Janganlah Khawatir

0
14 views
Ilustrasi: Cemas by Ist

Puncta 22.06.24
Sabtu Biasa XI
Matius 6: 24-34

DALAM film The Mummy Returns ada tokoh bernama Beny. Ia mengabdi pada para pencari harta karun di Mesir. Ia mengikuti siapa yang menguntungkannya. Ia ikut dalam petualangan Rick dan Ivy mencari harta karun Firaun.

Ketika terjebak di istana bawah tanah yang penuh emas berlian, ia berbalik mengabdi kepada Imhotep yang telah jadi makhluk “halus” yang menjanjikan harta berlimpah. Dasar manusia serakah, dia tunduk pada makhluk jahat itu. Beny mati dikeroyok dan dimangsa pasukan “kecoa” milik Imhotep.

Yesus berkata, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jikademikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon.”

Jika kita mau percaya kepada Allah, Ia akan memelihara hidup kita. Allah akan menjamin segala kehidupan kita. Ia tidak akan membiarkan kita kelaparan, kehausan dan kedinginan.

Yesus mengajak murid-murid-Nya melihat burung-burung di udara.

“Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, toh diberi makan oleh Bapamu yang di surga.”

Juga bunga-bunga bakung di ladang yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun didandani demikian indahnya oleh Bapa di Surga.

Yesus menasihati, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkannya kepadamu.”

Mengutamakan Allah lebih dahulu nanti yang lain akan diberikannya kepada kita. Percaya kepada Tuhan lebih penting daripada kawatir tentang apa yang akan kita makan dan kita pakai.

Ketakutan dan kekawatiran tidak akan menambah apa-apa. Malah akan membebani pikiran dan semangat kita. Lebih bergunalah kita mempercayakan diri pada Tuhan.

Mamon atau harta tidak akan kita bawa mati, dan tidak bisa menjamin keselamatan kita. Tetapi percaya kepada Tuhan akan menyelamatkan kita sampai hidup kekal.

Orang Jawa suka makan beton
Orang Palembang makan kapal selam
Janganlah mengabdi pada mamon
Masa depan akan menjadi kelam

Cawas, janganlah kawatir akan hidupmu
Rm. A. Joko Purwanto, Pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here