Jelang Tahbisan Imam Diosesan Romo Bernadus Moi di Paroki Eudema, Keuskupan Tanjung Selor

0
131 views
Jelang Tahbisan Imam Diosesan Romo Bernadus Moi di Paroki Eudema, Keuskupan Tanjung Selor. (Ist)

KAU dipanggil Tuhan dijadikan duta,

Supaya hidupmu menyinarkan kasihNya

Berat memang tugasmu tetapi kau diberi rahmat” (PS 683)

Itulah lagu pembuka yang dinyanyikan oleh kelompok koor dalam Ibadat Salve Agung Pemberkatan peralatan liturgi yang akan digunakan dalam pelayanan liturgi.

Ibadat dilaksanakan di Gereja Paroki Eugenius de Mazenod Tanjung Redeb, Keuskupan Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Sabda Tuhan dari Injil Johanes dibaca oleh Diakon Bernadus Moi. Homili disampaikan oleh Romo Joseph B. Pontoan MSC.

Kutipan sebagian dari homilinya demikian.

Gereja memohon Tuhan, turunlah dalam rupa-rupa doa upacara, Tuhan turunkan berkat-Mu, berkat tertinggi yakni hadirat-Nya kehadiran-Nya yang kudus turun dan menyertai kita sehingga dengan jamahan-Nya seluruh alat liturgi yang akan menjadi alat kerja seorang imam sungguh menjadi simbol kedekatan Tuhan sebagai sahabat bagi imam baru.

Perilaku yang paling pantas adalah berpasrah diri seperti diakon yang berkata Aku ini hamba Tuhan.

Menyerahkan hidup supaya dengan demikian dalam relasi dengan Tuhan imam baru yang mengenakan barang-barang rohani peralatan liturgi sungguh mencerminkan seorang hamba di hadapan Tuhan.

Walaupun Tuhan menganggap kita sahabat tapi dalam kenyataan di hadirat Tuhan kita tetap seorang hamba yang mencari kehendak Tuhan. Terjadilah padaku menurut kehendak Tuhan.

Peralatan liturgi itu antara lain: kalis-kalis dan patena; corporal, pala dan kain kalis; serta busana-busana liturgi Imam.

Uskup Keuskupan Tanjung Selor Mgr. Paulinus Yan Olla MSF memimpin sendiri pemberkatan peralatan liturgi di Gereja Paroki pada Rabu 28 Oktober 2020 sore hari.

Diakon yang akan mengenakan peralatan liturgi itu adalah Diakon Bernardus Moi. Ia akan ditahbiskan pada hari Kamis 29 Oktober 2020 di Gereja Paroki Tanjung Redeb oleh Mgr. Yan Olla MSF.

Suasana salve agung. (ist)

Studi di Malang

Diakon Bernardus Moi studi Filsafat Teologi di STFT Widya Sasana Malang tahun 2012-2016, Studi Pasca Sarjana (S2) 2017–2019.

Selama belajar beliau tinggal di Seminari Tinggi Interdiosesan Giovani XXIII Malang. Menerima tahbisan diakonat dari Mgr. Paulinus Yan Olla MSF di Seminari Menengah St. Yosep Tarakan pada tanggal 8 Agustus 2019.

Diakon Bernardus Moi disebut berasal dari Paroki Santo Yosep Sebuku, Keuskupan Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Setelah ibadat pemberkatan perlatan liturgi dilanjutkan dengan Adorasi Sakramen Mahakudus yang juga dipimpin oleh Mgr. Yan Olla MSF.

Pemberkatan alat-alat liturgis. (Ist)
Adorasi Sakramen Mahakudus. (ist)

Selain para imam suster dan para petugas liturgi hadir pula dalam ibadat Salve Agung keluarga diakon serta umat paroki, mereka semua tetap mengindahkan protokol kesehatan. Dengan mengenakan masker dan menjaga jarak, tampak tidak setiap bangku boleh diduduki.

Umat Paroki Tanjung Redeb menyambut dengan senang hati dan gembira Ibadat Salve Agung dan Perayaan Ekaristi Tahbisan Imam yang diadakan kali ini. Dengan bergotong royong melaksanakan kerja bakti membersihkan dan merapikan taman di halaman depan gereja.

Juga membersihkan dinding dan lantai depan gereja, membersihkan halaman di samping gereja serta memasang tenda di halaman depan gereja. 

Kerja bakti. (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here