“Jangan Sentuh Aku”

0
204 views
Yesus Sang Pembaharu

Puncta 15.07.23
PW. St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja
Matius 10: 24-33

JOSE RIZAL, seorang pejuang keadilan di Filipina, mengkritik Gereja dan Pemerintah kolonial dengan menulis sebuah novel. Novel berjudul Noli Me Tangere (Jangan Sentuh Aku) menggambarkan perjuangan pemuda Chrisostomo Ibarra melawan ketidakadilan dan kebobrokan gereja dan pemerintah kolonial waktu itu.

Kematian ayahnya, Don Rafael Ibarra yang misterius membuat Chrisostomo pulang ke Filipina dan ingin membongkarnya. Rafael ternyata dibunuh oleh persekongkolan jahat antara Padre Damaso pimpinan Gereja dan Kapitan Thiago, gubernur kolonial.

Pemikiran Don Rafael yang revolusioner tidak disenangi oleh pemerintah dan gereja. Dia harus disingkirkan.

Chrisostomo Ibarra membongkar kemunafikan Padre Damaso dan kehidupan biara. Ia sangat terpukul ketika tahu bahwa Maria Clara, pacar masa kecilnya, adalah anak dari Padre Damaso dengan Dona Pia Alba, isteri Sang Gubernur Jendral.

Ia makin tahu mengapa sekolah yang didirikannya selalu ditentang oleh Gereja dan pemerintah. Ia dianggap sebagai seorang pemberontak, tokoh revolusi yang harus disingkirkan karena akan mengganggu kemapanan gereja dan penjajah.

Chrisostomo tidak takut. Ia berjuang bersama Ellias temannya untuk mengungkap kemungkaran, kekuasaan, kemunafikan dan penindasan yang dilakukan Gereja dan penjajah. Chrisostomo dengan lantang membuka kebobrokan dan masa gelap konspirasi Gereja dan pemerintah. Dia dikejar-kejar aparat untuk dibunuh.

Yesus menegaskan kepada murid-murid-Nya, “Janganlah kalian takut kepada mereka yang memusuhimu, karena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi, yang takkan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang. Dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah.”

Kemunafikan, kebobrokan dan konspirasi, perselingkuhan politik, korupsi, pelan dan pasti akan dibuka. Mereka yang memusuhi kebenaran pelan tapi pasti akan terbongkar. Tipu muslihat Imam Besar Padre Damaso, Padre Salvi, dan Kapitan Thiago akhirnya terbongkar.

Menjadi murid Yesus diutus mewartakan kebenaran. Orang benar akan menghadapi banyak tantangan. Orang benar tidak takut pada ancaman, teror, intimidasi dan pembunuhan. Kebenaran, bagaimana pun akan terbuka. Yesus Sang pejuang kebenaran menguatkan kita, “Jangan takut. Takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”

Berjuang demi kebenaran dan keadilan selalu berhadapan dengan ancaman, teror dan kekuasaan. Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan. Tetapi Tuhan Yesus pernah berjanji, “Aku akan menyertai engkau sampai akhir zaman.”

Naik kereta api menuju Tatar Pasundan
Pemandangan indah di sepanjang jalan
Berjuang demi kebenaran dan keadilan
Namamu akan abadi sepanjang zaman

Cawas, mari terus berjuang …

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here