Kala Bendana Sang Pembela Kebenaran

0
188 views
Ilustrasi: Kritik (Ist)

Puncta 09.12.21
Senin Advent II
Matius 11:11-15

SITI Sundari, isteri Abimanyu sedih sekali. Suaminya pergi tanpa pamit. Berminggu-minggu ia murung dan menangis. Tidak tega melihat kesedihan saudaranya, Gatotkaca dan Kala Bendana, pamannya disuruh mencari di mana Abimanyu berada.

Mereka sampai di Negeri Matswapati. Abimanyu ternyata jatuh cinta pada Utari, Puteri Matswapati dan menikah dengannya. Karena Kala Bendana seorang yang jujur dan selalu membela kebenaran, ia tidak mau berbohong kepada Siti Sundari.

Kendati Gatotkaca sudah menyarankan agar perkawinan Abimanyu jangan dilaporkan ke Siti Sundari. Namun, Kala Bendana tidak bisa menutupi penyelewengan Abimanyu.

Ia berterus terang bahwa Abimanyu sudah menikah dengan Utari.

Gatotkaca marah besar. Ia menempeleng pamannya itu hingga mati. Dalam sakratul maut, Kala Bendana berpesan, “Ngger, anakku Gatotkaca. Aku sangat mengasihimu. Aku tidak akan bahagia di surga, jika tidak bersama engkau. Kutunggu sampai saat Perang Baratayuda. Saat itulah aku akan bersamamu naik ke surga.”

Kala Bendana mati membela kebenaran dan kejujuran.

Yohanes Pembaptis adalah nabi yang keras dan tegas. Kata-katanya tajam mengkritik orang-orang yang tidak benar.

Kepada kaum Farisi dan Saduki, ia berkata keras, “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?”

Tidak cuma itu, ia mengkritik pedas Raja Herodes yang merebut Herodias, isteri Filipus saudaranya.

Karena tersinggung Herodes memenjarakan Yohanes dan memenggal kepalanya. Yohanes membela kebenaran dan keadilan.

Nyawanya menjadi tebusan bagi perjuangannya.

Untuk itu, Yesus menghormati Yohanes Pembaptis. “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.”

Oleh Yesus, Yohanes Pembaptis disamakan dengan Nabi Elia. Elia hadir untuk menyadarkan Israel agar kembali percaya pada Yahwe.

Demikian juga Yohanes Pembaptis mengajak Israel bertobat kembali pada Allah.

Yohanes Pembaptis adalah suara yang berseru-seru di padang gurun. Ia datang untuk menyiapkan hati umat-Nya agar siap menyambut Mesias.

Marilah kita mendengarkan suara kenabian Yohanes Pembaptis.

Marilah kita bertobat dan memperbaharui diri sebelum Tuhan datang.

Janganlah kita terbuai oleh pandemi sehingga tidak berbuat apa-apa, padahal hari Tuhan sudah dekat.

Ke Ganjuran singgah di Parangtritis
Dilanjut lagi ke Pantai Samas
Dengarkan suara Yohanes Pembaptis
Agar kita siap menyambut Mesias.

Cawas, ayooo bertobat….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here