Kampoeng Media Disulap Jadi Lokasi Isoman

0
448 views

Shelter Kampoeng Media Studio Audio Visual Puskat atau yang lebih dikenal dengan Balai Budaya Sinduharjo yang beralamat di Jalan Kaliurang km. 8,5 Jaban Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta telah menyulap dirinya menjadi tempat untuk isolasi mandiri.

“Shelter sudah siap dipakai sejak Selasa 13 Juli. Tujuan shelter ini untuk membantu keluarga-keluarga yang tidak mempunyai tempat untuk isoman, untuk memisahkan yang terpapar covid-19 dan yang tidak terpapar selama beberapa waktu,”ujar Wakil Direktur SAV Puskat Rm. FX. Murti Hadi Wijayanto SJ lewat pesan Whatsapp, Rabu (14/07/2021).

Program ini, kata Moti begitu pria ini biasa disapa, berjalan atas kerjasama antara Kampoeng Media SAV Puskat, Kolese Santo Ignatius Yogyakarta, Gereja Paroki Kotabaru, Suster-suter ADM dan didukung oleh Dokter Katolik Jogja (DKJ) serta Rumah Sakit Panti Rapih.

Pak Lurah Sinduharjo, Subardjo dan aparat kelurahan setempat meninjau lokasi isolasi mandiri di Kampoeng Media, Rabu (14/07/2021). Foto : Rm Murti SJ

Shelter Kampoeng Media ini, kata Moti, disediakan bagi yang mengalami kondisi OTG (Orang Tanpa Gejala) untuk menjalankan isolasi mandiri agar bisa beristirahat sampai dinyatakan sembuh. Sebagai OTG, diharapkan bisa mengurus diri sendiri secara mandiri dan melakukan kegiatan sehari-hari.

Meski hanya 21 kamar dengan masing-masing kamar berisi 2 bed, diharapkan lokasi ini bisa sedikit mengurangi dan membantu beban Rumah sakit yang sudah penuh dengan yang sakit dan yang terpapar dan positif Covid-19.

Tetapi shelter ini jelas bukan rumah sakit, maka syaratnya bagi yang ingin isoman di Shelter Kampoeng Media adalah hanya untuk yang positif Covid-19 tanpa gejala. Kalau bergejala jelas hanya nakes (tenaga kesehatan) atau rumah sakit yang bisa menangani.

Mereka yang diizinkan tinggal di sini harus sungguh mandiri, tidak tergantung orang lain. Selama di Shelter harus mengecek kesehatannya sendiri (akan diajari), membersihkan kamar dan halaman sekitar sendiri, tidak bergerombol atau ngobrol-ngobrol jika pasien banyak, banyak menyendiri di kamar maupun di luar kamar, mengolah limbah infeksius sendiri jangan sampai ada yang tertular karena limbah infeksius.

“Kami menyediakan jaringan internet yang bagus, karena pelayanan kami berbasis Whatapps. Akan ada relawan yang mencatat perkembangan kesehatan penghuni shelter. Makan dan minum akan disediakan oleh relawan, tetapi relawan tidak akan berkontak langsung dengan penghuni shelter. Dan penghuni shelter bisa tetap bekerja dengan jaringan internet yang bagus, WFS… Work From Shelter,”ujar Moti dalam keterangan tertulisnya.

Disediakan juga ruang untuk keluarga pasien yang ingin menjenguk tetapi tidak langsung tatap muka. Melainkan dengan video call, zoom atau google meet dan segala sarana untuk bisa jumpa daring dari Kawasan kampoeng media. Kebutuhan makan dan minum relawan disediakan oleh Kampoeng Media.

Menurut Moti, juga akan ada skrining dari relawan dan nakes untuk masuk dan keluar shelter. Penghuni shelter akan berada di shelter sekitar 10-14 hari. “Bapak Ibu dan saudara saudari sekalian, jika Anda membutuhkannya silakan hubungi Ibu Elis di nomor 08122728537. Matur nuwun. Salam sehat, Berkah Dalem,”kata Moti yang menjadi PIC tempat ini.

