harus dipersembahkan kembali kepada Tuhan, Sang Pemberi talenta, sebagai ungkapan syukur dan iman kita.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian, “Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.”

Talenta, waktu, kesempatan, dan berkat yang kita terima harus dikembangkan dan dipakai untuk menghasilkan buah.

Tuhan tidak menuntut kita semua sama besar dalam hasil, tetapi Ia menghendaki kesetiaan dalam mengelola. Bahkan jika kita merasa tidak mampu, sekurang-kurangnya kita bisa mempercayakan talenta itu untuk dikelola bersama orang lain, sehingga tidak menjadi sia-sia.

Sering kali kita lebih memilih jalan aman: menyimpan, menunda, atau mengubur anugerah Tuhan karena takut gagal. Sikap seperti itu membuat kita kehilangan segalanya.

Tuhan ingin agar hidup kita memberi “bunga” buah kasih, pelayanan, dan karya yang bermanfaat bagi sesama dan memuliakan nama-Nya.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah saya sudah mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan, ataukah saya justru membiarkannya tidak berguna?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here