Jenazah Santa Agatha: Relikuinya Dirusak, Hosti di Tabernakel Diobrak-abrik

0
16,600 views
Patung jenazah Santa Agatha. (ist)

INSIDEN pengrusakan sacrilegium (benda-benda suci) ini terjadi di Sicilia, Italia. Hari Rabu tanggal 23 September 2020 kemarin.

Santa Agatha adalah patron (santo pelindung) Sicilia, kota di Italia. Ia berasal dari Sicilia dan diperkirakan hidup pada kurun waktu 231–251. Menjadi martir di umur 20 tahun karena membela imannya. Gereja Katolik menetapkan dia sebagai santa pelindung bagi para korban perkosaan.

Jenazah Orang Kudus bergelar Santa ini konon masih utuh. Dan kemarin, “jasad”-nya telah dirusak perusuh. Hosti di tabernakel juga telah diobrak-abrik. Kemudian dibiarkan tergeletak begitu saja di tanah.

Pengrusakan ini terjadi sudah kedua kalinya. Dengan TKP yang sama pula.          

Selain merusak dan mengobrak-abrik altar dan tabernakel, perusuh juga merusak boks kaca yang berisi “jasad” Santa Agatha.

Lengan Orang Kudus ini telah “dipotong” dan dibiarkan begitu saja tergeletak di tanah.

Perpustakaan kolese Jesuit yang langsung berhubungan dengan bangunan gereja ini juga disatroni maling. Laporan sejumlah media menyebutkan, beberapa barang berharga dilaporkan telah hilang.

Otoritas setempat menyatakan prihatin atas terjadinya insiden ini. Mereka juga menyatakan bersimpati kepada Pastor Sergio dan seluruh umat Katolik Gereja St. Agatha atas pengrusakan beberapa benda suci di dalam gereja.

Sejauh ini, dua orang telah dicurigai berada di balik aksi vandalistis ini. Mereka adalah Nisseni Giannone Salvatore (20) dan Naselli Alessio Pio Raul (25). Keduanya orang Italia dan kini sudah dalam pemeriksaan polisi.

Mereka dikejar oleh polisi, setelah terlibat dalam adu cepat kendaraan. Dari tangan mereka, polisi menyita barang-barang berharga. Di antara sebuah bros warna emas yang dicuri dari patung Bunda Maria. Juga uang senilai 161 euro dari mesin beli otomatis di ruang perpustakaan milik sebuah kolese Jesuit ini.

Dari pantauan rekaman CCTV, tampaknya kedua pencuri ini dibantu oleh dua orang operator lainnya. Satu lelaki dan lainnya perempuan; namun keduanya hingga kini belum diketahui namanya.

Sakrilegi Gereja Santa Agatha di Sicilia Italia yang diobrak-abrik sama perusuh. (Istimewa)

Kisah tentang St. Agatha

Berbagai kisah legenda tentang sejarah hidup Santa Agatha menyebutkan, pada umur 15 tahun dia sudah berikrar mempersembahkan hidupnya untuk Tuhan. Menjalani selibat. Karena itu, dia menolak keras untuk mau dikawini oleh seorang pejabat Romawi waktu itu.

Kisah ini antara lain muncul di Passio Sanctae Agathae—sebuah naskah yang ditulis pada abad kelima.

Sebagai gadis remaja yang lahir dari keluarga berada kelahiran Catania di Sicilia, Santa Agatha punya paras cantik dan menawan. Pada umur kurang lebih 20-21 tahun, dia aktif bergiat menjadi semacam “prodiakon” gereja seperti masa kini. Sering-sering mengajar untuk para katekumen dan membawa komuni kepada orang-orang sakit.

Ketika penguasa Imperium Romanum Trajan Decius memberangus semua orang pengikut iman kristiani, maka Santa Agatha pun tidak luput dari serangan teror pembunuhan. Ini dipicu antara lain kisah romansa Quintianus –penguasa Catania—yang cintanya ditolak oleh Agatha dan kemudian marah.

PS: Diolah dari berbagai sumber; di antaranya Gript.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here