Jelang Natal 2021: Kongregasi Suster SFIC Berbagi Kasih di Stasi Aris, Singkawang

0
123 views
Kongregasi Suster SFIC melakukan pembagian paket alat tulis kepada anak-anak SD dan SMP di Stasi Aris, Paroki Singkawang, Kalbar. Dilakukan dalam rangka program baksos jelang Natal 2021. (Dok. SFIC)

GERAKAN berbagi kasih ini merupakan agenda tahunan Kongregasi Suster SFIC. 

Dilaksanakan menjelang Natal atau sesudah Natal. Target kunjungan adalah umat di stasi terpencil yang sangat membutuhkan bantuan. 

Tahun ini, aksi solidaritas berbagi terjadi dalam bentuk batuan bahan sembako, alat-alat tulis, pakaian layak pakai.

Program ini dilaksanakan tanggal 12 Desember 2021 di Stasi Aris Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang, Kalbar. Perjalanan selama tiga jam terjadi dari Singkawang menuju Stasi Aris. Dengan medan akses jalan yang berat karena banyak kubangan cairan lumpur pekat.

Medan berat dari pusat kota di Singkawang menuju Stasi Aris.
Medan yang sulit selama tiga jam perjalanan dari Singkawang menuju Stasi Aris.

Tak takut dengan medan sulit

Selain itu, ada pula sesi perkenalan tarekat SFIC dalam aksi panggilan. 

Meskipun medan yang dilalui cukup sulit, namun tidak mengurangi semangat para suster. Diikuti oleh para suster SFIC wilayah Pontianak dan Singkawang. 

Turut hadir di lokasi:

  • Ketua PSE KAP: Br. Kris Tampajara MTB beserta tim.
  • Pastor Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang: P. Joseph Juwono OFMCap.

Mereka mendukung program amal kasih ini.

Bakti sosial ini diawali dengan misa syukur yang dipimpin oleh Pastor Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang: Pastor Joseph Juwono OFMCap.

Dua model

Dalam homilinya, Pastor Joseph mengatakan bahwa pada Minggu Adven III Minggu Sukacita ini ada dua model penghayatan penantian semasa kurun waktu harus menunggu. Yakni, model menunggu para peronda dan umat beriman.

“Para peronda malam menunggu atau berjaga supaya maling tidak datang. Mereka menunggu, namun tidak berharap malingnya datang. Jika datang, maka barang kita akan binasa, milik kita pasti diambil,” ungkapnya

“Sedangkan model penantian umat beriman berbeda. Mereka menunggu berharap Tuhan datang untuk menyelamatkan. 

Menunggu Tuhan harus ada sikap batin yang sungguh siap, agar kedatangan Tuhan tidak sia-sia. Ibarat menunggu durian, telingga harus awas. Jika tidak maka akan didahului oleh orang lain,” pungkasnya.

Pembaruan janji perkawinan dan pembaptisan bayi di Stasi Aris, Paroki Singkawang, Kalbar.

Pembaruan janji perkawinan dan babtis

Dalam perayaan ekaristus Minggu Adven III ini dilangsungkan juga pembaruan janji perkawinan satu pasangan suami-istri dan pembabtisan dua anak.

Setelah berkat penutup, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian paket sembako kepada tiap-tiap keluarga (KK) dan alat tulis kepada anak-anak tingkat SD dan SMP.

Juga dilakukan penyerahan puluhan kotak pakaian layak pakai kepada ketua umat untuk disalurkan kepada umat.

Kerjasama murid, orangtua siswa, dan sekolah

Menurut Sr. Agusta Heni SFIC, Sekretaris Yayasan PSM, Aksi Solidaritas dalam  “SFIC Peduli dan Melayani” ini terselenggara berkat kerjasama yang baik dari semua pihak.

Sumber bantuan berupa paket-paket sembako ini berasal dari kemurahan hati siswa-siswi dan orangtua murid Persekolahan Suster – karya pendidikan di bawah naungan Yayasan PSM.

Tersedia sekitar 100 paket sembako berupa beras, minyak goreng, mie instan dll.

“Tuhan Yesus bersabda jika Engkau mempunyai makanan dan baju dua helai hendaklah engkau berbagi kepada mereka yang tidak punya.” (bdk. Lukas 3.11)

“Bertolak dari sabda Yesus ini, para suster generasi penerus tetap menghayati warisan semangat awal Ibu Pendiri SFIC, Zr. Teresia van Miert, yang selalu tergerak hatinya oleh situasi dan kebutuhan pada zamannya,” ungkap Sr. Agusta SFIC.

Donasi amal kasih Kongregasi Suster SFIC untuk Umat Stasi Aris di Paroki Singkawang, Kalbar.

Sukacita dan kegembiraan umat di Stasi Aris disampaikan oleh ketua umat. Mereka sangat senang. Bukan hanya karena mendapat paket sembako, tetapi lebih karena kunjungan para suster.

“Kedatangan para suster adalah suatu berkat bagi kami. Belum pernah terjadi bahwa Stasi Aris yang terpencil ini mendapatkan kunjungan dari banyak suster.

Ini adalah sejarah yang harus kami abadikan.

Semoga di lain waktu bisa berkunjung lagi. Sekali lagi terimakasih para suster,” ungkapnya.

Sr. Pelagia Agnes SFIC dari Stasi Aris, Singkawang.

Puteri daerah Stasi Aris

Ungkapan manis juga datang dari puteri terbaik Stasi Aris: Sr. Pelagia Agnes SFIC.

Ia kini telah menjadi bagian Kongregasi SFIC dan juga ikut turut hadir dalam program baksos ini.

“Saya sebagai anggota dalam Kongregasi SFIC merasa terharu dan bangga. Ini adalah sebuah dukungan, kepedulian para suster untuk saya.

Secara pribadi, saya juga mengucapkan terimakasih kepada para suster. Semoga Tuhan semakin Memberkati pelayanan dan karya kita,” tutur suster muda SFIC yang kini bertugas di wilayah Keuskupan Sanggau.

Kegiatan ditutup dengan santap siang bersama umat.

Kemudian rombongan para suster dan Tim PSE KAP melanjutkan perjalanan pulang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here