Dari Provinsial
Inisiatif untuk menjadikan Kampoeng Media untuk isolasi mandiri datang dari Provinsial Serikat Yesus, Rm. Benediktus Hary Yuliawan SJ. Romo Murti yang dihubungi pada Jumat 9 Juli 2021 segera berkoordinasi dengan Romo Iswara sebagai Direktur PT Alam Media pemilik Kawasan Kapoeng Media.

Saat itu, Romo Iswara segera menghubungi pihak Ketua RT setempat dan mereka membawa ke rapat pengurus RT malam hari itu. Keesokan harinya, Kampoeng Media diperkenankan membuka tempat untuk isolasi mandiri.

Selanjutnya, Romo Murti menghubungi Rumah Sakit Panti Rapih untuk minta bantuan pentunjuk cara membuat tempat isoman sekaligus pendampingan dari tenaga kesehatan rumah sakit yang lebih tahu soal ini.

“Tetapi saya diminta untuk ikut webinarnya team SONJO. Komunitas SONJO ini merupakan komunitas yang dibangun untuk darurat covid sejak pandemi awal yang dikelola oleh dosen-dosen UGM,”urai Moti dalam laporannya.

Dalam Webinar Komunitas SONJO ini, ada dr Tarcisius Glory yang sudah berpengalaman membuat shelter desa untuk para pasien Covid-19. Ada juga dokter Sri Aminah yang pernah membuat shelter pesantren yang kemudian mengembangkan shelter perusahaan. Dokter Sri Aminah ini juga sudah membuat buku panduan membangun shelter dan diterapkan di mana-mana. “Maka istilah shelter ini juga saya pakai untuk shelter Kampoeng Media SAV Sinduharjo,”tulis Moti.

Singkat cerita, akhirnya jadilah Kampoeng Media ini sebagai shelter dengan para relawannya adalah para frater dan suster yang kuliah di Fakultas Theologi Wedhabakti, Yogyakarta. Namun kemudian banyak yang non FTW juga ingin terlibat.

Tempat isolasi mandiri yang dipakai hanya di wisma bagian selatan sampai lapangan. Wilayah ini akan ditutup dengan pagar bambu tinggi supaya para pasien tidak keluar pagar dan tidak ada orang luar masuk pagar. Relawan tinggal di rumah panggung yang indah dan enak untuk ditinggali, VIP-nya Kampoeng Media di sisi Utara SAV. Jadi jauh sekali dari tempat isolasi mandiri. Aman dan tetap bisa menulis paper atau skripsi.

Yang akan berelasi dengan para pasien hanya petugas kesehatan dari puskesmas. Itu pun dari luar pagar. Dan yang berhak merujuk pasien untuk pindah ke rumah sakit adalah petugas kesehatan. Relawan hanya mencatat dan melaporkan catatan pada tenaga kesehatan. Yang menerima pasien dan memindah pasien jika memburuk dan mengeluarkan surat boleh pulang adalah Petugas Kesehatan. Relawan hanya penghubung antara pasien dan petugas kesehatan.

Hari ini, Rabu (14/07/2021) shelter dikunjungi oleh Lurah Sinduharjo, Subardjo. Sebelumnya, Tim Kampoeng Media sudah dipanggil kelurahan dan berjumpa dengan Pak Lurah yang mengapresiasi niat baik Puskat untuk membuat shelter.

Lurah sangat mendukung shelter ini karena baru ini satu-satunya di Desa Sinduharjo dan inisiatif dari lembaga. Puskesmas Kecamatan Ngaglik juga sangat senang mendengar adanya shelter ini. Puskesmas akan membantu obat-obatan, tetapi tidak bisa membantu tenaga, karena sudah sangat kekurangan tenaga.

