Jokowi dan Talentanya

0
242 views
Jokowi bawa payung di tengah hujan ke Sumba Tengah (Agus Suparto)

Puncta 02.09.23
Sabtu Biasa XXI
Matius 25: 14-30

SAYA adalah pengagum Pak Jokowi. Melihat track record-nya kelihatan bahwa dia adalah pekerja keras dan bertanggungjawab. Dia naik dari bawah sampai ke puncak.

Dari awalnya seorang tukang kayu, kemudian naik jadi Walikota Solo, lalu naik lagi sebagai Gubernur DKI dan mencapai puncak pimpinan nomor satu di Indonesia.

Siapa tahu dia masih berpeluang sebagai Sekjen PBB atau peraih Nobel Perdamaian. Kita doakan.

Bahkan belum pernah ada seorang presiden yang memiliki rekam prosentase tingkat kepuasan masyarakatnya sangat tinggi seperti dia.

Ia menerima tanggungjawab dari kecil; kemudian makin lama makin besar karena keberhasilannya.

Orang yang bisa diserahi tanggungjawab kecil akan dipercaya untuk melakukan hal yang besar. Namun demikian dia tetap rendah hati.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berbicara tentang talenta. Setiap orang diberi talenta masing-masing sesuai dengan kesanggupannya.

Ada yang diberi lima, dua dan satu talenta. Tuan itu tidak memaksa tetapi menuruti kesanggupan masing-masing.

Mereka yang menerima lima dan dua talenta berjuang dengan tekun dan mendapat laba masing-masing. Karena menunjukkan hasil yang baik, mereka dipercaya lagi oleh tuannya untuk tanggungjawab yang lebih besar.

“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggungjawab dalam perkara yang besar,” kata tuannya.

Sebaliknya kepada hamba yang tidak bertanggungjawab karena tidak menghasilkan apa-apa, tuan itu menyuruh mengambil apa yang ada padanya.

Orang yang tidak bisa dipercaya akan kehilangan peluang untuk mengembangkan diri. Segala peluang dan kesempatan tidak akan diberikan kepadanya, tetapi diberikan kepada mereka yang lebih bertanggungjawab.

“Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya,” kata tuannya.

Marilah kita belajar bertanggungjawab dan dapat dipercaya mulai dari hal-hal yang kecil. Jika itu kita dapat, pasti hal-hal yang lebih besar akan dipercayakan kepada kita.

Dari Kuala Namu terbang ke Singapura,
Menyusuri sungai menikmati Marina.
Setiap orang dianugerahi aneka talenta,
Kesempatan berkembang tergantung usaha kita.

Cawas, kembangkan talentamu…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here