Jangan Sok Paling Agamis dan Merasa Paling Benar

0
282 views
Presiden Joko Widodo saat berbusana tradisional di depan Sidang DPR tanggal 14 Agustus 2020
  • Bacaan 1: 1Kor 12:31 – 13:13.
  • Injil: Luk 7:31 – 35

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan, “Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi, di mana kebebasan memang dijamin. Namun begitu, tetap harus tmenghargai hak orang lain.”

Hal ini disampaikan dalam pidato kenegaraan tanggal 14 Agustus 2020 lalu di Kompleks Parlemen Senayan.

“Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri. Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu hal yang biasanya tidak benar,” demikian tegasnya.

Dalam bacaan hari ini, kita disuguhkan betapa orang-orang Yahudi saat itu sungguh tidak mau membuka diri terhadap tindakan Allah dalam diri Yesus serta menolak baptisan Yohanes.

Mereka seperti anak-anak yang keras hati, menutup diri. Mereka merasa paling benar, paling agamis dan menganggap orang lain salah. Terutama Yesus yang dianggap pelahap dan pemabuk, serta Yohanes yang dianggapnya kerasukan setan.

Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis…”.

Mungkin dalam hati Tuhan Yesus akan berkata, “Aku tidak tahu apa maumu”.

Dalam peneguhannya kepada jemaat Korintus, Rasul Paulus berpesan agar mereka menjaga iman, harapan dan kasih. Namun dari ketiganya kasih harus diutamakan, sebab iman dan harapan jika tidak disertai kasih maka tidak ada gunanya.

Menganggap diri paling agamis namun menginjak-injak hak orang lain maka imannya tidak ada gunanya. Rasul Paulus menjelaskan bermacam-macam sifat kasih yang harus dikerjakan, seperti murah hati, tidak cemburu, tidak sombong, sopan, tidak mencari keuntungan pribadi dan sebagainya.  

Pesan hari ini:

Iman yang benar itu mengajarkan kasih, tidak merasa diri paling agamis dan paling benar. Membuka diri terhadap segala rencana dan tindakan Allah.

“Jangan mengeluh tentang kemarin. Buatlah esok yang lebih baik dengan memanfaatkan hari ini. Pakailah maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here