Sampai kapan tempat ini menjadi lokasi isolasi mandiri, Moti tidak bisa menjawab. “Semoga pandemi segera berlalu. Terima kasih juga pada PD PKK Santo Michael Kevikepan Surakarta yang sudah menyumbang sembako,”ujarnya lewat Whatsapp.

Tim pemberi bansos dari PD PKK Santo Michael Kevikepan Surakarta. Foto : Rm. Murti SJ

Fasilitas yang disediakan di Shelter Kampoeng Media, antara lain :

  1. Relawan dan relawati yang akan membantu Anda dalam menjalankan isolasi mandiri. Komunikasi dengan relawan/relawati akan dilakukan melalui WA group.
  2. Kamar tidur dengan kamar mandi dalam untuk 2 orang. Akan ada pembagian kamar khusus untuk laki-laki dan perempuan.
  3. Ruang makan: untuk kegiatan makan pagi, siang, dan malam. Makan akan disediakan.
  4. Halaman untuk berjemur.
  5. Perlengkapan untuk mencuci baju dan menjemur.
  6. Alat-alat kebersihan untuk membersihkan kamar tidur, teras, dan halaman.
  7. Jaringan internet dengan Wifi. Cara mengakses dapat dilihat pada daftar User name dan Password yang disediakan.

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menjalani isolasi mandiri :

  1. Mohon tidak makan di dalam kamar tidur untuk mencegah semut dan lalat mengotori kamar tidur.
  2. Tempat makan dan minum disediakan di depan gedung Dahlia/Sri Gading di dekat lapangan. Setelah makan dan minum, silakan mencuci sendiri piring dan peralatan makan di wastafel yang telah disediakan.
  3. Disediakan ember dan sabun cuci baju untuk mencuci pakaian di kamar mandi Anda masing-masing. Setelah dicuci, pakaian dijemur di tempat jemuran yang ada di belakang wisma.
  4. Kebersihan kamar dan lingkungan menjadi tanggungjawab Anda. Di setiap wisma disediakan alat-alat pembersih (sapu, pel, obat lantai, dll) yang dapat digunakan secara bergantian.
  5. Sampah mohon diletakkan pada tempat sampah yang disediakan. Limbah infektus (sisa makanan, tisu) ditaruh di plastik yang berwarna kuning, sedangkan sampah non-infektus (kertas tulis).

Kontak dengan relawan dan keluarga :

  1. Kontak Anda dengan keluarga dan relawan-relawati hanya dilakukan secara online, khususnya melalui WA. Kiriman makanan atau barang dari keluarga disampaikan melalui para relawan yang akan meletakkan makanan/barang Anda di meja di gedung Dahlia, dekat lapangan.
  2. Anda diharapkan saling membantu dengan menjaga ketenangan, kebersihan, keselamatan barang-barang, mentaati protokol kesehatan, dan saling mendoakan.
  3. Bila ada informasi atau kebutuhan tertentu mohon disampaikan kepada relawan-relawati melalui WA.

Pemeriksaan Kesehatan :

  1. Secara regular Anda diminta melaporkan keadaan kesehatan Anda kepada para relawan-relawati melalui WA. Pengecekan suhu, tensi, dan oksigen dilakukan secara mandiri dengan alat-alat kesehatan yang disediakan di setiap wisma.
  2. Sebagian kebutuhan vitamin akan disuplai oleh Puskesmas terdekat secara gratis. Sedangkan obat-obatan lainnya dapat diusahakan dengan biaya ditanggung oleh pemesan.
  3. Secara periodik petugas kesehatan akan mengecek kondisi Anda. Diharapkan dalam waktu 10 hari Anda sudah dinyatakan negatif, sehingga bisa mengakhiri masa isolasi.
  4. Bila kondisi Anda semakin memburuk, Anda akan dirujuk ke Shelter yang lebih tinggi atau rumah sakit sesuai dengan keputusan dari petugas medis.

Selama Anda menjalankan isolasi mandiri, Anda tidak diperkenankan meninggalkan kompleks yang sudah ditandai sebelum Anda dinyatakan bebas dari Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here