Kanada Pasca Covid-19, Belajar Menyesuaikan Diri dengan Kondisi Tatanan Baru (3)

0
189 views
Ilustrasi - Kondisi batin ketika dalam posisi nganggur. (The Gospel Coalition)

SITUASI Provinsi Ontario, khususnya Kota Toronto, mulai berangsur-angsur berubah, Menjadi lebih terbuka. Tidak ada lockdown. Tidak ada pembatasan jarak, tetapi tetap memakai masker, jika merasa diperlukan.

Perubahan jam kerja di Supermarket HBC -tempatku bekerja- juga mulai berangsur-angsur berubah. Mulai dari semula hanya enam jam kerja menjadi delapan jam kerja sehari. Semula dari lima hari kerja dalam sepekan kini berubah menjadi tujuh hari kerja.

Barang-barang mewah seperti sepatu kulit dan tas kulit harus dibersihkan dari jamur karena selama tutup, tidak ada sistem alat pendingin (AC) yang bekerja. Satu persatu karyawan dihubungi kembali untuk masuk kerja.

Kekurangan tenaga kerja cleaning service terjadi di setiap lantai.

Ilustrasi – Tertib antrian. (Ist)

Kaum tuna wisma segera dapat dilihat di sebuah perempatan jalan. Juga tampak di pelataran kereta api bawah tanah di Toronto.

Berbeda dari Vancouver, di Ontario ini banyak tunawisma sering terlihat di downtown tengah mengantri makanan. Atua, mereka lagi antri mandi di sebuah Rumah Penampungan Tunawisma. 

Serba lamban

Perubahan terbesar di Toronto terlihat dalam Pelayanan Kesehatan, meski juga terkesan sangat lambat. Setiap klinik tidak menerima pasien baru; terutama yang “walk in”.

Pelayanan kesehatan lebih banyak mengandalkan telepon; kemudian terjadi tawar-menawar untuk menentukan hari kunjungan bertemu dengan sang dokter untuk diperiksa. Sungguh menyebalkan.

Pelayanan pembuatan paspor dan pelayanan perpanjangan ID (seperti KTP) di Toronto berjalan pelan. Maka, dapat terlihat antrian yang sangat panjang sekali dan memakan waktu lama untuk berdiri di antrian selama kurang lebih dua jam lebih.

Setiap orang pasti mengalami hal ini dan sungguh menjengkelkan. Untung hal ini tidak terjadi di musim dingin.

Ilustrasi: Pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar.

Vaksinasi atau tidak

Perubahan yang merusak rutinitas kehidupan menjadi kehilangan arah. Hal ini terlihat dari keputusan kami dalam menentukan: harus vaksin atau tidak?

Akhirnya setelah dihadapkan pada pilihan yang tidak bisa ditolak yaitu kena PHK, maka kami menerima vaksin pertama dan kedua.

Cukuplah. Karena vaksinasi juga tidak menjamin tidak terkena Covid-19

Bayangkan betapa menjengkelkan ingin makan di restoran harus memperlihatkan bukti sudah divaksin minimal 2 kali.

Baca juga: Kanada di Zaman Covid-19: Kena PHK, The Worst Day Ever (2)

Ilustrasi – Asupan makanan yang baik dan sehat untuk kaum lansia (Chefs for seniors)

Menyibukkan diri di rumah

Membaca, jahit-menjahit, teka-teki silang dan jalan kaki di luar rumah menjadi keharusan untuk sekarang bisa dilakukan di dalam rumah.

Kebersamaan dalam keluarga dan teman-teman menjadi lebih dekat.

Gaya hidup berubah dan kian menjadi positif. Dengan makin sering mengkonsumsi makanan sehat atau sering berolahraga, menjaga sanitasi setiap saat. (Berlanjut)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here